KBB, BANGBARA.COM – Penyerahan support finansial unik desa dalam corak insentif tambahan bagi RT dan RW di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Bandung Barat (KBB) berjalan di tengah sorotan tajam.
Meski agenda nan mencakup Desa Saguling, Desa Padalarang, dan Desa Ngamprah ini menjadi momen nan ditunggu, aktivitas tersebut justru diwarnai kekecewaan oleh para pengurus lingkungan akibat ketidaktepatan waktu dalam penyelenggaraan undangan.
Kegiatan nan semestinya menjadi arena silaturahmi sekaligus pemberian pengarahan dari Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, ini dikeluhkan oleh peserta lantaran molornya waktu aktivitas dari agenda nan telah ditentukan.
Kekecewaan Perangkat Lingkungan
Toro, Ketua RW 30 Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, mengungkapkan kejengkelannya saat ditemui di lokasi. Menurutnya, manajemen waktu panitia penyelenggara sangat merugikan waktu para pengurus RT/RW nan juga mempunyai kesibukan dan tanggung jawab lain di wilayahnya masing-masing.

Toro, Ketua RW 30 Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang (Foto: Addien Bangbara )
"Undangan ini sangat mengecewakan. Janji awal diundur jam 8 pagi, kemudian diundur jam 10, lampau diundur lagi hingga pukul 13.00 WIB. Kami kan punya banyak pekerjaan lain, masa kudu menunggu Bupati seperti ini? Ini sama saja dengan tidak menghargai waktu kami," keluh Toro dengan nada kesal.
Pertanyakan Keterlambatan Pembayaran Insentif
Lebih jauh, Toro menyoroti substansi dari insentif itu sendiri. Ia mempertanyakan argumen keterlambatan pembayaran nan sudah berjalan selama lima bulan.
Mengingat dalam hitungan hari bakal memasuki bulan keenam, dia merasa janggal jika anggaran nan nominalnya sudah pasti tersebut tertahan tanpa argumen nan jelas.
"Nilai kepercayaan RT/RW kepada pemerintah wilayah menurun. Kami sudah menunggu selama lima bulan, dan sejenak lagi masuk bulan keenam. Jika memang anggarannya sudah ada, kenapa kudu ditunda-tunda? Seharusnya langsung saja diberikan," tegas Toro.
Diketahui, pemerintah wilayah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp16 miliar untuk insentif RT/RW di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Adapun besaran insentif nan diterima oleh masing-masing RW adalah Rp185.000 per bulan, nominal tersebut sudah dalam kondisi bersih setelah dipotong pajak.
Pengharapan bakal Penghargaan bagi Ujung Tombak Pemerintahan
Kondisi pertemuan nan tidak sesuai agenda ini menambah daftar panjang keluhan pengurus RT/RW nan merasa peran mereka sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah seringkali tidak mendapatkan apresiasi waktu nan layak.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·