– Aset digital seperti mata duit mata uang digital merupakan salah satu instrumen investasi nan sedang banyak digandrungi oleh kaula muda. Faktanya, mata duit mata uang digital adalah produk daripada kemajuan zaman, dimana digitalisasi sekarang tidak bisa terpisah dengan peradaban manusia. Namun, gimana pandangan Gen Z terhadap aset kripto, terutama Bitcoin secara umum?
Melansir dari bitcoinmagazine.com, dalam sebuah kerjasama antara mahasiswa asal Kentucky dan China di Universitas Washington dan Lee, telah dilakukan penelitian mengenai pendapat generasi mereka, ialah Gen Z mengenai Bitcoin. Penelitian ini sendiri dieksekusi oleh Profesor Seth Cantey, dengan mahasiswa nan berbeda latar belakang.

Sebagai informasi, mahasiswa ini berbagi pandangan mereka setelah membantu Profesor Seth Cantey dalam penelitian peran Bitcoin dan Tether di Lebanon musim panas lalu.
Kenapa Bitcoin Diciptakan?
Perjalanan dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan dasar tentang Bitcoin, ialah tujuan kenapa diciptakan, masalah apa nan mau dipecahkan, dan gimana penggunaannya di Lebanon nan sedang mengalami masalah ekonomi. Penelitian ini juga mencakup pemahaman mahasiswa terhadap pandangan mereka sendiri tentang mata duit digital ini.

Gen Z, ialah mereka nan lahir antara pertengahan 1990-an dan awal 2010-an merupakan generasi nan berkawan dengan teknologi digital dan sekarang mulai berkontribusi pada ekonomi global. Mahasiswa ini melakukan survei non-formal dengan menanyakan dua pertanyaan terbuka kepada rekan-rekan mereka di Amerika Serikat dan China:
“Apa nan Anda ketahui tentang Bitcoin?” dan “Seberapa sering Anda berurusan dengan Bitcoin?”
Pandangan Kaula Muda Amerika dan China
Hasil survei mengungkapkan kesamaan dan perbedaan di kedua negara. Gen Z di kedua negara memandang Bitcoin terutama sebagai pilihan investasi. Di Amerika Serikat, banyak nan melihatnya sebagai investasi berisiko tinggi nan menarik perhatian dan semakin menjadi bagian krusial dari strategi investasi.
Gen Z Tiongkok juga memandang Bitcoin sebagai investasi berisiko tinggi, tetapi dengan kehati-hatian lebih besar. Pasalnya, tidak sedikit pihak di negara tersebut nan mengaitkan Bitcoin dengan pertaruhan dan penipuan.
Ketika ditanya tentang keberadaan Bitcoin dalam kehidupan sehari-hari, Gen Z Amerika menyebut bahwa mereka melihatnya di sekitar mereka, seperti di mesin ATM Bitcoin, mesin Coinstar, dan opsi pembayaran online. Di sisi lain, Gen Z Tiongkok jarang memandang Bitcoin dalam kehidupan sehari-hari mereka lantaran izin pemerintah nan ketat.
Berita Bitcoin: Robert Kiyosaki: Beli Emas, Perak dan Bitcoin Sebelum Amerika Hancurkan Ekonomi Dunia
Pandangan nan Semakin Meluas
Pandangan mahasiswa ini sendiri berkembang seiring penelitian mereka. Awalnya, mereka menganggap Bitcoin sebagai pilihan investasi utama, tetapi pemahaman mereka meluas saat mereka menemukan beragam aplikasi Bitcoin di beragam negara, seperti di Lebanon, Rusia, dan Nigeria.
Peneliti menyimpulkan bahwa pandangan nan luas tentang Bitcoin tetap ada di semua generasi. Meskipun Gen Z adalah pendukung awal, persepsi mereka terhadap Bitcoin tetap berkembang. Dengan lebih banyak pendidikan dan pemahaman, diharapkan generasi ini bakal lebih memahami potensi Bitcoin di masa depan, melampaui pandangan spekulatif belaka.
Muhammad Syofri
Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·