foto: TikTok/@@pinkan.mambo_11; TikTok/@sibungbung
- Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah review kuliner nan jujur dan blak-blakan. Kali ini, giliran produk donat dari penyanyi Pinkan Mambo nan menjadi sorotan setelah dicicipi oleh food vlogger ternama, salah satunya @nanakoot di TikTok. Dalam videonya, Nanakoot memulai ulasannya bukan dari rasa, melainkan dari kesan pertama pada kemasannya. Ia mempertanyakan kotak donat seharga nyaris Rp200 ribu untuk 9 buah nan menurutnya kurang premium.
“Bukan mau julid ya, tapi ini dua ratus ribu saya beli. Isinya empat macem mix cuman dapet kotak e kayak gini, nih, tuh,” ujar Nanakoot sembari menunjukkan kotak donat nan terkesan sederhana.
foto: TikTok/@nanakoot
Namun, sorotan utamanya tertuju pada gigitan pertama. Saat mencoba jenis cokelat, dia langsung merasakan tekstur donat nan sangat tebal dan padat.
“Bener-bener padet. Nggak atos, nggak keras. Empuk juga. Cuman I don’t taste like doughnut, ya. Ini lebih ke arah, apa ya, roti goreng? Bukan donat nan kempus-kempus gitu, ya,” jelasnya dikutip BrilioFood, Senin (14/7).
foto: TikTok/@nanakoot
Meskipun teksturnya dinilai kurang pas, Nanakoot dan food vlogger lain, @sibungbung, justru kompak memuji olesan alias glazing-nya nan lezat, terutama nan cokelat.
“Ini glazingnya enak, nih. Tapi ini tuh ada asin-asinnya, lezat deh. Bukan nan manis coklat gitu,” kata Sibungbung.
foto: TikTok/@sibungbung
Menanggapi ulasan nan viral ini, Pinkan Mambo pun angkat bicara dan menjelaskan bahwa produk tersebut sebenarnya belum resmi diluncurkan dan dibuat seadanya lantaran permintaan paksa dari beberapa orang.
“Aku mau info satu, jika nan beli donat itu kita memang belum launching. Jadi, itu orang-orang nan maksa aja nan pesan donat. Sebenarnya belum launching. Belum resmi dijual. Tahu dari mana ya? Dari packagingnya belum rapi dan lain-lain itu tetap sekadarnya aja dibuatnya,” jelas Pinkan.
foto: TikTok/@kucingpintarid
Terlepas dari kontroversinya, ulasan jujur ini memantik obrolan menarik: sebenarnya, seperti apa tekstur donat nan ideal? Kenapa ada donat nan terasa padat seperti roti goreng? Nah, buat Anda nan penasaran dan mau bisa membikin donat 'kempus-kempus' nan ringan dan empuk, yuk kita bedah rahasianya bersama!
Membedah Tekstur Donat: Apa Itu 'Fluffy' dan 'Kempus-Kempus'?
Saat Nanakoot menyebut "donat nan kempus-kempus", dia merujuk pada karakter ideal dari donat jenis ragi (yeast-raised doughnut), jenis nan paling terkenal di gerai-gerai mal. Istilah fluffy, empuk, dan ringan ini bukan sekadar kata-kata, tapi merujuk pada ciri-ciri spesifik:
1. Ringan dan Berongga: Donat nan fluffy terasa ringan saat diangkat. Bagian dalamnya mempunyai jaring-jaring gluten nan membentuk rongga udara besar dan tidak teratur. Inilah nan membuatnya terasa "kopong" saat digigit.
2. Sangat Empuk: Ketika ditekan perlahan, donat bakal kembali ke corak semula. Ini menunjukkan elastisitas adukan nan baik.
3. Sedikit Kenyal (Chewy): Selain empuk, ada sensasi sedikit kenyal saat dikunyah, tidak langsung hancur seperti kue. Tekstur ini didapat dari pengembangan gluten nan maksimal.
