Teks Khutbah Nikah Bahasa Arab

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Teks Khutbah Nikah Bahasa ArabTeks Khutbah Nikah Bahasa Arab

– Teks khutbah nikah bahasa Arab merupakan bagian krusial dalam prosesi janji nikah. Khutbah Nikah biasanya dibacakan sebelum ijab kabul sebagai corak nasihat, pengingat, dan doa bagi calon pengantin agar membangun rumah tangga nan sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dalam khutbah nikah terkandung pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, wasiat takwa, serta ayat Al-Qur’an dan sabda nan menjelaskan keistimewaan pernikahan.

Bagi masyarakat Muslim Indonesia teks khutbah nikah Arab, latin, dan artinya sering dijadikan rujukan dalam penyelenggaraan janji nikah. Selain membantu memahami makna setiap bacaan, transliterasi latin juga memudahkan penghulu, tokoh agama, maupun masyarakat nan belum lancar membaca tulisan Arab.

Berikut disajikan teks khutbah nikah komplit bahasa Arab, transliterasi latin, dan terjemahan bahasa Indonesia nan dapat digunakan sebagai referensi untuk janji nikah, pembelajaran, maupun kajian tentang norma dan tata langkah pernikahan dalam Islam.

Teks Khutbah Nikah Bahasa Arab

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلُ الْخَلْقِ وَالْوَرَا وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا كَثِيْرًا

Alhamdulilâhilladzî khalaqa minal mâ`i basyaran faja’alahu nasaban wa shihran wa kâna Rabbuka qadîran. Wa asyhadu al lâ ilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasûlahu. Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin afdlalul khalqi wal warâ wa ‘alâ âlihi wa shahbihi shalâtan wa salâman katsîran.

Artinya; Segala puji bagi Allah nan telah menciptakan manusia dari air, lampau menjadikannya mempunyai hubungan keturunan dan hubungan pernikahan. Dan Tuhanmu Mahakuasa atas segala sesuatu.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan nan berkuasa disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, makhluk nan paling utama dan paling mulia, serta kepada family dan para sahabat beliau dengan shalawat dan salam nan berlimpah.

أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقِوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالٰى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Amma ba’du. Fa yâ ayyuhal hâdlirûn, ûshîkum wa nafsî bi taqwallâh faqad fâzal muttaqûn. Qâlallâhu ta’âla fî kitâbihil karîm: Yâ ayyuhalladzîna âmanû ittaqullâha haqqa tuqâtihi wa lâ tamûtunna illâ wa antum muslimûn.

Artinya; Amma ba‘du. Wahai hadirin nan dimuliakan Allah, saya beramanat kepada diriku sendiri dan kepada kalian semua agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Sungguh beruntung orang-orang nan bertakwa.

Allah Ta‘ala berfirman dalam Kitab-Nya nan mulia:

“Wahai orang-orang nan beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali Anda meninggal selain dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102).

وَاعْلَمُوْا أَنَّ النِّكَاحَ سُنَّةٌ مِنْ سُنَنِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَمَا وَاللهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلّٰهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لٰكِنِّيْ أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّيْ وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ

Wa’lamû annannikâha sunnatun min sunani Rasulillâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Wa qâla annabiyyu shallallâhu ‘alaihi wa sallam: Amâ wallâhi innî la`akhsyâkum lillâhi wa atqâkum lahu, lakinnî ashûmu wa ufthiru, wa ushalli wa arqadu wa atazawwaju an-nisâ`a, faman raghiba ‘an sunnatî fa laisa minnî.

Artinya; Ketahuilah bahwa pernikahan adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Demi Allah, sesungguhnya saya adalah orang nan paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan juga beristirahat, serta saya menikahi perempuan. Maka peralatan siapa membenci sunnahku, dia bukan termasuk golonganku.”

وَقَالَ أَيْضًا يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Wa qâla aidhan, yâ ma’syarasy syabâba man istathâ’a minkum al-bâ`ata fal yatazawwaj, fainnahu aghadldlu lil bashari wa ahshanu lil farji, man lam yastathi’ fa ‘alaihi bish shaumi fainnahu lahu wijâ`un.

Artinya; Nabi juga bersabda: “Wahai para pemuda, peralatan siapa di antara kalian nan telah bisa menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Dan peralatan siapa belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, lantaran puasa menjadi perisai baginya.”

