“This Is Why” menjadi momen kembalinya Paramore di 2023 ini setelah hiatus dengan rilisan terakhir, “After Laughter” pada 2017. Bersamaan dengan istirahatnya band ini, Hayley Williams sempat merilis dua solo album dan seperti kita semua, menghadapi tantangan nan berasosiasi dengan kondisi kesehatan mentalnya saat masa pandemi. Untungnya Paramore bisa kembali dengan semangat baru, mendemonstrasikan kematangan dan rasa percaya diri, menjadi prestasi musik dalam dua dasawarsa ini.
Album studio keenam ini menjadi deklarasi, membuktikan bahwa terkadang menghilang untuk beberapa bisa membentuk hati nan lebih dekat dengan diri sendiri. Ini menjadi showcase kualitas Paramore sebagai unit nan handal dan telah mengalami perkembangan bermusik selama bertahun-tahun.
Mengawali karir sebagai salah satu unit di skena pop-punk dan emo, Paramore telah mengalami transformasi berjenjang menuju eksekusi musik nan lebih dewasa. Perjalanan mereka dari album rock “Riot!” pada 2007, beranjak ke rekaman nan lebih ceriah pada 2013, kemudian refleksi pop melalui “After Laugther”, secara perlahan Paramore semakin menemukan warna musik mereka nan sesungguhan.
“This Is Why” menjadi satu lagi album nan digodok oleh Hayley William, Zac Farro, dan Taylor York, terdengar lebih matang dan mantap, terutama lantaran mereka terdengar percaya diri. Banyak perihal telah berubah selama 6 tahun.
The Gist:
“This Is Why” menjadi album nan membahas hal-hal nan membikin kita frustrasi, sekaligus menari di atas topik bertanggung jawab atas perubahan kita sebagai manusia modern nan menderita kecemasan. Langsung terdengar melalui single utama dengan titel nan serupa dengan albumnya, Hayley Williams mengungkapkan kenapa dia tidak mau ke luar rumah. Lirik nan tidak bisa lebih relevan lagi dalam menggambarkan emosi kita selama pandemi. Hingga kebiasaan kita dalam menghindari rayuan kawan untuk berjumpa dalam track ‘Running Out of Time’.
Sebagai album kembalinya Paramore dari masa hiatus, “This Is Why” lebih dari sekadar comeback album nan mengobati rindu. Williams berbareng member lainnya betul-betul mempunyai musik baru untuk diperdengarkan pada penggemarnya. Bahwa meskipun tampak tidak aktif sebagai band dalam jangka waktu nan lama, mereka juga mengalami perubahan apalagi perkembangan nan layak untuk diapresiasi. Lebih dari ucapan selamat datang kembali, namun rasa bangga bahwa Paramore tidak pernah berhenti, tak takut, dan semakin percaya diri dengan musik mereka nan progresif.
Sound Vibes:
Setelah “After Laughter” menjadi album nan sangat ceria dan sangat kental dengan aliran pop-nya, Taylor York tampaknya sangat kangen untuk menciptakan lagu-lagu rock kembali. Apalagi setelah melalui masa pandemi, dia merasa bahwa musik nan lebih kencang, intens, dan edgy lebih cocok menjadi background dari pesan nan mau mereka sampaikan melalui “This Is Way”. Gagasan tersebut menghasilkan pengarahan aransemen musik untuk “This Is Why” nan post-punk, dengan aplikasi instrumen nan tajam dan melodi-melodi nan danceable.
Album ini terdengar seperti terinspirasi dari era kebangkitan pada 2000an dari unit seperti Yeah Yeah Yeahs, Bloc Party, dengan sentuhan Franz Ferdinand. Daripada mengeksekusi dengan musik rock alternative nan suram untuk muatan konten liriknya, Paramore mau membikin musik rock bisa membuatnya menari untuk melupakan kegelisahan di era modern dimana semua orang sepertinya introvert.
Kita mendapatkan track rock dengan bassline nan nge-blues seperti ‘This Is Why’ nan mengandung kecemasan, ‘The News’ nan nge-rock untuk mengekspresikan rasa kesal, kemudian ‘C’est Comme Ca’ nan catchy untuk menanggapi kemunduran potrait.
Best Tracks:
‘Running Out of Time’ menjadi salah satu track terbaik dari album ini dengan bass nan subtil dan pola gitar membuka lagu. Kemudian mengalami percepatan dengan ledakan alternative pop pada chorus-nya, sekilas mengingat kita kembali pada era “After Laughter”. Permainan gitar York terdengar mencolok, menjadi bagian paling enerjik dalam lagu, namun tidak dikuasi oleh distorsi maupun riff nan berat. Melainkan mengandalkan daya melalui chord, seakan York mengungkapkan perasaannya melalui setiap kunci nan dia pilih.
Sementara Williams terdengar membawakan lirik nan mencolok dan unik untuk track ‘C’est Comme Ca’, dijamin tetap catchy sekalipun kita tidak familiar dengan bahasa nan digunakan untuk hook-nya. Beberapa track mungkin tidak langsung memikat dalam tracklist “This Is Why”, namun tak butuh waktu lama sampai kita bisa memahami pesona dari track-track tersebut.
Ini menjadi manifestasi dari sikap percaya diri dan rasa tidak takut untuk mengambil resiko demi eksperimen. Seperti ‘Big Man Little Dignity’ menjadi salah satu track nan memperdengar sesuatu nan baru dari Paramore. Memperdengarkan vibe pop 80an dengan showcase vokal Hayley Williams.
Satu track terbaik dan akhirnya memperdengarkan sesuatu nan suram adalah ‘You First’, jelas menjadi salah satu track yag bakal mencuri perhatian pendengarnya. Dibuka dengan riff gitar solo diikuti dengan que drum, membikin kita kembali ke masa di mana Paramore tetap memeluk aliran rock, ini adalah track paling nge-rock dalam “This Is Why”. Meski mengingatkan kita pada musik lama Paramore, ada kedewasaan nan terdengar dalam aransemennya sebagai penyempurna track.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·