Disney+ Hotstar sudah menjadi salah satu platform streaming terpopuler di Indonesia. Katalognya nan tidak terlalu overwhelming mempermudah kita untuk menentukan tontonan terbaru. Mulai dari serial superhero terbaru, k-drama terbaik, hidden gems dari skena Jepang, dan beberapa serial Indonesia nan patut untuk ditonton.
Ada banyak serial terbaik di Disney+ Hotstar nan mungkin terlewatkan. Baik serial nan sangat terkenal hingga serial terbaik nan underrated. Mulai serial nan langsung tamat, hingga nan sudah dikonfirmasi lanjut ke season berikutnya, ini dia sederet serial terbaik di Disney+ Hotstar rekomendasi spesial jenis Cultura.
Loki Season 1-2
“Loki” sudah dikonfirmasi mengakhiri kisah God of Mischief dengan berakhirnya Season 2. Dimana menjadi penguat status serial ini nan tetap menjadi serial terbaik di MCU sejauh ini. Masih jadi satu-satunya titel nan mendapatkan season kedua, mengejutkan gimana MCU tidak hanya sekadar mengeksploitasi anak emasnya. “Loki” memang layak mendapatkan season kedua dengan ending nan sempurna.
Sekarang kedua season dengan bagian komplit sudah bisa di-binge di Disney+ Hotstar. Tom Hiddelston sebagai Loki telah memberikan penampilan nan konsisten selama 14 tahun. Kita bisa memandang gimana karakter ini akhirnya mengalami perkembangan dari villain menjadi pahlawan dengan glorious purpose-nya.
Moon Knight
Jika “Echo” bisa mendapatkan rating TV-MA, dimana serial ini bakal mempunyai visual dewasa dan segmen kekerasan, banyak nan menyayangkan “Moon Knight” tidak dieksekusid dengan rating serupa. Setelah beberapa kali kandas di masa lampau menampilkan titel MCU dengan tone nan gelap,”Moon Knight” adalah presentasi serial MCU dengan tema suram nan paling berhasil. Menceritakan Marc Spector nan terpilih menjadi avatar dari Khonshu, dewa dengan visi kompleks dalam upaya memusnahkan kejahatan di muka bumi.
“Moon Knight” mempunyai estetika Mesir antik nan diaplikasikan dengan sempurna. Mulai dari pengarahan musik, pemilihan letak nan mendukung sinematografi, hingga referensi sejarah Mesir antik nan memberikan nuansa pada semesta “Moon Knight”. Naskah dengan sentuhan suspense, thriller, dan misteri ilmu jiwa juga menghadirkan keseruan tersendiri. Jika “Loki” bisa mendapatkan season 2, “Moon Knight” juga menjadi serial MCU nan patut mendapatkan season terbaru di Disney+.
The Bear Season 1-2
“The Bear” merupakan salah satu serial terbaik saat ini nan sayang untuk dilewatkan di Disney+ Hotstar. Serial komedi tragedi ini bercerita tentang Carmy, meski telah sukses sebagai chef di New York, dia kembali ke Chicago untuk memenuhi surat wasiat saudaranya nan meninggal; melanjutkan upaya warung sandwich nan telah diambang kebangkrutan.
Season 1 pertama terkenal dengan tensi dan level stress nan sangat tinggi nyaris dalam setiap epsiodenya. Membuat “The Bear” terkenal bagi penonton nan secara spesifik menikmati aktivitas seperti “Hell’s Kitchen”. Tidak mengandalkan trik nan sama, Season 2 menampilkan beberapa komponen baru. Menunjukan bahwa serial ini mempunyai talenta untuk mengembangkan naskahnya daripada main kondusif lantaran popularitasnya. “The Bear” Season 3 sudah dikonfirmasi.
Abbott Elementary Season 1-2
“Abbott Elementary” merupakan salah sitkom terpopuler nan ada Disney+ Hotstar. Sitkom Amerika buatan Quinta Brunson nan juga menjadi bintang utama ini telah meraih banyak prestasi penghargaan. Berhasil masuk dalam 7 nominasi Primetime Emmy Awards dan membawa pulang 3 kemenangan. Kedua season “Abbott Elementary” dengan bagian komplit sudah bisa di-binge di Disney+ Hotstar.
