Ilmuwan ini temukan es krim yang tak meleleh berjam-jam di suhu ruang, tapi amankah dikonsumsi?

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

- Salah satu kenikmatan menyantap es krim adalah teksturnya nan lembut dan langsung lumer di mulut. Baik orang tua maupun anak muda pasti tidak bisa menolak kelezatan es krim. Oleh karena itu, es krim tetap menjadi makanan nan digemari dan diburu beragam kalangan.

Sayangnya, ada satu tantangan terbesar saat menyantap es krim, ialah durasinya kudu cepat. Karena es krim mudah sekali meleleh jika di suhu ruang, maka kudu segera dikonsumsi sesaat setelah disajikan. Apalagi jika Anda mengonsumsi es krim cone, nan saat meleleh, bakal langsung mengotori tangan.

Namun tahu nggak sih, tantangan tersebut rupanya bisa diatasi oleh sekelompok intelektual dari Universitas Wisconsin-Madison, Amarika Serikat. Dilansir BrilioFood dari businessinsider.com pada Sabtu (13/7), sejumlah intelektual ini mengeluarkan penemuan baru nan dapat mencegah es krim meleleh alias berubah corak meski diletakkan di suhu ruang berjam-jam.

Penelitian ini dipimpin oleh Cameron Wicks, mahasiswa doktoral (PhD) bagian pengetahuan pangan. Di siaran pers universitas, Wicks menjelaskan bahwa dia memanfaatkan senyawa berbasis tanaman nan disebut polifenol untuk mencegah es krim meleleh di suhu ruang. Dengan begitu, makanan kaku seperti es krim tidak bakal berubah bentuk.

"Menambahkan polifenol ke dalam es krim dapat menghasilkan produk nan dapat mempertahankan bentuknya selama lebih dari 4 jam pada suhu ruangan. Itu cukup mendekati konsep es krim nan tidak meleleh," ujar Wicks dikutip dari businessinsider.com.

Ilmuwan ini temukan es krim nan tak meleleh berjam-jam di suhu ruang, tapi amankah dikonsumsi?

foto: freepik.com

Lebih lanjut, Wicks menjelaskan bahwa polifenol ini bakal berfaedah secara efektif jika dipadukan dengan unsur lain, ialah lemak dan protein. Dengan begitu, tekstur alias corak es krim nan dicampur polifenol jadi tetap kental dan mudah dibentuk.

Nah, polifenol ini pada dasarnya bisa ditemukan dari bahan-bahan alami, seperti teh dan buah beri. Menurut Wicks, penggunaan bahan alami bisa memberikan faedah tersendiri dari segi kesehatan. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Ilmuwan ini temukan es krim nan tak meleleh berjam-jam di suhu ruang, tapi amankah dikonsumsi?

foto: freepik.com

Sayangnya, Wicks mengaku bahwa polifenol buatan lebih efektif membikin es krim tidak mudah meleleh. Oleh karena itu, dia berbareng timnya tetap mencari pengganti lain dari bahan-bahan alami nan sifatnya mirip dengan polifenol buatan. Tentu dengan harapan, es krim tersebut bisa layak dikonsumsi masyarakat.

Ilmuwan ini temukan es krim nan tak meleleh berjam-jam di suhu ruang, tapi amankah dikonsumsi?

foto: freepik.com

Jadi, untuk saat ini, hasil penelitian milik Cameron Wicks tetap belum diizinkan beredar dan diterapkan demi mencegah adanya pengaruh samping alias kegagalan lain. Menurut Wicks, tetap diperlukan banyak penelitian untuk menemukan jumlah polifenol nan tepat demi menjaga tekstur es krim tetap stabil, tanpa memengaruhi rasanya. Dengan begitu, es krim tersebut bisa dinikmati secara santuy tanpa cemas meleleh alias pun berubah rasa.

"Es krim adalah sistem nan sangat kompleks. Dengan memahami semua pengetahuan di baliknya, Anda dapat membikin makanan nan lebih sehat, lebih berkelanjutan, dan dapat membikin sistem nan lebih baik untuk menyajikan makanan kepada seluruh orang di dunia," kata Wicks di siaran pers nan dilansir dari businessinsider.com.

(brl/lut)

Selengkapnya
Sumber Info Kuliner briliofood
Info Kuliner briliofood