
cara mencuci kain pel | foto ilustrasi: Gemini AI
- Mengepel lantai memang sudah jadi rutinitas wajib di nyaris setiap rumah. Selain menjaga tampilan lantai tetap bersih dan berkilau, aktivitas ini juga krusial untuk menekan pertumbuhan kuman dan kuman nan bisa menakut-nakuti kesehatan keluarga.
Tapi ada satu perihal nan sering luput dari perhatian: kondisi kain pel itu sendiri.
Karena dipakai nyaris setiap hari, kain pel rentan menjadi sarang kotoran, noda membandel, apalagi aroma tak sedap nan susah lenyap meski sudah dicuci biasa. Ironisnya, kain pel nan kotor justru bisa menjadi bumerang — alih-alih membersihkan lantai, malah menyebarkan kuman dan membikin ruangan berbau.
Kenapa Kain Pel Gampang Bau Meski Sudah Dicuci?
Bau pada kain pel biasanya disebabkan oleh pertumbuhan kuman dan jamur nan berkembang di serat kain nan lembap. Mencuci dengan air biasa saja tidak cukup untuk membunuh mikroorganisme ini. Itulah kenapa meski sudah dikucek dan dibilas, aroma "apek" itu sering kali kembali lagi.
Banyak orang lampau beranjak ke sabun cuci piring untuk mengatasi masalah ini, lantaran kandungan surfaktannya memang efektif mengangkat minyak dan lemak dari serat kain. Tapi sebenarnya ada pengganti lain nan lebih irit dan bahan-bahannya pasti sudah ada di dapur.
Bahan nan Dibutuhkan
Cara ini dipraktikkan oleh kanal YouTube KELUARGA KITA 12, dan tergolong simpel lantaran semua bahannya mudah ditemukan:
- Cairan pemutih pakaian
- Cuka makan (bahan utama andalan)
- Pewangi busana sachet
- Air panas
- Sabun mandi batangan
Langkah-Langkah Mencuci Kain Pel dengan Cuka
Langkah 1 – Siapkan larutan rendaman

foto: YouTube/KELUARGA KITA 12
Tuang 2 sendok makan cairan pemutih ke dalam ember, lampau tambahkan 3 sendok makan cuka makan. Cuka makan dipercaya bisa mengangkat noda membandel sekaligus menetralisir aroma pada serat kain. Tambahkan satu sachet pewangi busana agar kain pel beraroma segar setelah dicuci.
Langkah 2 – Tuang air panas dan kombinasi rata

foto: YouTube/KELUARGA KITA 12
Tuangkan air panas ke dalam ember, lampau kombinasi hingga semua bahan tercampur sempurna. Air panas membantu membuka serat kain sehingga larutan pembersih bisa meresap lebih dalam.
Langkah 3 – Rendam semalaman

foto: YouTube/KELUARGA KITA 12
Masukkan kain pel ke dalam larutan tersebut dan biarkan terendam semalaman. Dalam video nan dikutip BrilioFood dari YouTube KELUARGA KITA 12, pemilik konten menjelaskan alasannya, “Aku cuci besok aja biar meresap dulu cairannya ke kain pel."
Proses perendaman nan cukup lama inilah nan membikin langkah ini berbeda dari sekadar mencuci biasa — larutan punya waktu untuk bekerja secara menyeluruh hingga ke dalam serat.
Langkah 4 – Gosok dengan sabun batangan

foto: YouTube/KELUARGA KITA 12
Setelah direndam semalaman, gesek kain pel menggunakan sabun mandi batangan. Gosok secara menyeluruh agar kotoran dan kuman nan sudah terangkat oleh rendaman bisa betul-betul lepas dari serat kain.
"Gosok-gosok gini biar kuman kotoran-kotoran terangkat," jelas pemilik ide.
Langkah 5 – Bilas hingga bersih

foto: YouTube/KELUARGA KITA 12
Bilas kain pel dengan air bersih beberapa kali sampai tidak ada sisa sabun maupun larutan nan tertinggal. Hasilnya cukup mengesankan.
"Tampilannya jadi berubah gini, bersih banget. Cuma nyuci pakai langkah ini dilakukan sebulan sekali aja, jika keseringan kain pel malah brodol," tegasnya.
Seberapa Sering Sebaiknya Dilakukan?
Penting untuk dicatat: metode ini tidak disarankan dilakukan terlalu sering. Kombinasi cairan pemutih, cuka, dan air panas memang efektif membersihkan secara menyeluruh, tapi jika dilakukan terlalu rutin bisa mempercepat kerusakan serat kain pel. Frekuensi ideal adalah satu kali sebulan, sementara untuk perawatan mingguan cukup gunakan sabun cuci biasa alias detergen.
Untuk kain pel berbahan microfiber, perlu sedikit perhatian ekstra — cuka memang kondusif digunakan, tetapi pemutih klorin bisa merusak serat microfiber jika digunakan terlalu sering alias dengan konsentrasi terlalu tinggi. Pastikan takaran tetap sesuai anjuran.
Tips Tambahan Merawat Kain Pel
- Setelah selesai mengepel, biasakan langsung cuci kain pel — jangan biarkan terlipat dalam keadaan basah lantaran ini menjadi penyebab utama bau
- Jemur kain pel di bawah sinar mentari langsung; sinar UV adalah disinfektan alami nan efektif membunuh bakteri
- Ganti kain pel secara berkala, idealnya setiap 3–6 bulan sekali tergantung gelombang pemakaian
- Pisahkan ember untuk mencuci kain pel dari ember lain agar tidak terjadi kontaminasi silang
FAQ Membersihkan Kain Pel
1. Apakah cuka makan kondusif digunakan untuk semua jenis kain pel?
Cuka makan umumnya kondusif untuk sebagian besar bahan kain pel, termasuk katun dan nilon. Namun untuk kain pel berbahan microfiber, hindari penggunaan cuka terlalu sering lantaran bisa mengurangi daya serap serat dalam jangka panjang. Gunakan secukupnya dan jangan melampaui takaran nan dianjurkan.
2. Bisakah cuka makan diganti dengan cuka putih alias cuka apel?
Bisa. Cuka putih (white vinegar) apalagi lebih direkomendasikan lantaran kadar asamnya lebih tinggi dan tidak meninggalkan warna pada kain. Cuka apel juga bisa digunakan, meski aromanya lebih kuat dan warnanya agak kecokelatan.
3. Kenapa kudu pakai air panas, tidak bisa air dingin saja?
Air panas membantu melarutkan bahan-bahan pembersih lebih sempurna dan membuka pori-pori serat kain, sehingga larutan bisa masuk lebih dalam dan bekerja lebih efektif. Air dingin tetap bisa digunakan, tapi hasilnya tidak bakal semaksimal air panas.
4. Bagaimana langkah menghilangkan aroma kain pel nan sudah sangat parah?
Untuk aroma nan sudah sangat kuat, tambahkan baking soda (sekitar 2–3 sendok makan) ke dalam larutan rendaman berbareng cuka dan pemutih. Baking soda bekerja menetralisir aroma dari dalam serat secara kimia, bukan sekadar menutupinya dengan wewangian.
5. Apakah sabun mandi batangan bisa diganti produk lain saat menggosok?
Bisa diganti dengan sabun cuci batangan alias detergen krim. nan krusial punya kandungan surfaktan nan cukup kuat untuk mengangkat kotoran bentuk setelah proses rendaman selesai bekerja.
(brl/tin)
16 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·