4. Cincin Putih (White Ring): Ciri unik donat ragi nan digoreng sempurna adalah munculnya cincin berwarna lebih pucat di bagian tengahnya. Cincin ini adalah bukti bahwa adukan mengembang dengan baik saat digoreng, sehingga bagian tengahnya tidak sepenuhnya tercelup minyak.
Penyebab Donat Jadi Padat dan Mirip Roti Goreng
Lalu, kenapa donat bisa kandas mengembang dan malah berhujung padat, tebal, dan berat seperti nan dideskripsikan sebagai "roti goreng"? Kegagalan ini biasanya bukan lantaran satu aspek tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa kesalahan teknis dalam proses pembuatannya.
- Proses Proofing nan Kurang Sempurna
Proofing alias proses fermentasi adalah saat ragi bekerja menghasilkan gas untuk mengembangkan adonan. Jika waktu proofing kurang (under-proofed), ragi belum cukup menghasilkan gas. Akibatnya, adukan tidak mengembang maksimal saat digoreng, sehingga teksturnya menjadi padat, berat, dan bantat.
- Adonan Kurang Kalis Elastis
Proses menguleni adukan donat sangat krusial. Adonan kudu diuleni hingga mencapai tahap "kalis elastis" alias windowpane stage, di mana jika adukan direntangkan tipis tidak bakal sobek dan membentuk lapisan transparan seperti jendela. Jika adukan kurang kalis, jaringan gluten tidak terbentuk sempurna untuk memerangkap udara, hasilnya donat menjadi berat dan tidak berongga.
- Rasio Bahan Tidak Tepat
Terlalu banyak tepung bakal membikin adukan kering dan berat. Ragi nan tidak aktif alias meninggal juga jadi biang keladi utama adukan tidak mengembang. Keseimbangan antara bahan kering (tepung) dan bahan basah (susu, telur) sangat menentukan hasil akhir.
- Suhu Minyak nan Salah
Menggoreng donat dengan minyak nan kurang panas bakal membuatnya menyerap banyak minyak, menjadikannya berat dan berminyak (greasy). Sebaliknya, minyak nan terlalu panas bakal membikin bagian luar sigap gosong sementara bagian dalamnya tetap mentah dan padat.
Resep Donat Fluffy dan Ringan ala Mal Anti Gagal
Setelah tahu teori dan kemungkinan penyebab kegagalannya, sekarang saatnya praktik! Resep ini didesain untuk menghasilkan donat nan ringan, empuk, berongga, dan punya white ring cantik. Kuncinya ada pada teknik dan kesabaran.
Bahan:
- 250 gram tepung terigu protein tinggi (misal: Cakra Kembar)
- 30 gram gula pasir
- 4 gram ragi instan (sekitar 1 sendok teh)
- 1 butir kuning telur
- 125 ml susu cair dingin (UHT full cream)
- 30 gram mentega (unsalted butter)
- 3 gram garam (sekitar 1/2 sendok teh)
- Minyak secukupnya untuk menggoreng
Cara membuat:
1. Aktivasi Ragi (Jika Perlu): Campurkan ragi instan dan gula ke dalam susu cair dingin, kombinasi sebentar, dan diamkan 5-10 menit. Jika muncul buih, artinya ragi aktif dan siap digunakan. Jika tidak, tukar ragi kamu.
2. Campur Bahan Kering: Dalam wadah besar, campurkan tepung terigu dan campuran ragi tadi. Aduk menggunakan spatula alias tangan.
3. Masukkan Kuning Telur: Tambahkan kuning telur ke dalam adonan. Uleni sejenak hingga semua bahan mulai tercampur dan membentuk adukan kasar.
4. Proses Uleni Tahap Pertama: Pindahkan adukan ke atas meja kerja nan bersih. Uleni adukan selama sekitar 10 menit hingga separuh kalis. Pada tahap ini, adukan mungkin tetap agak lengket.
5. Tambahkan Mentega dan Garam: Pipihkan adonan, lampau letakkan mentega dan garam di tengahnya. Lipat adukan dan mulai uleni kembali. Awalnya adukan bakal terasa sangat licin dan pecah, ini normal. Terus uleni dengan sabar.
