Warner Bros. Resmi Garap Film Shatter Me, Adaptasi Novel Distopia Populer yang Disebut Bisa Jadi The Hunger Games Berikutnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Genre movie distopia remaja memang sudah lama tidak mendominasi Hollywood seperti era kejayaan The Hunger Games, The Maze Runner, dan Divergent. Namun, Warner Bros. tampaknya siap menghidupkan kembali tren tersebut lewat penyesuaian novel terkenal Shatter Me karya Tahereh Mafi.

Menurut laporan terbaru, Warner Bros. resmi mengamankan kewenangan penyesuaian seluruh semesta Shatter Me, nan terdiri dari 11 novel utama serta seri spin-off terbaru berjudul Shatter Me: The New Republic. Kesepakatan ini bertepatan dengan seremoni 15 tahun novel pertama nan pertama kali dirilis pada 2011.

Shatter Me mengikuti kisah Juliette Ferrars, seorang gadis muda nan mempunyai keahlian mematikan. Siapa pun nan menyentuh kulitnya terlalu lama bakal kehilangan nyawa. Kemampuan nan dianggap sebagai kutukan itu justru membikin Juliette menjadi sasaran pemerintahan totaliter berjulukan The Reestablishment.

Ia kemudian ditangkap dan dipaksa menggunakan kekuatannya untuk menyiksa tahanan. Namun, Juliette akhirnya menemukan jalan untuk melarikan diri berbareng seorang laki-laki misterius nan kemudian menjadi sosok krusial dalam hidupnya.

Premis inilah nan membikin banyak fans percaya bahwa Shatter Me mempunyai potensi besar untuk menjadi franchise movie distopia berikutnya. Dengan lebih dari 15 juta kopi kitab terjual di seluruh dunia, novel karya Tahereh Mafi tersebut telah diterbitkan di 38 wilayah dan diterjemahkan ke dalam 34 bahasa.

Popularitasnya juga semakin meningkat berkah organisasi #BookTok di media sosial. Setelah berita penyesuaian movie diumumkan, nama Shatter Me kembali ramai diperbincangkan oleh para pembaca dan fans aliran khayalan remaja.

“Aku sangat beruntung mempunyai fans nan setia selama lima belas tahun terakhir, dan saya sangat antusias memandang bumi serta karakter Shatter Me dihidupkan di layar lebar dengan langkah nan menghormati kecintaan para fans terhadap buku-buku ini,” ujar Tahereh Mafi.

Meski begitu, penyesuaian Shatter Me juga menghadapi tantangan tersendiri. Novel pertamanya ditulis sepenuhnya dari perspektif pandang Juliette, dengan style narasi nan tidak selalu dapat dipercaya. Mafi apalagi sengaja menggunakan tulisan nan tidak beraturan untuk menggambarkan kondisi psikologis sang karakter.

Hal ini membikin banyak pihak penasaran apakah Warner Bros. bakal mengadaptasinya sebagai movie distopia remaja nan lebih konvensional seperti Divergent, alias justru mengarah ke thriller psikologis nan lebih berani dan gelap.

Belum ada info mengenai sutradara, penulis naskah, maupun agenda rilis movie Shatter Me. Namun dengan pedoman fans nan besar dan cerita nan unik, proyek ini berpotensi menjadi kebangkitan baru aliran distopia remaja di Hollywood.

Selengkapnya
Sumber Info Hiburan Film cinemags
Info Hiburan Film cinemags