The Linda Lindas kembali dengan album kedua mereka ‘No Obligation’, sebuah karya nan menggambarkan perkembangan musikal dan kedewasaan mereka. Setelah mendapatkan perhatian besar dengan viralnya lagu “Racist, Sexist Boy” pada 2021 dalam album ‘Growing Up’, mereka memperkuat identitas punk mereka dalam album ini, sembari mengeksplorasi aliran nan lebih luas dan beragam.
The Linda Lindas, merupakan unit rock punk asal Los Angeles terbentuk dari campuran personil nan tetap dalam satu silsilah keluarga. Lucia (gitaris) dan Mila de la Graza merupakan kakak-adik, Eloise Wong (bassist) merupakan sepupu, kemudian ada Bela Salazar (gitaris) berdarah Amerika Latin. Keempat remaja ini mengidentifikasi diri mereka sebagai ‘Linda Linda’ nomor satu dan seterusnya berasas urutan usia. Bela menjadi personil band paling tua, sementara Mila nan paling muda.

Photo Cr. Jessie Cowan
Album ini bukan sekadar kumpulan lagu punk standar. ‘No Obligation’ menyuguhkan campuran unik antara garage rock, power pop, new wave, dan apalagi rock en español. Lagu seperti “Yo Me Estreso”, dengan kontribusi akordeon dari “Weird Al” Yankovic, menunjukkan keberanian mereka untuk bereksperimen di luar pemisah aliran biasa.
Track pembuka, “No Obligation,” menjadi pernyataan sikap untuk menentang ekspektasi sosial dengan lirik penuh daya dan vokal garang dari Eloise Wong, menggambarkan sikap pemberontakan unik punk.
Album ini memancarkan semangat dan kejujuran. Beberapa lagu, seperti “All In My Head” dan “Revolution/Resolution,” menyoroti kekhawatiran dan kebingungan nan sering dialami oleh generasi muda. Secara tematis, The Linda Lindas mengangkat rumor pemberdayaan wanita dan perjuangan melawan norma-norma sosial, menjadikannya relevan dan individual bagi pendengar muda saat ini.
Selain itu, album ini terasa seperti kumpulan cerita pendek nan mencerminkan pengalaman kolektif mereka sebagai remaja nan tumbuh di bumi nan sering kali menantang. Gaya bercerita mereka terinspirasi dari subkultur Riot Grrrl dan skena musik seperti Gilman Street, namun dengan sentuhan nan lebih modern dan inklusif.
Produksi album ini terbilang apik dengan bunyi nan tajam dan terstruktur. Meskipun mereka tetap menjalani kehidupan sekolah, kualitas aransemen dan produksi menunjukkan kematangan luar biasa. Lagu seperti “Once Upon A Time” memperlihatkan keahlian mereka memanfaatkan dinamika tempo dengan efektif, sementara lagu “Stop” memperkenalkan komponen piano, mengisyaratkan kemungkinan eksplorasi musik lebih lanjut di masa depan.
‘No Obligation’ adalah bukti bahwa The Linda Lindas bukan sekadar kejadian sesaat. Album ini menawarkan campuran daya punk nan liar dengan kedalaman emosional dan musikalitas nan berkembang. The Linda Lindas sukses menunjukkan bahwa menjadi diri sendiri adalah kekuatan terbesar, dan mereka siap meninggalkan jejak signifikan di bumi musik indie dan punk.
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·