Manfaat Sales Page, Cara Membuatnya, dan Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Berbeda dengan landing page, kata sales ini tetap terasa asing di pendengaran. Anyway, fungsinya cukup signifikan lho untuk membantu pemasaran lebih efektif dan bisa menjangkau pasar lebih luas. Okay, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Manfaat Sales Page, Cara Membuatnya, dan Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi

Manfaat Penggunaan Sales Page

Berikut ini beberapa kegunaan dari sales page:

1. Meningkatkan Penjualan

Penggunaan sales page bakal membantu meningkatkan penjualan sebuah usaha. Pemakaian media ini paling cocok untuk UMKM namalain bagi nan sedang merintis upaya baru.

Selain itu, keberadaan dari sales page ini untuk membangun kredibilitas antara penjual dan pembeli. Sales page sangatlah tepat bagi nan menawarkan sebuah promosi, seperti bingkisan namalain potongan belanja.

2. Membangun Brand Awareness

Pemakaian sales page bisa dijadikan sebagai salah satu langkah untuk membangun identitas sebuah brand, penyampaian pesan dari brand, serta meningkatkan kepercayaan brand di hati pelanggan.

3. Hemat Waktu dan Tenaga

Penggunaan sales page juga bisa menghemat waktu dan tenaga. Sebab, penjualan bisa dilakukan dengan memanfaatkan otomatisasi proses tetapi tetap menjangkau banyak calon pelanggan.

4. Media Mengumpulkan Data Pelanggan

FYI, biasanya di sales page bakal dilengkapi dengan pengisian blangko nan bermaksud untuk mendapatkan info pelanggan, seperti nama, alamat, dan email pelanggan. Jika sistem sudah mencatat info tersebut maka bisa dilakukan konversi sebagai kampanye pemasaran melalui email marketing.

5. Meningkatkan Layanan Pelanggan

Oia, pada sales page sudah dilengkapi dengan FAQ (Frequently Asked Questions) untuk membantu memberikan jawaban dari pertanyaan umum. Nah, meski sederhana, keberadaan FAQ banyak membantu pengguna mendapatkan jawaban tanpa kudu menghubungi pihak penjual.

Jenis Sales Page

Sales page mempunyai dua jenis nan berbeda, adalah corak laman pendek dan panjang.

Pada laman berbentuk pendek, sifat penyampaiannya tepat dan menampilkan info krusial mengenai produk namalain jasa nan mau ditawarkan. Bentuk ini lebih mudah dipahami lantaran memberi rincian nan pengguna butuhkan dengan prospek untuk bertransaksi.

Sedangkan laman berbentuk panjang, deskripsinya sendiri sangat rinci menerangkan produk namalain jasa nan ditawarkan. Biasanya jenis ini disebut ‘surat penjualan’ lantaran menampilkan seluruh info nan orang butuhkan.

Elemen Isi dalam Sales Page

Berikut ini beberapa komponen krusial untuk kalian kuasai:

1. Buat Judul Menarik

Aspek krusial dalam pemasaran adalah memikat hati calon pelanggan. Oleh lantaran itu, silakan buat titel semenarik mungkin dan biarkan calon pengguna penasaran dengan isi dari sales page.

2. Berikan Pain Point

Keberadaan dari poin ini untuk membantu pengguna kalian mengatasi masalahnya, nan mana prosesnya dengan mengerti kebutuhan, keluhan, dan kemauan dari pelanggan. Nah, setelah itu kalian bisa memberi solusi terbaik.

3. Tampilkan Keunggulan Produk

Yeayy, sekarang saatnya untuk menjelaskan sisi unggul dari produk namalain jasa nan ditawarkan. Tujuannya untuk memikat dan meyakikan hati pembeli mengenai merk jual beli kalian nan berbeda.

4. Tambahkan Ulasan Pelanggan

Umpan kembali namalain ulasan ini bakal membantu untuk menerangkan kepada konsumen bahwa perusahaan sangat terkenal dan banyak peminat. Keberadaan dari ulasan ini bakal membantu meyakinkan pengguna terhadap produk namalain jasa nan ditawarkan, loh.