وَقَالَ أَيْضًا خَيْرُ النِّسَاءِ امْرَأَةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفَظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ

Wa qâla aidhan, khairun nisâ`a imra`atun idzâ nadzarta ilaihâ sarratka, wa idzâ amartahâ athâ’atka, wa idzâ ghibta ‘anhâ hafadzatka fî nafsihâ wa mâlika.

Artinya; Nabi juga bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah wanita nan andaikan engkau memandangnya, dia menyenangkan hatimu; andaikan engkau memerintahkannya, dia menaatimu; dan andaikan engkau tidak berada di sisinya, dia menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.”

وَقَالَ اللهُ تَعَالٰى يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ. وَقَالَ أَيْضًا وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْم

Wa qâlallâhu ta’âla, yâ ayyuhannâsu innâ khalaqnâkum min dzakarin wa untsa wa ja’alnâkum syu’ûban wa qabâila li ta’ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum.

Wa qâla aidlan, wa ankihû al-ayyâma minkum wash shâlihîna min ‘ibâdikum wa imâikum in yakûnû fuqarâ`a yughnihimullâha min fadhlihi wallâhu wâsi’un ‘alîm.

Artinya; Allah Ta‘ala berfirman:

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Anda dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lampau Kami jadikan Anda berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar Anda saling mengenal. Sesungguhnya nan paling mulia di sisi Allah adalah nan paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Dan Allah juga berfirman:

“Nikahkanlah orang-orang nan tetap sendiri di antara Anda dan orang-orang nan layak menikah dari hamba-hamba sahayamu nan laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah bakal memberi keahlian kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكِرِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمَ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

Bârakallâhu lî wa lakum fil qur`ânil ‘adzîm. Wa nafa’anî wa iyâkum bimâ fîhi minal âyati wadz dzikril hakîm wa taqabbal minnî wa minkum tilâwatahu innahû huwat tawâbur rahîm.

Artinya; Semoga Allah memberkahiku dan kalian melalui Al-Qur’an nan agung. Semoga Allah memberikan faedah kepada kita melalui ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran nan penuh hikmah di dalamnya. Semoga Allah menerima bacaanku dan referensi kalian. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

أَعُوْذُ بِا للّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

A’ûdzu billâhi minasy syaithânirrajîm yâ ayyuhannâsu ittaqullâha rabbakumulladzî khalaqakum min nafsin wâhidatin wa khalaqa minhâ zaujahâ wa batstsa minhumâ rijâlan katsîran wa nisâ`a. wattaqullâha alladzî tasâ`alûna bihi wal arhâm. Innallâha kâna ‘alaikum raqîba.

Aku berlindung kepada Allah dari bujukan setan nan terkutuk.

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu nan telah menciptakan Anda dari satu jiwa. Dari jiwa itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia mengembangbiakkan laki-laki dan wanita nan banyak. Bertakwalah kepada Allah nan dengan nama-Nya Anda saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa’: 1).

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَاسْتَغْفِرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِسَائِرِ الْمُسِلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Aqûlu qauli hâdzâ wastaghfirullâha al-‘adzîm lî wa lakum wali wâlidayya wali masyâyikhina wali sâiril muslimîna. Fastaghfirûhu innahû huwal ghafûrurrahîm.

Artinya; Aku menyampaikan perkataan ini dan memohon maaf kepada Allah nan Maha Agung untuk diriku, untuk kalian, untuk kedua orang tuaku, para pembimbing dan masyayikhku, serta seluruh kaum muslimin.

Maka mohonlah maaf kepada-Nya, lantaran sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Demikian teks khutbah nikah bahasa Arab komplit dengan transliterasi latin dan terjemahannya. Khutbah nikah tidak hanya menjadi rangkaian pembuka dalam janji nikah, tetapi juga mengandung nasihat krusial tentang ketakwaan, tanggung jawab, serta tujuan membangun family nan selaras sesuai tuntunan Islam.

Melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan sabda Rasulullah SAW nan dibacakan, kedua mempelai diingatkan untuk menjadikan pernikahan sebagai ibadah dan sarana meraih kebahagiaan bumi serta akhirat.

Semoga teks khutbah nikah Arab, latin, dan artinya ini dapat menjadi referensi nan berfaedah bagi calon pengantin, penghulu, tokoh agama, maupun masyarakat nan mau memahami makna dan keistimewaan pernikahan dalam Islam.

Sertifikasi Halal

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah