Tote Bag Harus Dikembalikan, Guru di Blitar Keluhkan Waktu Mengajar Tersita untuk Pindahkan Makanan MBG ke Plastik

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jatim, BANGBARA.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral mengenai menu kering nan dianggap tidak sesuai dengan standar nilai per porsi, sekarang muncul keluhan baru mengenai teknis pengedaran bungkusan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain persoalan menu nan sempat dikeluhkan tidak layak konsumsi, seperti temuan buah nan mulai busuk hingga roti berjamur, sejumlah pembimbing dan orang tua siswa sekarang mulai menyuarakan keberatan mengenai patokan pengembalian kantong alias tote bag MBG.

Guru Harus Memindahkan Makanan secara Manual

Seorang pembimbing di Blitar, Jawa Timur, membagikan sebuah video nan memperlihatkan kesibukan para pengajar di sekolahnya nan terpaksa memindahkan makanan dari kantong resmi SPPG ke kantong plastik biasa sebelum dibagikan kepada siswa.

"Ini jika muridnya banyak, gurunya juga kerja di MBG," tulis akun IG @jeng_saraz dalam keterangan video nan dikutip pada Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga: Nyawa 61 Penumpang Terancam! Sopir Bus PO Harapan Jaya Mabuk Sambil Ugal-ugalan di Jombang, Polisi Temukan Botol Arak

Guru tersebut mengeluhkan bahwa prosedur ini telah mengurangi waktu efektif mengajar lantaran tenaga pendidik kudu membantu proses pengemasan ulang. "Kayak gini kan menambah pekerjaan guru, waktunya ngajar malah bungkusin MBG. Terus apa gunanya dikasih tas kantong ini?" imbuhnya.

Ia juga memberikan saran agar pengedaran lebih efisien tanpa kudu menggunakan plastik tambahan.

"Niatnya kan irit plastik, ini (kantong) harusnya dikasih 2 biar satunya diantar terus dikembalikan, satunya buat anak-anak biar nggak bolak-balik," lanjutnya dalam video nan sekarang telah menembus lebih dari 1,2 juta penayangan tersebut.

Persoalan Pengembalian Kantong SPPG

Keluhan serupa juga diunggah oleh akun IG @suhardiayim. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pembimbing bekerja sama memindahkan makanan ke plastik cerah lantaran kantong bertuliskan SPPG kudu segera dikembalikan ke petugas distribusi.

Baca Juga: Kena Mental! Viral Pria Diduga Maling Helm Disoraki Berjamaah saat Bubaran Konser di Malang, Warganet: Sakitnya Melebihi Dipukuli

"Semula kantong bertuliskan SPPG sampai ke sekolah kantongnya minta dikembalikan, mini kemungkinan kantong kembali 100 persen, akhirnya pihak sekolah mengusulkan agar dikasih kantong plastik nan biasa digunakan untuk gula," tulisnya dalam kolom keterangan.

Meski permintaan plastik dikabulkan, pihak sekolah merasa direpotkan lantaran kudu mengganti bungkusan tersebut secara manual.

"Pihak sekolah jadi lebih repot lagi kudu mengganti kantong tersebut, anehnya lagi beberapa hari kemudian diulang lagi perilaku nan sama," tambahnya.

 Bawa Bekal Telur Ceplok Demi Antre Berjam-jam Reaktivasi BPJS, Tak Kuat Bayar Insulin Mahal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Syachruddien

Tags

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara