– Memasuki awal periode tahun 2024, Bitcoin (BTC) tetap berupaya mati-matian untuk kembali ke level US$ 43.000. Berdasarkan info dari CoinMarketCap, saat ini mata uang digital utama tersebut berada di posisi US$ 42.535, nan mencerminkan kenaikan tipis sebesar 0,77 persen dalam kurun waktu 24 jam.
Menanggapi perihal ini, seorang analis papan atas di platform X turut membeberkan pandangannya tentang sasaran nilai Bitcoin selanjutnya. Dalam unggahan terbarunya, Ali mengatakan bahwa Bitcoin saat ini berada pada titik krusial, dengan mata duit digital ini berada di antara dua tembok pasokan penting.

Ali menjelaskan, sasaran nilai Bitcoin versinya terdiri dari area support dan resistensi kunci nan kemungkinan terjadi dalam waktu dekat.
Zona Dukungan: US$ 41.200 – US$ 42.400
Menurut analisisnya, Bitcoin mempunyai support kokoh di antara level US$ 41.200 dan US$ 42.400. Support ini diperkuat oleh sejumlah besar 1,92 juta alamat nan menyimpan total 723.500 BTC. Keberadaan nan berkepanjangan dalam kisaran ini bisa menandakan dasar nan kuat untuk nilai Bitcoin.

Zona Resistensi: US$ 42.500 – US$ 43.750
Sebaliknya, area resisten terletak antara US$ 42.500 dan US$ 43.750, dengan sekitar 1,67 juta alamat nan secara kolektif menyimpan 706,400 BTC. Menembus resistensi ini bisa menjadi indikasi tren bullish untuk Bitcoin, nan berpotensi mendorong nilainya menuju level US$ 47.600.
Berita Bitcoin: Naik Apa Turun Untuk Bitcoin Ketika ETF Disetujui?
Menurutnya, memantau secara jeli keahlian Bitcoin dalam area support dan resistensi krusial ini merupakan perihal krusial untuk menilai tren keseluruhan mata uang digital utama tersebut.
“Keberadaan nan berkepanjangan di atas area resistensi mungkin memicu pergerakan naik, sementara penurunan di bawah area support dapat mengakibatkan koreksi, dengan sasaran potensial sebesar US$ 38.600,” ungkap Ali.
#Bitcoin is positioned between two critical supply walls:
🟢 Support Zone: Between $41,200 – $42,400, backed by 1.92 million addresses holding 723,500 $BTC.
🔴 Resistance Zone: Between $42,500 – $43,750, where 1.67 million addresses are sitting on 706,400 #BTC.
A sustained… pic.twitter.com/PhnMIzYUIh
Dalam postingan lainnya, dia juga menyatakan bahwasanya dia menyoroti pola nan menarik dalam keahlian Bitcoin selama beberapa tahun terakhir. Menurut analisisnya, keahlian kuat Bitcoin pada bulan September, Oktober, November, dan Desember diikuti oleh periode Januari nan condong bearish alias menurun.
Dua kasus sebelumnya menunjukkan bahwa ada kemungkinan bakal terjadi penjualan besar-besaran alias ambil untung pada bulan Januari.
Jika tren ini berlanjut, para penanammodal dan pedagang Bitcoin disarankan untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan koreksi alias penurunan nilai Bitcoin pada bulan Januari. Ali tidak memberikan prediksi pasti, tetapi menyampaikan bahwa pemahaman terhadap pola sejarah dapat membantu para pemangku kepentingan untuk membikin keputusan nan lebih baik.
“Jika tren ini terus berlanjut, maka Anda kudu bersiap untuk lonjakan profit-taking nan tajam,” pungkas Ali
History might be hinting at what's next for #Bitcoin!
In the last two instances, a strong $BTC performance in September, October, November, and December was followed by a bearish January. If this trend keeps up, prepare for a spike in profit-taking in January. pic.twitter.com/s3koso2lU7
Iqbal Maulana
Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·