6. Uleni Hingga Kalis Elastis: Lanjutkan menguleni selama 10-15 menit hingga adukan menjadi halus, lembut, tidak lengket, dan elastis. Lakukan tes windowpane: ambil sedikit adonan, rentangkan perlahan. Jika membentuk lapisan tipis transparan tanpa sobek, adukan sudah siap.
7. Proofing Pertama: Bulatkan adonan, letakkan di wadah nan sudah diolesi sedikit minyak. Tutup wadah dengan plastik wrap alias kain lembab. Diamkan di suhu ruang selama 45-60 menit alias hingga mengembang dua kali lipat.
8. Bentuk Adonan: Kempiskan adukan untuk membuang gasnya. Gilas perlahan dengan ketebalan sekitar 1-1.5 cm. Cetak adukan menggunakan cetakan donat. Letakkan donat nan sudah dicetak di atas nampan nan sudah ditaburi sedikit tepung.
9. Proofing Kedua: Tutup kembali donat nan sudah dibentuk dengan kain bersih. Diamkan lagi selama 20-30 menit. Donat nan siap digoreng bakal terasa ringan saat diangkat dan jika ditekan perlahan, bekasnya bakal kembali pelan-pelan.
10. Goreng Donat: Panaskan minyak nan banyak dalam wajan dengan api kecil-sedang (suhu ideal sekitar 170°C). Goreng donat dengan teknik satu kali balik. Cukup goreng 1-2 menit per sisi alias hingga berwarna keemasan. Menggoreng dengan satu kali kembali bakal memunculkan white ring nan cantik.
11. Tiriskan dan Hias: Angkat donat dan tiriskan di atas cooling rack agar tidak menyerap minyak. Setelah dingin, hias donat dengan glaze, meses, alias topping favoritmu.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda bisa menciptakan donat nan 'kempus-kempus', ringan, dan jauh dari kesan padat seperti roti goreng. Selamat mencoba!
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa kegunaan kentang dalam adukan donat kentang?
Kentang nan dikukus dan dihaluskan berfaedah sebagai pelembut alami. Kandungan pati dalam kentang membantu menahan kelembapan dalam adonan, sehingga donat bisa tetap lembek dan lembut lebih lama, apalagi hingga keesokan harinya.
2. Berapa lama donat buatan sendiri bisa tetap empuk?
Donat ragi paling nikmat disantap di hari nan sama. Namun, jika disimpan dalam wadah rapat udara, donat polosan (tanpa topping) bisa tetap lembek selama 1-2 hari. Jika mau lebih awet, simpan di freezer.
3. Kenapa donat saya menyerap banyak sekali minyak saat digoreng?
Penyebab utamanya adalah suhu minyak nan terlalu rendah. Jika minyak kurang panas, donat bakal 'berenang' terlalu lama di dalamnya dan menyerap minyak sebelum sempat matang. Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum memasukkan donat. Penyebab lain adalah adukan nan over-proofed alias terlalu lama mengembang.
4. Bolehkah adukan donat disimpan di dalam kulkas?
Boleh. Menyimpan adukan di lemari es (cold proofing) justru bisa memperlambat proses fermentasi dan mengembangkan rasa adukan nan lebih kompleks. Kamu bisa menyimpan adukan nan sudah diuleni kalis di lemari es semalaman, lampau keesokan harinya biarkan di suhu ruang sejenak sebelum dibentuk dan digoreng.
5. Bagaimana langkah membikin glaze gula sederhana nan tidak mudah retak?
Campurkan gula lembut (icing sugar) dengan sedikit susu cair alias air panas, kombinasi hingga mencapai kekentalan nan diinginkan. Kuncinya adalah jangan menambahkan terlalu banyak cairan sekaligus. Tambahkan sedikit demi sedikit sembari terus diaduk. Celupkan donat saat glaze tetap sedikit hangat dan biarkan mengering di suhu ruang.
(brl/tin)
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·