Pada interval servis kendaraan biasanya tertulis referensi jarak tempuh dalam kilometer alias bulan, dengan tambahan kalimat ‘mana nan dicapai lebih dulu’. Misalnya interval servis selanjutnya tertulis pada 12.000 km / 12 bulan, mana nan dicapai terlebih dahulu. Artinya jika sudah 12 bulan setelah servis terakhir, meskipun odometer belum menunjukkan nomor 12.000, kendaraan sudah kudu diservis. Tapi apakah ini nan terbaik?
Jika mengenai interval servis, sebenarnya nan paling relevan adalah dengan berpatokan pada jarak tempuh kilometer. Karena jika berpatokan waktu, jika misalnya kendaraan tidak digunakan selama 10 bulan, maka hanya dalam waktu 2 bulan saja kita kudu servis berkala selanjutnya. Padahal selama kurun waktu 10 bulan, kondisi mesin meninggal dan tidak mendapatkan beban kerja sama sekali.
Namun patokan kilometer saja sebenarnya juga tidak selamanya akurat. Acuan nan dibuat oleh produsen kendaraan biasanya diambil pada kondisi jalanan secara umum. Jika kalian sering melaju di jalanan macet, alias kondisi berdebu, interval servis bisa lebih maju dari nan ditentukan produsen. Misalnya dimajukan 2 bulan alias apalagi separuh dari interval servis jika kondisi keseharian kita sangat membebani mesin.
Baca Juga : Cara Mencegah Biaya Membengkak Saat Servis Kendaraan
Hal terbaik nan bisa kita lakukan dalam menentukan kapan servis berkala selanjutnya, adalah dengan sering melakukan inspeksi berkala pada kendaraan. Inspeksi ini bisa dilakukan setidaknya sebulan sekali. Misalnya dengan memandang level dan kondisi warna oli melalui dipstick. Atau memandang kondisi filter udara. Hal ini relatif mudah dilakukan dan tidak memerlukan skill khusus. Tutorialnya pun sudah banyak di internet, nan bisa jadi referensi kita dalam melakukan inspeksi tersebut.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·