What If…? Season 2 Review: Ketika MCU terinspirasi oleh Die Hard dan Kembali Jauh ke Masa Lalu

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Di tengah naik turunnya kualitas sajian movie maupun serial MCU beberapa tahun belakangan, “What If…?” Season 2 menjadi salah satu nan cukup menghibur. Rilis pada pekan Natal, ada bagian spesial nan memeriahkan liburan. Sesuai ekspektasi penggemar, “What If…?” juga selalu menjadi kesempatan melepas kangen dengan karakter-karakter MCU dari fase sebelumnya.

Masih mengikuti Watcher nan menjadi narator kita, kita bakal menyaksikan 9 bagian dengan beragam kemungkinan berbeda lintas semesta. Konsepnya tetap serupa dengan Season 1 dengan presentasi anthology di setiap episodenya.

Jika ada nan menjadi kembali dari Season 1 adalah petualangan baru Captain Carter nan sama serta kawan lamanya nan menjadi ancaman baru dalam season kali ini.

What If...? Season 2 Review

Die Hard Versi MCU dan Timeline untuk Hela

Episode 4 “What If…?” Season 2 menjadi nan berkesan lantaran perpaduan tema dan agenda rilisnya. Tayang pada 24 Desember, ‘What If… Happy Hogan Saved Christmas?’ “menjiplak” plot dari movie laga Natal ikonik, “Die Hard”.

Adapula beberapa easter egg referensi dari film-film Natal terkenal lainnya dalam bagian ini. Kemudian satu lagi bagian nan datang sebagai bagian ‘senang-senang’ lainnya adalah ‘What If…Iron Man Crashed into the Grandmaster?’, menjadi momen reuni kita dengan Tony Stark dari peristiwa di New York 2012.

“What If…?” juga selalu kita kelak dengan skenario pengganti tidak terduga dari karakter MCU. Baik pahlawan menjadi villain, begitupula sebaliknya. Kali ini nan mendapatkan cerita pengganti ada Nebula, Peter Quill, dan Hela. ‘What If…Hela Found the Ten Rings?’ menjadi salah satu bagian terbaik. Setelah Loki mendapatkan redemption arc melalui serial “Loki”, bagian ini menjadi pengganti nan menarik dari karakter Hela.

Menarik gimana semakin memperkuat status Odin sebagai salah satu ayah terburuk di MCU. Karena ketiga anaknya mempunyai perkembangan karakter lebih baik jika diberi kesempatan untuk jauh dari ayah mereka.

Kembali ke Abad ke-15 dan Avengers nan Terbentuk pada 1602

Captain Carter tetap menjadi karakter nan menghubungkan season pertama dengan season kedua. Kali ini dia berasosiasi dengan Avengers di abad ke-15. Terlempar ke era bernuansa Medieval, kita bakal berjumpa dengan Wanda, Thor, Nick Fury, apalagi Tony Stark dan tetap banyak karakter Avengers dari masa kita di era nan jauh berbeda.

Desain penampilan mereka nan disesuaikan dengan jamannya menjadi presentasi visual nan menarik. Begitu pula gelagat, langkah bicara, dan perkemangan karakter mereka nan berbeda.

Selain Avengers jenis abad ke-15, adapula bagian berlatar pada masa kolonial. ‘What If…Kahhori Reshaped the World?’ menjadi bagian menarik dengan menghadirkan karakter superhero baru dari suku asli. Kahhori, seorang wanita Mohawk mendapatkan kekuatan dari Fountain of Youth. Menarik memandang aplikasi kekuatan Tesseract dipadukan dengan estetika suku asli. Perpaduan tema suku original dengan komponen sci-fi ini mengingatkan kita pada movie “Prey”.

Masih Seruan Season 1, Namun Tetap Menghibur dengan Sekuen Aksi dan Alternatif Cerita Menariknya

Meski ada beberapa bagian nan berkesan dan seru, “What If…?” Season 2 ini tetap kalah seru dengan Season 1-nya. Bisa jadi lantaran pada Season 1, konsep multiverse pada MCU tetap hype. Kini antusiasme tersebut sedang pada titik terendahnya dalam segi popularitas. Namun bisa juga lantaran memang naskah per bagian untuk Season 2 memang tidak semenarik Season 1. Pada season pertama, bagian terakhir menjadi babak terakhir dan penghubung dari setiap bagian dengan naskah nan tidak saling berhubungan.

Season 2 pada akhirnya juga menyajikan babak terakhir nan kurang lebih sama. Pertarungan terakhir Captain Carter berbareng kawan lamanya menjadi babak nan seru secara visual. Ini juga menjadi kesempatan terbaik untuk MCU going all out tanpa terasa overwhelming di bawah naungan “What If…?”. Pada akhirnya, meski tetap kalah sedikit dengan season perdananya, “What If…?” Season 2 tetap layak jadi tontonan seru fans setia MCU.

Selengkapnya
Sumber cultura
cultura