– Hashrate Bitcoin Iran dilaporkan mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir di tengah bentrok nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Meski demikian, kondisi ini tidak berakibat signifikan terhadap stabilitas jaringan Bitcoin secara global.
Berdasarkan laporan terbaru dari Hashrate Index nan dikutip oleh Luxor Technology, Iran kehilangan sekitar 7 exahash per detik (EH/s) secara kuartalan. Saat ini, hahsrate negara tersebut diperkirakan hanya berada di kisaran 2 EH/s.

Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya keteganga geopolitik di area Timur Tengah. Konflik memanas sejak Februari setelah serangan nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, nan kemudian dibalas oleh Iran.
Meski sempat memicu kekhawatiran bakal akibat regional, laporan tersebut menyebut bahwa efeknya hanya terbatas di Iran. Negara tetangga seperti Uni Emirat Arab dan Oman tidak mengalami gangguan berfaedah dalam aktivitas mining mereka.
“Gangguan regional condong hanya memindahkan hashrate, bukan menghancurkannya,” ungkap Ian Philpot dari Luxor Technology.
Hashrate Global Tetap Kuat di Tengah Tekanan
Secara global, hashrate Bitcoin tetap berada di level tinggi, ialah sekitar 1.000 EH/s. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan Bitcoin tetap handal meski terjadi gangguan di satu wilayah.
Namun, secara kuartalan, terjadi sedikit penurunan. Rata-rata hashrate dunia turun dari 1.066 EH/s pada kuartal pertama menjadi sekitar 1.004 EH/s pada kuartal kedua, alias turun sekitar 5,8 persen.
Penurunan ini bukan semata lantaran konflik, melainkan lebih dipengaruhi oleh melemahnya nilai Bitcoin.
Baca Juga: Binance Tiba-Tiba Kebanjiran US $2,5 Miliar, Ada Apa?
Harga Bitcoin nan telah turun lebih dari 45 persen dari puncaknya di US$ 126.000 membikin profitabilitas mining ikut tertekan.
Dalam kondisi ini, banyak miner dengan perangkat lama terpaksa menghentikan operasi lantaran biaya operasional tidak lagi tertutupi oleh reward nan diperoleh.
Diperkirakan sekitar 252 EH/s kapastias mining saat ini dalam kondisi offline. terutama dari mesin generasi lama dengan efisiensi rendah.
AS, Rusia, dan China Kuasai Mayoritas Hashrate
Distribusi hashrate dunia saat ini tetap didominasi oleh beberapa negara besar. Amerika Serikat memimpin dengan lebih dari 37 persen pangsa hashrate global, diikuti Rusia sekitar 17 persen dan China sekitar 12 persen.
Ketiga negara ini secara kolektif menguasai sekitar 65,6 persen total hashrate dunia.
Meski pangsa mereka relatif stabil, terjadi perubahan dalam komposisi perangkat nan digunakan. Miner sekarang lebih banyak mengganti mesin lama dengan perangkat nan lebih efisien untuk menjaga profitabilitas.
Laporan tersebut juga menegaskan bahwa industri mining Bitcoin berkarakter siklikal. Saat nilai turun, miner dengan biaya tinggi bakal keluar dari pasar, sementara pemain dengan efisiensi tinggi bertahan.
Ketika kondisi membaik, kapasitas mining biasanya bakal meningkat kembali seiring naiknya profitabilitas.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·