5. Fasilitasi FAQ pada Halaman Website

Jika sudah mengarahkan calon pembeli sampai di sales page formulir, pastikan untuk memfasilitasinya dengan beberapa FAQ penting. Nah, nantinya visitor bisa mendapat jawaban secara langsung tanpa menunggu jawaban dari admin.

6. CTA 

Terakhir, tambahkan rayuan untuk bertindak, ya. Poin ini sangat krusial ada di sales page akhir untuk meyakinkan pengguna untuk membeli produk kalian. Sertakan beberapa tombol CTA di seluruh laman web tetapi jangan sampai melupakan penyebutannya di bagian akhir.

Cara Membuat Sales Page

Berikut ini langkah membikin sales page nan baik dan berkonversi tinggi:

1. Pastikan Kenal Siapa Audiensnya

Sebelum melakukan pemasaran sebuah produk, kenali dulu siapa sasaran audiensnya. Kenali lebih dalam apa saja nan mereka sukai. Poin paling krusial adalah bantu mereka memecahkan masalah nan dibutuhkan melalui penawaran produk.

2. Buat Proposisi Nilai untuk Penawaran Kalian

Setelah itu, pastikan memikirkan proporsi nilai nan bakal ditawarkan kepada konsumen di luar sana seperti apa.

3. Tentukan Harga

Meski menentukan nilai nan pas ini cukup rumit, pastikan bisa melakukannya dengan hati-hati, ya. Sebab, membebankan biaya terlalu banyak bakal membikin kalian berisiko kehilangan penjualan. Sedangkan, memberi nilai terlalu rendah bakal merugikan lantaran tidak bisa mengasosiasikan produk dengan bijak.

4. Pilih Panjang Sales Page nan Efektif

Tentukan panjang laman nan dirasa efektif untuk sales page. Apakah mau menjelaskan perincian penawaran namalain hanya mau membikin copywriting nan memikat. Silakan pikirkan perihal tersebut juga, ya.

5. Buat Salinan nan Memikat

Anyway, kalian perlu membikin salinan titel nan memikat, ya. Caranya dengan bahasa singkat dan banyak versi. Setelah itu lihat apakah kalimat nan dipilih cukup menawan untuk ditawarkan namalain belum.

6. Buat Desain Menarik

Desain mempunyai peran krusial dalam memikat hati calon pembeli. Oleh lantaran itu, meski menggunakan template gratisan, pastikan untuk mengeditnya dulu agar terlihat lebih profesional.

7. Miliki CTA nan Unik dan Menarik

Selanjutnya, pastikan ada satu rayuan kepada pengguna untuk membeli produk nan ditawarkan di sales page.

8. Buat Saluran Penjualan Bekerja secara Otomatis

Terakhir, bantulah calon pembeli agar lebih mudah dalam bertransaksi dengan melakukan saluran penjualan secara sigap dan aksesnya juga mudah.

Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi

Jadi, kalian mau membikin sales page nan mempunyai konversi tinggi? Pastikan kalian ikuti teknik dasarnya berikut ini:

1. Buatlah Judul Semenarik Mungkin

Pembuatan titel nan menarik bakal memikat hati pengunjung. Apalagi kegunaan dari titel sendiri sebagai ‘pengait’ nan bakal memancing visitor memandang penawaran nan dilakukan.

2. Fokus pada Manfaat, Bukan Fitur

Berikan argumen kenapa visitor kudu membeli produk kalian dibanding menawarkan fitur menarik. Teknik ini jarang digunakan lho tetapi justru mempunyai hasil nan signifikan. 

3. Tambahkan Testimoni

Jejak digital merupakan konversi tinggi dalam sebuah penjualan. Indikator kepercayaan visitor dimulai dari jejak digital nan ditinggalkan oleh visitor sebelumnya. Oleh lantaran itu, tambahkan testimoni di sales page demi meningkatkan keberhasilan konversi di sales page.

