– Perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG), melaporkan kerugian besar pada kuartal pertama 2026. Induk perusahaan platform Truth Social itu mencatat rugi bersih sebesar US$ 405,9 juta, alias sekitar Rp6,6 triliun, terutama akibat penurunan nilai investasi aset kripto.
Laporan finansial perusahaan menunjukkan kerugian tersebut melonjak tajam dibanding periode nan sama tahun lampau nan berada di nomor US$ 31,7 juta.

Di sisi lain, pendapatan perusahaan hanya mencapai US$ 871.200, naik tipis sekitar 6 persen dari US$ 821.200 pada kuartal pertama 2025. Kenaikan pendapatan itu terlihat mini jika dibandingkan dengan besarnya tekanan kerugian nan dialami perusahaan.
Investasi Bitcoin dan CRO Tekan Kinerja
Sebagian besar kerugian Trump Media berasal dari penurunan nilai belum terealisasi (unrealized losses) pada kepemilikan aset digital dan investasi lainnya.
Sekitar US$ 244 juta kerugian berasal dari aset kripto, setara nyaris 60 persen dari total rugi bersih perusahaan selama kuartal tersebut.
Selain itu, Trump Media juga mencatat kerugian investasi sebesar US$108,2 juta, terutama dari kepemilikan saham dan sekuritas.
Dalam keterangannya, perusahaan menyebut total kerugian non-tunai mencapai US$ 368 juta, nan berasal dari aset digital, aset digital nan dijadikan jaminan, serta surat berharga.
Bitcoin Jadi Tulang Punggung, Tapi Juga Sumber Tekanan
Trump Media mulai garang masuk ke mata uang digital pada 2025 setelah mengumumkan strategi Bitcoin treasury dan sukses menghimpun biaya sekitar US$ 2,5 miliar untuk membeli Bitcoin.
Hingga akhir Maret 2026, perusahaan tercatat mempunyai 9.542 Bitcoin dengan nilai perolehan sekitar US$ 1,13 miliar. Namun, nilai wajarnya di akhir kuartal turun menjadi sekitar US$ 647 juta.
Baca Juga: Bitcoin Kalahkan Emas Sejak Perang Iran, Ini Buktinya
Seiring nilai pasar membaik setelah kuartal berakhir, perkiraan terbaru menunjukkan nilai kepemilikan Bitcoin Trump Media kembali naik ke kisaran US$ 770 juta.
Menariknya, sebagian Bitcoin tersebut juga dijadikan agunan utang. Sekitar 4.260 BTC dipakai sebagai collateral untuk mendukung instrumen obligasi konversi perusahaan.
Selain Bitcoin, Trump Media juga memegang sekitar 756 juta token Cronos (CRO), aset mata uang digital milik ekosistem Crypto.com. Nilai token tersebut turun cukup dalam, dari nilai beli sekitar US$ 113,9 juta menjadi hanya sekitar US$ 53 juta pada akhir kuartal.
Truth Social Populer, Tapi Pendapatan Masih Mini
Meski Truth Social menjadi salah satu saluran komunikasi utama Donald Trump dan mempunyai sorotan politik besar, performa upaya platform itu tetap relatif kecil.
Pendapatan utama dari lini media hanya mencapai US$ 810.100, sementara unit finansial Truth.Fi menghasilkan sekitar US$ 61.100 dari biaya pengelolaan produk ETF.
Artinya, pergerakan investasi mata uang digital dan aset finansial sekarang jauh lebih berpengaruh terhadap laporan untung rugi Trump Media dibanding pendapatan upaya medianya sendiri.
Trump Media Masih Agresif Berekspansi
Di tengah kerugian besar, Trump Media tetap melanjutkan strategi ekspansi.
Perusahaan sekarang mempunyai total aset sekitar US$ 2,2 miliar, termasuk kas dan aset digital senilai sekitar US$ 2,1 miliar.
CEO sementara Kevin McGurn mengatakan perusahaan tetap melanjutkan rencana merger senilai US$ 6 miliar dengan TAE Technologies, perusahaan teknologi fusi nuklir asal California nan konsentrasi pada pasokan daya masa depan untuk pusat info kepintaran buatan (AI).
Selain itu, Trump Media juga tengah menjajaki pemisahan Truth Social menjadi perusahaan publik terpisah serta mengembangkan inisiatif token digital untuk pemegang saham DJT.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·