“The Holdovers” adalah movie karya sutradara Alexander Payne, dibintangi oleh Paul Giamatti, Dominic Sessa, dan Da’Vine Joy Randolph. Film ini menjadi salah satu dari nominasi Best Picture pada Oscar 2024. Giamatti juga masuk dalam nominasi Best Actor, begitu pula Randolph untuk Best Supporting Actress. Film drama komedi ini juga masuk nominasi Best Film Editing dan Best Original Screenplay.
“The Holdovers” menceritakan Paul Hunham sebagai pembimbing sejarah nan dibenci oleh banyak siswa lantaran terlalu disiplin dan kaku. Pada liburan musim dingin, dia ditugasi menunggu murid-murid nan tidak bisa pulang, ditemani ahli masak kantin sekolah nan baru saja kehilangan anaknya. Ini adalah kisah sekelompok orang nan kesepian, tertolak, dan berkabung di liburan paling meriah di penghujung tahun.

Tiga Karakter Kesepian Kala Liburan Natal
“The Holdovers” pada tiga karakter utama, Paul Hunham, Angus Tully, dan Mary Lamb. Paul Hunham adalah pembimbing sejarah nan tak hanya dibenci oleh murid-murid, namun juga kerap mengalami pertentangan dengan guru-guru lain lantaran pandangannya nan tradisional dan idealis. Ia menjadi representasi karakter nan kesenyapan dalam kisah ini. Dimana seiring berjalannya plot, kita bakal mengumpulkan beragam argumen kenapa Paul “nyaman” dalam kesendiriannya.
Sementara Angus adalah salah satu siswa nan tidak bisa pulang lantaran ibunya lebih memilih bulan madu dengan suami barunya. Ia juga kerap menggahadapi bentrok dengan teman-temannya nan terlalu pandai. Kemudian adalah Mary Lamb, ahli masak nan berkabung lantaran ini menjadi Natal pertamanya tanpa putra tercinta nan meninggal di medan perang. Ketiga karakter menjadi representasi sempurna untuk mewakili setiap skenario terburuk nan bisa dialami saat liburan.
Awalnya, “The Holdovers” bakal mengingatkan kita pada movie klasik seperti “Dead Poets Society” (1989) dan “The Breakfast Club” (1985). Namun pada akhirnya movie nan ditulis oleh David Hemingson ini mempunyai skenario dan tema cerita nan cukup berbeda.
Selain membahas rumor anak remaja pemberontak dan sosok pembimbing displin nan salah dimengerti, movie ini mempunyai latar dan jangkauan nan lebih luas tentang beragam emosi malang nan bisa dirasakan siapapun di musim liburan nan lebih identik dengan seremoni dan suka cita.

Film Modern nan Terlihat Seperti Film Asli dari Era 70an
Sutradara Alexander Payne terinspirasi menjadi filmmaker lantaran film-film produksi era 70an nan dia tonton. Kecintaannya nan besar pada movie dari era tersebut menimbulkan ambisi dan buahpikiran unik dalam mengeksekusi “The Holdovers”. Tak hanya sebagai movie nan berlatar pada tahun 1970, movie ini terlihat seperti movie dari era 70an. Mungkin movie nan diproduksi dari era tersebut namun baru tayang di layar lebar di masa sekarang.
Mulai dari trailer-nya saja, “The Holdovers” juga mengadaptasi model trailer dari film-film era 70an. Lengkap dengan opening credit, sinopsis nan diselipkan dengan voice over narator, hingga frame nan nge-freeze dengan titel pada akhir trailer. Masuk ke filmnya pun, sejak opening credit ada banyak atribut nan ditampilkan seakan-akan movie ini produksi tahun 1970.
Film ini juga mengaplikasikan beberapa trik editing nan sudah jarang kita temukan dalam film-film modern, seperti transisi segmen dengan teknik fade-in dan fade-out. Begitu pula sounds mixing hingga pemilihan ratio dan kamera nan digunakan. Jadi semakin terasa hangat dan otentik dengan tema produksi dengan beragam teknik dari era 70an.
Akting Memikat Paul Giamatti dan Da’Vine Joy Randolph
Paul Giamatti bisa jadi salah satu kandidat kuat dalam Best Actor Oscar 2024 melalui penampilannya dalam “The Holdovers”. Ini waktunya menyadari juga bahwa memainkan peran orisinal memerlukan upaya lebih dibandingkan dengan memainkan karakter biopik. Bukan pembimbing dengan reputasi killer nan satu dimensi, Paul Hunham adalah laki-laki old soul, pengapresiasi tradisi dan sejarah.
Tidak sekadar pembimbing displin nan pahit dan tidak peka dengan murid-murid. Dalam beberapa momen, kita juga bakal diperlihatkan gimana Paul tidak layak dicap sebagai pembimbing killer. Giamatti bisa hadirkan karakter orisinal dengan presentasi akting nan konsisten. Kompleksitas lapisan karakternya dikupas satu per satu seiring berjalannya cerita. Begitu pula Da’Vine Joy Randolph nan menjadi kandidat terkuat untuk Best Supporting Actress. Sang aktris sudah mengantongi penghargaan BAFTA dan Golden Globe.
“The Holdovers” menjadi movie debut bagi Dominic Sessa. Berperan sebagai Angus Tully, sebagai tokoh muda dia sukses mengimbangi penampilan dengan dua tokoh seniornya. Terutama dengan Giamatti, chemistry keduanya dapat banget sebagai pembimbing dan siswa nan secara tidak terduga menjalin hubungan baik selama liburan tersebut.
Secara keseluruhan, “The Holdovers” adalah movie drama bertema Natal nan berbeda dalam skenanya. Tak hanya untuk nan merayakan Natal, skenario ini juga relevan untuk beragam hari raya besar. Bagi kita nan kehilangan orang tercinta alias tidak bisa pulang kampung, dimana pastinya terasa menyebalkan. Film ini mau datang sebagai surat cinta dengan pelukan hangat bagi siapa saja nan kesenyapan di kala liburan.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·