Tips Merawat Fuel Pump Motor Injeksi

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Untuk sebuah motor dengan sistem injeksi, fuel pump alias pompa bahan bakar merupakan salah satu komponen sangat vital. Berbeda dengan motor karburator nan mengandalkan style gravitasi, motor injeksi memerlukan fuel pump untuk menyedot bensin dari tangki dan menekannya dengan tekanan tinggi menuju injektor agar bensin bisa dikabutkan dengan sempurna di ruang bakar. Jika fuel pump melemah alias rusak, motor bakal mengalami indikasi seperti brebet, kehilangan tenaga saat digas, susah dihidupkan di pagi hari, hingga mogok total. Kami bakal berikan sedikit tips dalam merawat komponen tersebut.

Jangan Sering Biarkan Tangki Bensin Kosong

Sering membiarkan tangki bensin kosong (habis tak tersisa) adalah kebiasaan jelek nan paling sering mempercepat kerusakan fuel pump. Fuel pump motor injeksi modern terletak di dalam tangki. Saat bekerja, motor listrik di dalam fuel pump menghasilkan panas. Bensin di dalam tangki berfaedah dobel sebagai pelumas sekaligus pendingin alami bagi fuel pump tersebut. Jika Anda sering berkendara dengan parameter bensin di posisi E (Empty) alias menyala berkedip, fuel pump tidak terendam bensin secara utuh. Akibatnya, pompa bakal sigap panas, putaran motor dalamnya melemah, dan lama-kelamaan kumparannya bisa terbakar.Biasakan mengisi bensin kembali sebelum parameter menyentuh garis merah alias minimal saat tangki tersisa seperempat.

Selalu Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Kualitas bahan bakar berpengaruh langsung pada kebersihan dan umur pakai mekanis di dalam pompa. Bahan bakar berbobot rendah alias nan sering dibeli di satuan pinggir jalan rentan membawa kotoran, endapan lumpur, hingga kandungan air. Selain itu, bensin dengan oktan nan terlalu rendah dari rekomendasi pabrikan bisa memicu pembakaran nan tidak sempurna dan memicu kerak. Kotoran dan air nan tersedot dapat menyumbat nosel pompa, menggores tembok silinder pompa, dan menyebabkan korosi (karatan) pada komponen besi di dalam fuel pump.

Bersihkan alias Ganti Filter Bensin

Di bagian dasar fuel pump, terdapat filter kain penyaring kotoran nan sering disebut “pampers” oleh para mekanik. Tugas filter ini adalah menahan partikel mikro dan kotoran agar tidak masuk ke dalam komponen inti fuel pump dan injektor. Seiring berjalannya waktu, kotoran bakal menumpuk dan menyumbat pori-pori filter ini. Penyumbatan membikin fuel pump kudu bekerja ekstra keras untuk menyedot bensin. Beban kerja nan berat ini bakal memperpendek umur dinamo pompa. Lakukan pembersihan alias penggantian filter bensin setiap 10.000 hingga 15.000 km, alias berbarengan dengan servis besar. Jika filter sudah berwarna sangat hitam, segera tukar dengan nan baru lantaran harganya relatif murah dibandingkan mengganti satu gelondong fuel pump.

Kuras Tangki Bensin secara Berkala

Meski Anda selalu membeli bensin di SPBU resmi, kondensasi (pengembunan) udara di dalam tangki tetap bisa terjadi, terutama jika motor sering dijemur di bawah terik mentari alias ditinggal lama. Pengembunan menghasilkan tetesan air nan mengendap di dasar tangki lantaran massa jenis air lebih berat dari bensin. Air dan endapan kotoran ini lambat laun bakal memicu karat di tembok tangki besi dan menjadi musuh utama bagi dinamo fuel pump. Lakukan pengurasan tangki bensin setidaknya setahun sekali alias setiap 20.000 km. Proses ini bakal membuang lenyap sisa air dan endapan lumpur di dasar tangki sebelum sempat terisap oleh pompa.

Baca Juga : Dampak Negatif Tangki BBM Tidak Pernah Dikuras

Perhatikan Ritual Kontak On

Saat Anda memutar kunci kontak ke posisi On, Anda bakal mendengar bunyi dengungan lembut selama beberapa detik dan memandang lampu parameter Check Engine (MIL) di panel instrumen menyala lampau mati. Suara dengungan tersebut adalah tanda fuel pump sedang bekerja membangun tekanan (priming) untuk mendorong bensin menuju injektor agar siap dinyalakan. Jangan langsung menekan tombol starter saat kunci baru diputar On. Tunggu hingga bunyi dengungan lenyap dan lampu parameter MIL meninggal (sekitar 2–3 detik). Ritual sederhana ini memberikan waktu bagi fuel pump untuk mencapai tekanan kerja ideal standar (biasanya sekitar 294 kPa alias 43 psi) secara bertahap, sehingga meringankan beban kelistrikannya saat mesin pertama kali dinyalakan.

Selengkapnya
Sumber Informasi Otomotif Deltalube
Informasi Otomotif Deltalube