“Patrick Melrose” merupakan miniseri Inggris nan dibintangi oleh Benedict Cumberbatch. Disutradarai oleh Edward Berger, kelima bagian serial ini diadaptasi dari lima novel semi-biografi Edward St Aubyn.
Cukup underrated dalam skala global, namun “Patrick Melrose” telah mendapatkan beberapa penghargaan dalam arena Inggris. Buat fans berat Benedict Cumberbatch, ini menjadi salah satu hidden gems dalam koleksi penampilan akting sang tokoh nan patut disaksikan.
Diceritakan Patrick Melrose adalah putra tunggal dari pasangan aristokrat modern, David Melrose sosok ayah nan tirani dan Eleanor Melrose ibu alkoholik nan menelantarkannya. Memiliki masa mini nan sangat traumatis, Patrick terjerumus dalam penggunaan obat terlarang, mempunyai kecenderungan menghancurkan diri, dan kehidupan asmara nan kompleks.
“Patrick Melrose” membawakan kisah kehidupan sang protagonis melintasi era, gimana masa lalunya mempengaruhi perkembangan dirinya di masa depan.

Potrait Gaya Hidup Aristokrat Inggris
Akan menjadi pengalaman baru bagi kita ketika menonton “Patrick Melrose” nan berlatar di kehidupan kalangan masyarakat kelas atas Inggris. Sensasinya cukup serupa dengan serial bertema kehidupan orang kaya seperti “Succession” dan “Downton Abbey”, namun skalanya lebih individual dengan konsentrasi pada karakter titularnya. Inggris sendiri tetap menjadi salah satu negara di mana masyarakatnya tetap memperhitungkan kelas sosial, lantaran sistem pemerintahan monarkinya nan tetap memperkuat hingga saat ini.
Ada beberapa referensi langsung gimana para orang kaya di sekitar Patrick tetap sangat peduli dengan keberadaan monarki. Mulai dari kehadiran Putri Margaret pada bagian tertentu, hingga komplain nan didapat Patrick lantaran mengadakan aktivitas pemakaman di hari pernikahan Pangeran Charles dengan Camilla. Namun sifat Patrick nan condong sinis menjadi perspektif pandang menarik bagi kita orang awam dalam mengenal sisi jelek dari para aristokrat.
“Patrick Melrose” merupakan miniseri nan tampak bergengsi dan cerdik. Mulai dari pengarahan visual, tema produksi, hingga naskahnya adalah satu sajian miniseri nan solid.

Tanpa Eksploitasi, Trauma Patrick Melrose Tersampaikan Melalui Akting Benedict Cumberbatch
Konflik besar dalam “Patrick Melrose” adalah gimana trauma masa kecilnya meninggalkan luka selama bertahun-tahun bagi karakter titular ini. Serial ini mengandung materi nan sangat suram, bisa jadi memicu trauma bagi penonton tertentu. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, pelecahan seksual, dan penelantaran anak. Namun tidak satu pun dari topik disturbing tersebut di visualisasikan dalam segmen eksplisit. Indikasi bakal sikap tersebut disampaikan hanya melalui perbincangan karakter dan visual subtil.
Namun akting Benedict Cumberbatch nan maksimal tak bakal membikin kita lupa bakal apa nan karakternya alami. Kita bisa merasakan gimana trauma tersebut menjadi mimpi jelek berkepanjangan, dengan setiap hembusan nafas Patrick, dia hidup dari kesesakan selama bertahun-tahun. Ini bisa jadi penampilan akting terbaik Benedict Cumberbatch sejauh ini. Tidak hanya Cumberbatch, aktrisnya nan menjadi ibunya, Jennifer Jason Leigh juga memberikan level penampilan nan serupa. Mengingat karakternya dalam serial ini juga menjadi korban dari kekejaman David Melrose.
Perpaduan Tragedi, Humor dan Sinisme
Meski dengan bentrok utama dan jantung cerita berakar dari topik nan gelap dan sensitif, “Patrick Melrose” menyelipkan lawakdan sinisme dengan langkah nan cerdas. Patrick mungkin bukan laki-laki terbaik nan pernah kita temui. Namun kebanyakan dari kebiasaan buruknya adalah menghancurkan dirinya sendiri. Justru lantaran masa lalunya, dia mempunyai moral kompas nan betul dalam beberapa sisi. Menjadi anak nan tidak dibesarkan dengan perlindungan dan kasih sayang, dia menjadi sosok nan lebih protektif pada anak-anak nan dia temui.
Benedict Cumberbatch menampilkan Patrick sebagai sosok laki-laki nan rentan dan penuh luka jiwa namun tidak mau dikasihani bakal kemalangan nan dia alami. Kepribadiannya nan sinis dan meninggal rasa pada beberapa penampilan terasa sangat relevan. Salah satu saja gimana dia mengkritik aristokrat kolot dan kaum hippie dengan toxic positivity-nya. Kita tidak mau menjadi Patrick, namun kita tidak bisa tidak setuju dengan beberapa pendapatnya tentang manusia pada umumnya.
Pada akhirnya, “Patrick Melrose” tak diragukan adalah penampilan terbaik dari Benedict Cumberbatch. Terdiri dari 5 episode, setiap bagian berdurasi 1 jam namun jauh dari kata membosankan. Setiap bagian berlatar dari tahun nan berbeda dari tahun 1990an hingga 2000an, mengikuti kehidupan Patrick dari masa anak-anak, bujang, hingga setelah menikah dan mempunyai anak.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·