RMI PBNU Resmi Buka FoELT-RMI 2026, Siapkan Santri NU Berkelas Global

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
RMI PBNU Resmi Buka FoELT-RMI 2026, Siapkan Santri NU Berkelas Global*RMI PBNU Resmi Buka FoELT-RMI 2026, Siapkan Santri NU Berkelas Global*

— Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU secara resmi membuka program FoELT-RMI 2026 (Foundation of English Language Training: The Next Islamic Studies Scholar) sebagai upaya strategis meningkatkan kapabilitas santri dalam penguasaan bahasa Inggris, sekaligus memperkuat transformasi sumber daya manusia pesantren dalam menghadapi tantantang global.

Pembukaan program berjalan dengan khidmat dan dihadiri oleh jejeran pengurus RMI PBNU, para mitra lembaga, serta peserta terpilih dari beragam pesantren di Indonesia. Program ini menjadi bagian krusial dari agenda besar Transformasi Pesantren, khususnya pada aspek transformasi sumber daya manusia, sebagaimana menjadi visi utama PBNU dan RMI.

Dalam sambutannya, Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Ariev, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program ini dan menekankan bahwa FoELT-RMI bukan sekadar training bahasa Inggris biasa, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan pesantren dan Nahdlatul Ulama secara keseluruhan.

“Alhamdulillah sore ini program kita buka bersama. Program ini kita rancang untuk memberikan faedah nyata bagi santri, khususnya dalam keahlian bahasa Inggris. Ini tidak semata-mata untuk kepentingan individu, tetapi untuk kemajuan pesantren dan Nahdlatul Ulama,” ujar Kiai Hodri, Jumat (30/01/2026).

Menurutnya, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi salah satu kunci utama agar santri dapat mengakses literatur global, melanjutkan studi ke luar negeri, serta berkedudukan aktif dalam percakapan keilmuan internasional, terutama dalam bagian Islamic Studies.

“Program ini seyogianya kita buka dan jadikan teladan bagi santri nan lain. Kita perlu menunjukkan bahwa jika kita belajar dengan baik, sungguh-sungguh, dan terarah, maka bakal ada kesempatan besar nan terbuka di hadapan kita,” lanjutnya.

Kiai Hodri juga menambahkan bahwa FoELT-RMI merupakan bagian integral dari Program Transformasi Pesantren, nan bermaksud mendorong perubahan sistemik dan berkepanjangan dalam pengelolaan pesantren, termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

“Dengan adanya program ini, jalinan nan kita bangun menjadi semakin kuat untuk mendorong adik-adik santri lainnya. Ini menjadi bagian dari Program Transformasi Pesantren, khususnya dalam transformasi sumber daya manusia. Ini salah satu bagian krusial dari upaya besar kita,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan angan agar program ini membawa keberkahan dan faedah luas, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi pesantren, NU, dan umat secara umum.

“Insyaallah, ini bakal menjadi sesuatu nan nyata, menjadi maunah dari Allah, dan menjadi pahala bagi kita semua nan terlibat di dalamnya,” tuturnya.

Senada dengan itu, Pengurus RMI PBNU, Gus Ulun Nuha menyampaikan apresiasi kepada para peserta terpilih. Menurutnya, program ini merupakan kesempatan berbobot untuk meningkatkan keahlian bahasa sebagai bekal melanjutkan studi ke jenjang keilmuan nan lebih tinggi.

“Selamat kepada teman-teman semua. Ini kesempatan nan sangat berbobot untuk meningkatkan keahlian bahasa, terutama dalam rangka melanjutkan studi Islamic Studies. Program ini adalah bagian dari transformasi pesantren nan menjadi visi utama RMI PBNU,” ujarnya pada Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda besar Transformasi Pesantren nan digagas oleh PBNU, dengan RMI sebagai rumah besar pesantren Nahdlatul Ulama.

Visi transformasi ini bermaksud melahirkan generasi santri nan tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga bisa beradaptasi dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Rabithah Ma’ahid Islamiyah sebagai rumah besar pesantren NU menjadi ujung tombak dalam mewujudkan visi Ketua Umum PBNU tentang transformasi pesantren. Program ini adalah salah satu bentuk nyata dari visi tersebut,” tegasnya.

Gus Ulun juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan program ini sebaik-baiknya sebagai bekal dalam meraih jenjang keilmuan nan lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Sebagai orang-orang nan sedang mencari ilmu, dan sebagai bagian dari bumi pesantren pada umumnya, mari kita laksanakan nikmat dan amanah ini dengan penuh kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari support beragam pihak. FoELT-RMI 2026 didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dikoordinasikan oleh NUS Lakspesdam, serta dilaksanakan berbareng RMI PBNU. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan bisa memperkuat kualitas program, memperluas jangkauan manfaatnya, serta memastikan keberlanjutan program di masa mendatang.

Lebih jauh, program ini diharapkan bisa melahirkan peneliti dan master dalam Islamic studies scholar dari kalangan pesantren nan mempunyai kompetensi global, tanpa kehilangan jati diri keislaman dan ke-NU-an. Santri diharapkan tetap berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren, sekaligus bisa menjembatani tradisi tersebut dengan wacana keilmuan modern dan global.

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah