
TikTok/@gardenhouseael
- Hama trips pada tanaman cabai sering kali muncul tanpa disadari dan langsung menimbulkan kerusakan. Ukurannya nan mini membikin banyak orang baru menyadari keberadaannya saat daun cabe mulai berubah warna dan tampak tidak sehat.
Serangan trips bisa sangat mengganggu lantaran (benih)penyakit ini mengisap cairan daun dan bunga. Akibatnya, daun cabe menjadi keriting, muncul bercak keperakan, dan pertumbuhan tanaman terganggu.
Jika tidak segera ditangani, trips dapat menurunkan kualitas dan jumlah buah cabe secara signifikan. Tanaman menjadi lemah, mudah terserang penyakit lain, dan hasil panen pun tidak maksimal.
Nah, untuk menangani trips ini, Anda bisa simak tutorialnya nan telah BrilioFood rangkum dari TikTok @gardenhouseael pada Senin (29/12).
Trik basmi trips di tanaman cabe dengan bahan dapur.
1. Siram tanaman dengan air bertekanan tinggi.

foto: TikTok/@gardenhouseael
Gunakan air mengalir dengan tekanan cukup kuat untuk menyiram daun cabai. Semprotan ini membantu merontokkan trips nan menempel di permukaan daun dan batang. Lakukan di pagi alias sore hari agar tanaman tidak stres akibat panas.
2. Siapkan larutan sabun cuci piring dan air.

foto: TikTok/@gardenhouseael
Campurkan sedikit sabun cuci piring dengan air bersih ke dalam botol spray. Sabun membantu melapisi tubuh trips sehingga (benih)penyakit ini susah bergerak dan bernapas. Gunakan sabun secukupnya saja agar tidak merusak daun cabai.
3. Semprotkan larutan ke seluruh bagian tanaman.

foto: TikTok/@gardenhouseael
Semprotkan cairan sabun ke daun, batang, dan terutama bagian belakang daun tempat trips sering bersembunyi. Lakukan penyemprotan secara merata agar hasilnya maksimal. Sebaiknya semprot di sore hari untuk menghindari daun terbakar matahari.
4. Ulangi dan amati perubahan pada tanaman.

foto: TikTok/@gardenhouseael
Dalam waktu satu hari, trips biasanya sudah berkurang drastis alias pergi. Daun cabe bakal terlihat lebih bersih dan tidak lengket. Jika serangan cukup parah, ulangi langkah ini beberapa hari kemudian sampai (benih)penyakit betul-betul hilang.
FAQ Seputar kegunaan air sabun cuci piring untuk tanaman.
Air sabun cuci piring sering dimanfaatkan sebagai solusi sederhana untuk perawatan tanaman. Meski mudah didapat, penggunaannya tetap perlu dipahami agar kondusif dan efektif.
1. Bagaimana langkah kerja air sabun cuci piring dalam mengendalikan hama?
Air sabun bekerja dengan merusak lapisan pelindung tubuh (benih)penyakit seperti trips, kutu daun, dan tungau. Kondisi ini membikin (benih)penyakit kehilangan kelembapan tubuh dan akhirnya mati. Efeknya berkarakter kontak langsung, bukan memperkuat lama.
2. Apakah semua jenis sabun cuci piring kondusif untuk tanaman?
Tidak semua sabun cuci piring kondusif digunakan untuk tanaman. Sebaiknya pilih sabun tanpa pewangi, pemutih, alias bahan kimia keras. Sabun nan terlalu kuat bisa menyebabkan daun terbakar alias menguning.
3. Seberapa sering air sabun boleh disemprotkan ke tanaman?
Air sabun sebaiknya digunakan maksimal 1–2 kali seminggu. Penyemprotan terlalu sering dapat mengganggu lapisan alami daun. Setelah (benih)penyakit berkurang, hentikan pemakaian dan bilas tanaman dengan air bersih.
4. Apakah air sabun bisa merusak daun tanaman?
Air sabun bisa merusak daun jika konsentrasinya terlalu pekat. Gejalanya biasanya berupa daun layu, bercak, alias tepi daun mengering. Karena itu, selalu gunakan larutan encer dan uji pada satu daun terlebih dahulu.
5. Apakah air sabun memengaruhi serangga baik di tanaman?
Air sabun tidak membedakan antara (benih)penyakit dan serangga berfaedah jika terkena langsung. Oleh karena itu, penyemprotan sebaiknya dilakukan hanya pada bagian tanaman nan terserang. Hindari menyemprot saat banyak serangga baik aktif di sekitar tanaman.
(brl/psa)
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·