“Abbott Elementary” merupakan sitcom mockumentary tentang sekelompok pembimbing di Philadelphia’s Willard R. Abbott Elementary School, sekolah dasar negeri di area masyarakat kulit hitam. Sitkom ini membujuk kita memandang suka duka menjadi pembimbing di sekolah negeri dengan segala keterbatasannya. Konsep mockumentary-nya sangat serupa dengan sitkom terkenal “The Office”, bedanya hanya ini latarnya di sekolahan dasar.
A Murder at the End of the World
Yang tetap sangat baru dan akhirnya selesai, “A Murder at the End of the World” merupakan serial whodunit dengan 7 bagian saja nan sudah bisa di-binge. Dibintangi oleh Emma Corrin sebagai Darby Hart, dijuluski sebagai Sherlock Holmes-nya Gen Z nan jago hacking. Popularitas novel misterinya menarik perhatian Andy, konglomerat teknologi, nan mengundangnya untuk retreat di ujung bumi berbareng orang-orang dengan pekerjaan menarik lainnya. Tentu saja, keadaan berubah ketika pembunuhan terjadi.
Serial ini seperti movie “Glass Onion: A Knives Out Mystery” bedanya tone-nya jauh lebih gelap dan serius. Aplikasi tema teknologi, internet, hacking, dan kecerdasaan buatan (A.I.) dalam naskahnya membikin serial whodunit ini terasa lebih fresh dan beda dari sajian whodunt nan sudah pernah ada lainnya.
Extraordinary
Di tengah ketenaran serial “The Boys” yang sajikan konsep baru dalam skena superhero, ada “Extraordinary” nan juga mempunyai konsep unik dalam aliran superhero. Jika “The Boys” menyatiri MCU dan DC, serial superhero Inggris ini adalah jenis dewasa dari movie superhero 2000an, “Sky High”. Jen adalah wanita di ujung usia 20an nan mengalami krisis quarter dalam kehidupan. Ketika normalnya semua orang di dunianya mendapatkan kekuatan super di usia 18, Jen tak kunjung mendapatkan kekuatan super nan membikin hidupnya terasa sulit.
Tidak konsentrasi dengan tindakan dan laga nan sudah sering kita temukan dalam skena ini, “Extraordinary” mengangkat tema krisis kehidupan di usia 20an nan disimbolkan dengan tema superhero. Mungkin lebih tepatnya disebut superhuman lantaran di semesta ini semua orang punya kekuatan dan tidak ada sosok superhero nan mendominasi dunia. Ketika semua orang mempunyai kekuatan super, bisa jadi Jen adalah orang nan spesial lantaran menjadi satu-satunya tanpa kekuatan.
Moving
“Moving” merupakan kdrama bertema superhuman/superhero nan mengingatkan kita pada “Heroes”. Mungkin kudu cukup sabar menonton 7 bagian pertamanya, namun episode-episodenya bakal semakin menarik setelah itu.
Dalam semesta “Moving”, manusia dengan kekuatan super menyembunyikan identitasnya, bekerja untuk agensi pertahanan negara sebagai ‘aset’ berharga. Namun, ketiga perputaran generasi berlangsung, para pemasok rahasia memulai kehidupan baru dan menyembunyikan anak-anak mereka dari pihak nan mau memanfaatkan kekuatan mereka.
Meski pengaruh CGI-nya tetap kalah dengan produksi superhero barat, “Moving” lebih kuat dalam pokok masalah dan backstory dari masing-masing karakter nan membumi. Mulai dari mantan mafia nan beranjak menjadi pemasok rahasia, kisah cinta ala Mr. and Mrs. Smith, hingga drama pertemanan sekolah dari penerus generasi superhuman nan tetap perlu diasa kekuatannya. “Moving” menyajikan semesta superhero baru dalam skenanya dan patut ditonton buat kita nan ta pernah capek meneksplorasi aliran intermezo ini.
Revenant
“Revenant” juga menjadi kdrama terbaru nan patut ditonton oleh fans horor. Dibintangi oleh Kim Tae-ri (The Handmaiden) sebagai Gu San-yeong, dia “ketempelan” roh jahat setelah menerima peralatan misterius peninggalan mendiang ayahnya. Dibantu oleh guru besar Yeom, San-yeong melakukan investigasi supernatural berbareng untuk mengakhiri kutukan tersebut.
