MASTERS OF THE UNIVERSE: PENGENALAN GENERASI BARU SERTA FAN SERVICE GENERASI LAMA YANG SANGAT MENGHIBUR!

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Setiap generasi punya kartunnya masing-masing. Kelahiran 2000-an mungkin bakal menyebut Spongebob Squarepants nan jadi top of mind. Generasi 90-an dengan Doraemon nan melekat sebagai animasi di Minggu pagi. Untuk generasi 80-an mungkin ‘Masters Of The Universe’ alias He-Man nan muncul jadi top of mind.

Tanya generasi sekarang tentang He-Man, mungkin mereka tidak familiar dengan pahlawan tersebut dan petualangannya melawan Skeletor. Disinilah peran ‘Masters Of The Universe’ (2026) hadir. Sebagai gerbang pengenal bagi generasi baru kepada He-Man juga nostalgia generasi terdahulu pada animasi favorit mereka.

‘Masters of the Universe’ (2026) menceritakan Pangeran Adam nan jatuh ke Bumi saat berumur 10 tahun dan tumbuh dewasa sebagai Adam Glenn tanpa mengetahui asal-usulnya. Dua dasawarsa kemudian, Sword of Power memanggilnya kembali ke Eternia, di mana dia kudu menjadi He-Man dan mengalahkan Skeletor.

Disutradarai oleh Travis Knight, ‘Masters of the Universe’ tidak mengadaptasi langsung cerita dari serial animasi tahun 1983, melainkan menghadirkan kisah baru nan tetap menghormati materi aslinya. Hasilnya, movie ini terasa sebagai modernisasi nan sukses memperkenalkan He-Man kepada generasi baru sekaligus memanjakan fans lama, dengan petualangan nan seru dan sangat menghibur.

Film ini gak ragu untuk membikin sebuah sajian nan campy namun works in a way nan membikin movie ini jadi charming dan punya warna tersendiri. Visual nan bagus dan penuh warna juga soundtrack nan kami percaya bakal jadi earworm keluar dari teater membalut di sepanjang film. Travis Knight mengerti dengan bumi nan dia adaptasi, menghadirkan visual nan keren dan tindakan spektakuler nan bikin filmnya terasa menghibur dari awal sampai akhir.

Nicholas Galitzine tampil sangat baik sebagai He-Man dengan pesona nan kuat dan karisma nan membikin karakter ikonik tersebut terasa hidup dan likeable. Melihat dia mengangkat Sword of Power dan berteriak catchphrase iconic He-Man membikin kami merinding apalagi sebagai generasi nan tidak mengikuti Masters of The Universe.

Para side character movie ini juga mempunyai porsi nan pas dan purpose yang jelas. Melihat karakter seperti Teela (Camila Mendes),Man-At-Arms (Idris Elba), Ram Man (Jon Xue Zhang) Fisto (Jóhannes Haukur Jóhannesson) dan Mekaneck (James Wilkinson) punya tujuan masing-masing nan buat kami bisa mendukung para karakter ini.

Perlu diakui stealer film ini tak lain adalah Skeletor nan diperankan oleh Jared Leto. Senang sekali memandang Skeletor bisa diadaptasi dengan baik tidak hanya sebagai villain nan jahat namun di beberapa momen juga kocak dan komikal. Tak ketinggalan juga visual dari Skeletor di movie ini bagus sekali dan tidak terlihat konyol, salah satu best use of practical nan dicampur dengan cgi.

Gak terhitung berapa kali kami tertawa kencang memandang celetukan juga tindakan nan dilakukan para karakter nan ada di movie ini. Sesuai dengan rating film-nya SU (Semua Umur) ‘Masters Of The Universe’ betul-betul bisa dinikmati tak hanya oleh anak-anak namun juga orang tua nan ikut menonton.

Meski ada rumor dengan pacing movie ini terutama di act kedua nan terasa lambat namun lawakserta karisma dari para tokoh movie ini more than enough untuk menjadi kandidat movie musim panas terbaik tahun ini, a true summer flick! Selesai menonton movie ini ada satu kata nan jadi top of mind kami “Fun”. Definisi movie summer blockbuster nan cocok dinikmati berbareng family alias sahabat terdekat. 

Tayang mulai 3 Juni di seluruh bioskop Indonesia! You don’t want to miss this one!

By The Power of Grayskull i give this film: 4 / 5

Penulis: Rafy Khilzy

Selengkapnya
Sumber Info Hiburan Film cinemags
Info Hiburan Film cinemags