4. Beri Gambar nan Menarik

Tambahkan gambar nan sesuai dengan penjelasan pada halaman, ya. Gambar ini berdomisili sebagai visual inti dari laman sehingga mempunyai nilai skematis untuk memancing perhatian konsumen.

5. Lakukan Komunikasi Lebih Dekat dengan Pelanggan

Memberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan membikin pebisnis bisa melakukan komunikasi ringan dengan pembeli.

6. Bagian Akhir Tambahkan CTA nan Kuat

Seluruh konten dan salinan pada sales page haruslah mengandung CTA sehingga pembaca terdorong untuk melakukan pembelian pada tahap selanjutnya. Jadi, jangan hanya bertuliskan “Beli sekarang.” Tambahkan juga info mendukung, seperti nilai terjangkau, produk aman, dan metode pembayaran bervariasi.

7. Pastikan Sales Page Cepat Diakses

Sales page mungkin sering terlambat sehingga menyebabkan potensial pengguna terjauhkan. Nah, dengan Jetorbit kalian mendapat akses ke web hosting super sigap dan domain nan dapat mempercepat keahlian sales page.

Contoh Sales Page

Berikut ini beberapa contoh nan bisa dijadikan referensi:

1. Somnifix

Contoh sales page nan bagus dengan jenis pendek adalah Somnifix. Di bagian titel Somnifix sudah membantu menjelaskan gimana produknya bisa membantu masalah mendengkur.

sales page

Somnifix juga memanfaatkan poin-poin krusial untuk mencantumkan kelebihan produknya dalam memikat calon pelanggan. Belum pula adanya tombol CTA di akhir teks untuk mengarahkan pembaca menuju toko online.

2. Ruby

Ruby memberi jasa pengguna virtual bagi pemilik bisnis. Halaman satu ini bisa dinilai cukup bagus lantaran arahannya sangat menarik dalam menyampaikan informasi.

Pada sales page, Ruby memberi penjelasan kenapa produk mereka sangat penting. Oia, Ruby juga melengkapi dua CTA di bagian akhirnya untuk menghubungi tim marketing dan berkonsultasi.

3. Hotjar

Hotjar menjadi platform untuk memahami tingkah laku dan bunyi online penggunanya. Dari beberapa sales page, Hotjar mempunyai sales page cukup baik lantaran bisa menjawab emosi dan kebutuhan calon penggunanya.

Perbedaan Sales Page dan Landing Page

Keduanya sama-sama bekerja untuk memastikan konversi, aliran prospek dan hasil pendapatan konstan. Selain itu, keduanya juga bisa menjangkau sasaran audiens lebih besar dengan pengalaman langganan nan memuaskan.

Berikut ini beberapa perbedaan dari dua laman tersebut.

Landing PagesSales Page
TujuanBervariasi (biasanya tergantung menghasilkan prospek)Membuat penjualan
DesainSederhana dan ringkasElaborasi dan detail
HargaTidak berbayarBerbayar
FAQTergantung pada jenis laman arahanYa
Jumlah CTABiasanya hanya satuBanyak CTA
PanjangUmumnya ditentukan oleh tujuan laman arahanSelama dibutuhkan untuk melakukan penawaran

Jadi, apakah kalian tertarik menggunakan sales page? Atau, justru sudah menggunakan sales page? Sharing yuk 🙂

Oia Guys, agar brand kalian lebih tepercaya lagi, kalian perlu membikin email dengan domain sendiri lantaran sekarang lebih mudah, aman, dan keren! Gunakan jasa  email hosting dari Jetorbit yuk agar bisa kirim email dengan @namadomainkamu.com menjadikan kesan tepercaya dalam bisnis. 

Semoga berfaedah 🔥

Selengkapnya
Sumber Info Teknologi Kincaimedia
Info Teknologi Kincaimedia