“Revenant” mungkin bukan kdrama seram dengan jumpscare dan banyak penampakan hantu nan mengerikan. Serial ini condong mempunyai plot investigasi misteri. Menariknya tak hanya dari kacamata supernatural, namun juga pendekatan logika dengan hadirnya karakter detektif senior dan juniornya dalam memecahkan kasus ini.
Plot K-drama secara keseluruhan juga fokus, bukan tipikal kdrama dengan side-story dan sentuhan romansa nan menyantap durasi. Setiap bagian nan panjang dimaksimalkan untuk mengulik misteri dibalik kutukan nan dialami Kim Tae-ri.
Gannibal
Memasuki skena serial-serial Jepang di Disney+ Hotstar, “Gannibal” adalah serial seram Jepang terbaik di platform ini. Bercerita tentang Agawa Daigo, seorang polisi dari kota besar nan pindah tugas ke desa terpencil. Bersama dengan istri dan anaknya, Daigo berupaya beradaptasi dengan masyarakat desa nan mempunyai budaya tidak biasa. Hingga akhirnya Daigo menemukan kejanggalan ketika berjumpa family Goto. Keluarga Goto sudah lama tinggal di desa tersbut dan menyimpan rahasia mengerikan nan mengundang Daigo untuk mengungkapnya.
Dari reputasi dan judulnya, kita tau bahwa “Gannibal” mengangkat cerita seram kanibal. Sebagai sajian seram Jepang, mengejutkan gimana plot dari setiap bagian serial ini berkembang dengan cepat. Dijamin tak bakal bikin jenuh dan justru semakin penasaran mengikuti investigasi Daigo. Meskipun tentang kanibal, serial ini tidak mempunyai visual nan sadis. Ending season pertama memang menggantung, namun “Gannibal” sudah dikonfirmasi bakal mendapatkan season kedua.
Because We Forget Everything
Ada beberapa serial slice of life Jepang nan underrated di Disney+ Hotstar, salah satunya adalah “Because We Forget Everything”. Dibintangi oleh Hiroshi Abe sebagai protagonis nan hanya disebut sebagai ‘sensei’. Sebagai seorang penulis novel misteri pembunuhan, sensei rupanya mempunyai keseharian nan repetitif, membosankan, namun tenang. Hingga suatu hari hidupnya sedikit terusik ketika kekasihnya menghilang tanpa jejak setelah malam Halloween.
Premisnya mengindikasikan serial misteri dengan plot pencarian sang kekasih sensei. Namun ini betul-betul serial slice of life tentang kehidupan seorang laki-laki nan sederhana di tengah latar kota modern. Kita bakal mengikutinya sarapan di kafeyang sama dan nongkrong di bar musik nan sama setiap episode. Sakng tenggelamnya dengan rutinitas sensei, mungkin kita mulai merasakan kenyamaan dan tidak terlalu peduli dengan plot pencarian kekasihnya.
A Town Without Seasons
Satu lagi serial slice of life Jepang underrated di Disney+ Hotstar adalah “A Town Without Seasons”. Serial ini protagonisnya juga seorang penulis, namanya Hansuke. Hansuke pindah di letak pemukiman sementara berbareng kucingnya. Dimana dia mendapatkan pekerjaan menulis cerita apapun dari kejadian sehari-hari nan dia temukan di letak tersebut, kemudian mengirimnya pada pihak tertentu untuk mendapatkan penghasilan demi menyambung hidup. Ketika Hansuke semakin nyaman di pemukiman tersebut dan mengetahui akibat dari pekerjaannya, Hansuke mulai mengalami dilema dalam melanjutkan pekerjaannya.
Sebagai serial slice of life, “A Town Without Seasons” terasa lebih segar dengan sentuhan surealisme-nya. Ada banyak segmen biasa-biasa saja nan divisualisasikan secara hiperbola dan metafora, salah satu nan paling kocak adalah bentuk manusia dari kucing Hansuke, Tora. Serial ini paling cocok buat kita nan familiar dengan aliran slice of life, kebudayaan, dan lawakJepang nan khas. Tak hanya mengundang tawa, serial ini juga mengandung kisah-kisah mengharukan.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·