Kemenag KBB Turun Tangan, Mediasi Masih Alot, Guru Nisfa Minta Nama Baiknya Dipulihkan Setelah Polemik di MTs Muslimin Citapen

Sedang Trending 4 jam yang lalu

BANDUNG BARAT, BANGBARA.COM – Polemik nan melibatkan pembimbing mengandung Nisfa Widia (NW) dengan pihak MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), setelah dilakukan mediasi oleh Kemenag KBB untuk kedua belah pihak, rupanya belum tuntas.

Di kembali persoalan tersebut, terdapat tekanan psikologis nan dialami Guru Nisfa ini setelah dirinya disebut-sebut dikeluarkan dari sekolah dan dituding terlibat dalam persoalan pengelolaan tabungan siswa.

Kasus nan sempat menjadi perhatian publik itu akhirnya dimediasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat di Kantor Kemenag KBB, Padalarang, Selasa (23/6/2026).

Dalam mediasi tersebut, Kemenag memastikan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada Surat Keputusan (SK) pemberhentian terhadap Guru Nisfa. Dengan demikian, status nan berkepentingan tetap tercatat sebagai pembimbing aktif di MTs Muslimin Citapen.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Barat, Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Deden Sarif Hidayatullah, menjelaskan, bahwa berasas hasil pemeriksaan komunikasi kedua belah pihak, persoalan nan berkembang selama ini lebih banyak dipicu oleh miskomunikasi.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Deden Sarif Hidayatullah

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Deden Sarif Hidayatullah (Foto: Addien Bangbara )

Namun di kembali konklusi tersebut, muncul kebenaran lain nan tidak kalah penting, ialah akibat psikologis nan dialami Guru Nisfa sebagai seorang pembimbing nan saat ini sedang mengandung (Hamil 7 Bulan).

Menurut info nan berkembang, persoalan bermulai ketika Guru Nisfa menerima info nan dianggap sebagai corak pemberhentian alias pengeluaran dirinya dari lingkungan sekolah melalui komunikasi WA nan disampaikan tidak secara langsung dalam forum resmi.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Dalam kondisi sedang hamil, Guru Nisfa mengaku kudu menghadapi tekanan mental akibat beragam dugaan nan muncul mengenai statusnya sebagai tenaga pendidik.

Tidak berakhir sampai di situ, persoalan semakin melebar ketika muncul tudingan nan mengaitkan dirinya dengan pengelolaan tabungan siswa di lingkungan MTs Muslimin itu.

Padahal berasas penjelasan nan disampaikan dalam proses mediasi, Guru Nisfa bukanlah pihak nan sejak awal mengelola tabungan tersebut. Ia diketahui hanya melanjutkan tugas dari pengurus sebelumnya nan telah lebih dulu keluar dari sekolah.

Saat pengelolaan itu diserahkan kepadanya, menurut keterangan nan berkembang, rupanya ditemukan sejumlah persoalan manajemen nan diduga sudah terjadi sejak masa pengelolaan sebelumnya.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Nama Guru Nisfa mulai dikaitkan dengan persoalan tabungan siswa meskipun hingga sekarang belum ada konklusi resmi nan menyatakan dirinya melakukan penyalahgunaan dana.

Situasi inilah nan disebut-sebut menjadi salah satu penyebab terganggunya kondisi psikologis Guru Nisfa. Selain kudu menghadapi rumor dugaan pemecatan, dirinya juga kudu menerima beragam penilaian negatif nan berkembang di lingkungan sekitar.

Menurut sumber nan mengetahui persoalan tersebut, Guru Nisfa merasa dirinya seolah dijadikan pihak nan kudu bertanggung jawab atas persoalan manajemen nan sebenarnya telah ada sebelum dirinya menerima amanah pengelolaan tabungan siswa.

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara