Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Lengkap

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 LengkapTata Cara Shalat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Lengkap

– Berikut tata langkah shalat Gerhana bulan. Sejatinya, shalat eklips adalah shalat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) nan dilaksanakan saat terjadi gerhana, baik eklips mentari (khusuf syams) maupun eklips bulan (khusuf qamar).

Di Indonesia, eklips bulan total bakal terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 dengan magnitudo 1.1526. Gerhana bulan terjadi ketika Bulan dalam fase purnama bergerak memasuki gambaran Bumi sehingga sinar Matahari nan menuju Bulan terhalang oleh Bumi.

Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika Bulan nan sedang berada dalam fase purnama melewati gambaran Bumi. Akibatnya, Bulan tampak gelap alias berwarna kemerahan (sering disebut “blood moon”).

Dalam Islam, kejadian ini menjadi tanda kebesaran Allah yang dianjurkan untuk disikapi dengan memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan shalat gerhana.

Adapun tata langkah shalat Gerhana Bulan, sebagai berikut:

  1. Niat.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَاماً/ مَأْمُوْماً لِلّٰهِ تَعَالَى 

 Ushalli sunnatan likhusufil qamari rak’ataini imaman / makmuman lillahi ta’ala

 Artinya, “Saya niat shalat sunnah eklips Bulan dua rakaat sebagai pemimpin alias makmum lantaran Allah ta’ala.”

2. Takbiratul ihram. mengangkat tangan sembari mengucapkan Allahu akbar. Makmum melakukan takbiratul ihram setelah pemimpin melakukannya.

3. Membaca angan iftitah

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allahu akbar kabiro wal hamdu lillahi katsiro, wa subhanallohi bukrotaw wa ashila inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharos samawati wal ardho hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya; Allah Maha Besar, Maha Sempurna pujian bagi Allah, dan Maha Suci Allah di pagi dan petang hari. Sesungguhnya saya menghadapkan wajahku kepada Tuhan nan menciptakan langit dan bumi dengan lurus, sebagai muslim, dan saya bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan demikian saya diperintahkan, dan saya adalah orang nan bertawakal diri.

4. kemudian membaca Al Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

Bismillahir rohmanir Rohim (1) alhamdu lillahi robbil ‘alamin (2) arrohmanir rohim (3) maliki yaumid din (4) iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (5) ihdinas shirotol mustaqim (6) shirotol ladzina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdubi ‘alaihim wa lad dhollin (7)

5. Kemudian membaca surah  dari Al-Qur’an.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Qul huwallāhu, aḥadallāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.

6. kemudian ruku’;

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal ‘adhimi wa bihamdihi.

7. Kemudian bangkit dari ruku’ (iktidal);

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami’allahu liman hamidah.

Artinya: “ Aku mendengar orang nan memuji-Nya.”

8. Kemudian saat berdiri dilanjutkan membaca: 

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du.

Artinya: “ Ya Allah Tuhan Kami, Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh peralatan nan Kau kehendaki sesudah itu.”

9. Sujud,

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal a’laa wa bi hamdih

Artinya: Mahasuci Rabbku nan Mahatinggi dan pujian untuk-Nya

10. Duduk di antara dua sujud sembari membaca:

بِّ اغْفِرْلِىْ وَارْحَمْنِىْ وَاجْبُرْنِىْ وَارْفَعْنِىْ وَازُقْنِىْ وَاهْدِنِىٌ وَعَا فِنِىْ وَاعْفُ عَنِّىْ

Rabighfirlii, Warhamnii, Wajburnii, Warfa’ni, Warzuqnii, Wahdini, Wa’aafinii, Wa’fuannii

11. Sujud kembali

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal a’laa wa bi hamdih

Artinya: Mahasuci Rabbku nan Mahatinggi dan pujian untuk-Nya

12. Kembali  namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat lain. Berdiri nan kedua ini lebih singkat dari nan pertama;

13. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) nan panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;

14. Kemudian bangkit dari ruku’ (iktidal);

15. Kemudian sujud nan panjangnya sebagaimana ruku’, lampau duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

16. Kemudian bangkit dari sujud lampau mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama hanya saja referensi dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;

17. Tahiyat akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ،

‎وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِ  سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ  سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ،  فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullaah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad. Wa alaa aali sayyidina muhammad.

Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahim wa’alaa aali sayyidinaa ibraahim wabaarik ‘alaa sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidina Ibraahiim fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya; Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah nan sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan nan berkuasa disembah selain Allah. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.

Ya Allah. Limpahilah rahmat atas family Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah nan terpuji, dan Maha Mulia.

18. Salam.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalaamu alaikum wa rahmatullah

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.

19. Setelah itu pemimpin menyampaikan khotbah kepada para jamaah nan berisi rekomendasi untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah.

Demikian penjelasan tata langkah shalat Gerhana bulan total, nan bakal terjadi pada 3 Maret 2026. Ini merupakan momen langka nan bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Melaksanakan shalat eklips bukan hanya mengikuti sunnah Rasulullah, tetapi juga sebagai corak kesadaran bakal kebesaran Sang Pencipta atas alam semesta.

Semoga kita termasuk hamba nan senantiasa mengambil pelajaran dari setiap tanda kebesaran-Nya. Aamiin.

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah