Mengenal Indikator Stochastic Oscillator dan Perbedaannya dengan Indikator RSI di Tradingview

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Dalam bumi trading terdapat banyak parameter nan bisa digunakan untuk meneliti gimana pergerakan suatu aset saat ini dan memprediksi gimana aset tersebut bakal bergerak ke depan.

Terdapat dua jenis indikator, ialah nan memberi info berasas kondisi nilai untuk memandang pergerakan harga, dan memberi info berasas nilai dan volume transaksi untuk memberi kondisi sentimen dari trader alias penanammodal nan bertransaksi. 

Salah satu parameter nan masuk ke dalam kategori kedua adalah Stochastic Oscillator nan merupakan parameter untuk memandang kondisi trader dan penanammodal sekaligus memprediksi potensi pergerakan suatu aset. 

Apa Itu Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator adalah sebuah parameter nan digunakan untuk memandang pergerakan suatu aset apakah volume transaksinya sudah mulai jenuh alias belum. 

Umumnya parameter ini digunakan untuk memandang potensi perubahan arah terutama dalam jangka waktu nan pendek. 

Indikator ini bergerak seperti parameter volume transaksi nan berada di bawah diagram nilai sehingga digunakan untuk memandang apakah saat ini volume transaksi beli alias jual sudah jenuh alias belum untuk memandang potensi perubahan arah. 

Terdapat dua nilai maksimal dari parameter ini ialah 0 dan 100 dimana 0 menandakan volume jual sudah terlalu jenuh dan 100 menandakan volume beli sudah terlalu jenuh. 

Namun, sebelum pemisah jenuh tersebut dicapai, terdapat dua pemisah utama lagi ialah nomor 80 dan 20 dimana pemisah atas pada nomor 80 alias garis alias indikator, menandakan kondisi positif, sedangkan pemisah bawah 20 menandakan kondisi negatif. 

Artinya selama parameter belum melewati pemisah atas pada 80 dan tetap bergerak naik, maka kondisi nilai tetap positif, sedangkan saat 80 sudah dilewati dan mendekati 100, maka nilai kemungkinan bakal mulai putar arah untuk bergerak turun. 

Sebaliknya saat parameter tetap berada di atas 20 dan bergerak turun, maka nilai tetap bergerak negatif alias turun, namun saat pemisah 20 sudah dilewati dan mendekati 0, maka ada kemungkinan nilai bakal mulai bergerak naik. 

Indikator ini dibentuk berasas dua garis, dimana garis pertama dihitung dari rata-rata nilai penutupan dan garis kedua dihitung dari hasil rata-rata kalkulasi garis pertama. Hasilnya adalah parameter nan membentuk dua garis dimana pergerakannya bakal selalu berdekatan. 

Cara menggunakan parameter ini adalah dengan memandang kondisi nilainya apakah sudah melewati 80 alias 20 lantaran parameter ini lebih cocok untuk memandang perputaran arah dan jarang digunakan untuk perihal lainnya. 

Perbedaan dengan RSI

Dalam bumi trading, terdapat parameter nan serupa ialah Relative Strength Index alias RSI nan merupakan parameter untuk memandang perihal nan sama ialah apakah volume beli alias jual sudah jenuh alias belum dan apakah bakal terjadi perputaran arah harga. 

Namun, terdapat perbedaan antara kedua parameter ini nan bisa digunakan dalam kondisi pasar nan berbeda. 

Perbedaan pertama adalah kalkulasi statistika dan matematika. RSI dihitung berasas nilai secara menyeluruh sedangkan Stochastic Oscillator dihitung berdasarakan nilai penutupan saja.

Kedua, RSI lebih sering digunakan dalam kondisi nilai dengan arah nan lebih jelas apaah sedang naik alias sedang turun, sedangkan Stochastic Oscillator lebih sering digunakan dalam kondisi pergerakan menyamping, konsolidasi, alias sideways.

Hal ini disebabkan Stochastic Oscillator mempunyai kalkulasi nan lebih ketat dimana nilainya hanya dibatas pada 0 hingga 100 dengan pemisah antara 80 dan 20 tanpa adanya titik tengah, sehingga lebih umum digunakan untuk memandang perputaran arah alias reversal. 

Sedangkan RSI mempunyai nilai nan tidak terhingga ditambah dengan pemisah atas dan bawah pada 70 dan 30 dan pemisah tengah pada 50 namun bisa bergerak naik dan turun hingga nilai lebih tinggi dari 100 dan lebih rendah dari 0, sehingga lebih bisa digunakan untuk memandang arah nan jelas dalam waktu nan lebih panjang. 

Perbedaan ketiga adalah RSI bisa digunakan dalam jangka waktu nan lebih panjang contohnya dalam kurun waktu diagram mingguan alias bulanan, sedangkan Stochastic Oscillator lebih cocok untuk diagram jam hingga menit. 

Informasi ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan trading apakah melakukan swing trading alias scalping lantaran kedua perangkat ini bisa digunakan untuk kebutuhan masing-masing. 

Terakhir, RSI lebih sering digunakan untuk aset dengan volatilitas rendah sedangkan Stochastic Oscillator lebih sering untuk aset dengan volatilitas nan lebih tinggi. Hal ini disebabkan perbedaan kalkulasi kedua parameter dimana kalkulasi Stochastic Oscillator lebih ketat. 

Mengetahui info ini, trader dan penanammodal bisa memanfaatkannya untuk memenuhi keputusan saat melakukan transaksi. Tapi perlu diingat bahwa seperti semua indikator, parameter ini juga tidak bakal 100% benar, sehingga manajemen akibat tetap kudu dijaga. 

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian