– Pasar mata uang digital pada hari Kamis (28/12/2023) tampak menghijau, lantaran nilai Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan secara tiba-tiba. Bukan tanpa alasan, kenaikan ini disebabkan oleh salah satu perusahaan terkenal nan memborong mata uang digital utama tersebut.
Perusahaan nan bergerak dalam bagian perangkat lunak, ialah MicroStrategy merupakan tokoh dibalik akumulasi pada aset Bitcoin (BTC). Kali ini, MicroStrategy membeli sebanyak 14.620 Bitcoin saat harganya berada di US$ 42.110 per koinnya.

Akumulasi Bitcoin ini diumumkan lewat akun media sosial X dari CEO MicroStrategy, Michael Saylor dimana dia menyatakan bahwa perusahaannya merogoh kocek sebesar US$ 615,7 juta.
“MicroStrategy saat ini memegang 189,150 BTC, nan kami beli di kisaran nilai US$ 5,9 miliar dengan nilai rata-rata US$ 31.168 per Bitcoin,” ungkap Michael Saylor.
Aksi MicroStrategy ini pun disambut meriah oleh kalangan Crypto Twitter, lantaran reli santa beberapa waktu lampau dinilai tidak sukses menciptakan ‘boosting’ nilai nan signifikan. Berdasarkan info dari CoinMarketCap pagi ini, tindakan akuisisi dari perusahaan perangkat lunak tersebut menyebabkan kapitalisasi pasar mata uang digital dunia menguat sebesar 2,68 persen menjadi US$ 1,7 triliun dalam 24 jam.

Pun demikian dengan nilai BTC nan mengalami kenaikan sebesar 2,36 persen dalam 24 jam terakhir. Pada saat penulisan, nilai Bitcoin tengah berada di level US$ 43.678.
Berita Bitcoin: 3 Crypto NARASI BARU Kategori DePin dengan Potensi Positif: RNDR, IOTX, FIL
Sementara itu melansir dari reuters, salah seorang analis di TD Cowen menyatakan bahwa akumulasi ini bukanlah strategi jangka pendek semata, melainkan gambaran dari kepercayaan bahwa Bitcoin dapat menjadi penyimpanan nilai nan unggul.
“Perusahaan tersebut tetap konsisten dalam memberikan sarana menarik bagi penanammodal nan mau mempunyai Bitcoin,” ujarnya.
Pembelian ini sudah sangat sebenarnya sudah sangat umum dilakukan oleh pihak MicroStrategy. Namun ada beberapa perseorangan nan beranggapan bahwa motivasi sebenarnya dari akumulasi ini adalah Bitcoin Spot ETF dan halving di tahun 2024.
Namun, korporat nan telah mengakuisisi Bitcoin sejak tahun 2020 itu mengatakan bahwa investasi mata uang digital utama ini difokuskan untuk jangka panjang.
“Karena pasokannya nan terbatas, Bitcoin menawarkan kesempatan apresiasi nilai jika adopsinya meningkat. Selain itu, aset ini dapat menjadi lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang,” tulis MicroStrategy dalam laporan kuartal terbarunya.
Iqbal Maulana
Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·