
cara cuci handuk apek | foto ilustrasi: Gemini AI
- Handuk adalah salah satu barang nan paling sering dipakai setiap hari, tapi juga paling sering diabaikan kebersihannya. Padahal handuk nan jarang dicuci — alias dicuci tapi tidak tuntas — bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan kuman nan tak kasat mata.
Kalau handuk sudah mulai tercium aroma apek alias tampilannya kusam, itu tanda sudah waktunya dicuci lebih serius dari biasanya. Masalahnya, aroma apek di handuk seringkali bukan semata lantaran kotor — tapi lantaran sisa deterjen nan menumpuk di serat kain dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Jadi meski sudah dicuci, jika resinya tidak terangkat, aroma tetap saja muncul.
Banyak orang mengandalkan sitrun untuk merendam handuk sebelum dicuci. Memang efektif, tapi sitrun punya pengaruh samping nan perlu diperhatikan — menghirupnya bisa memicu batuk, sesak napas, hingga iritasi tenggorokan, terutama bagi nan sensitif.
Kabar baiknya, ada pengganti nan lebih kondusif dan bahan-bahannya pasti sudah ada di dapur: garam dan cuka.
Mengapa Garam dan Cuka Bisa Gantikan Sitrun?
Garam bukan sekadar ramuan masak. Secara alami, garam berkarakter antimikroba dan bisa mengangkat noda membandel dari serat kain.
"Garam dapat mengangkat noda bandel," ujar @Giano Vlog dalam unggahan videonya di YouTube, dikutip BrilioFood, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, cuka putih mengandung masam asetat nan bekerja memecah residu deterjen nan tersisa di serat handuk — justru inilah nan sering jadi biang keladi aroma apek meski handuk sudah dicuci. Bonus tambahannya, cuka juga bisa membantu menajamkan aroma softener di bilasan akhir.
Cara Mencuci Handuk Apek dengan Garam dan Cuka
Berikut langkah-langkahnya nan bisa langsung dipraktikkan:
Langkah 1 — Rendam dengan larutan garam

foto: YouTube/@Giano Vlog
Isi tabung mesin cuci dengan air, lampau masukkan 1 sendok makan garam. Aduk hingga larut, kemudian masukkan handuk. Rendam selama 15 menit agar larutan garam bekerja maksimal mengangkat kotoran dan noda.
Langkah 2 — Cuci dengan deterjen seperti biasa

foto: YouTube/@Giano Vlog
Setelah 15 menit, tambahkan 1 sachet deterjen cair ke dalam tabung. Tutup mesin cuci dan jalankan proses pencucian seperti biasa.
Langkah 3 — Bilas dengan tambahan cuka

foto: YouTube/@Giano Vlog
Di siklus pembilasan pertama, tuangkan 50 ml cuka putih ke dalam air bilasan. Ini berfaedah mengangkat sisa deterjen nan tetap menempel di serat handuk.
"Cuka ini untuk menghilangkan residu (sisa deterjen) di handuk," jelasnya lebih lanjut.
Langkah 4 — Bilasan akhir dengan softener dan cuka

foto: YouTube/@Giano Vlog
Pada bilasan terakhir, tambahkan softener dan 1 sendok teh cuka. Kombinasi ini dipercaya membikin wangi softener lebih tahan lama di kain.
Langkah 5 — Jemur di bawah sinar matahari

foto: YouTube/@Giano Vlog
Setelah proses pencucian selesai, jemur handuk langsung di bawah sinar matahari. Sinar UV mentari juga berkedudukan sebagai disinfektan alami nan membantu membunuh sisa kuman di serat kain.
"Menjemur tidak lebih dari 1 jam di bawah sinar matahari," ucapnya.
Setelah kering, handuk siap dipakai kembali — bersih, tidak apek, dan terasa seperti baru.
Tips Tambahan agar Handuk Tidak Cepat Apek Lagi
Selain langkah mencuci di atas, ada beberapa kebiasaan mini nan bisa mencegah handuk sigap aroma kembali:
- Gunakan cuka putih, bukan cuka berwarna, agar tidak meninggalkan noda pada handuk berwarna terang
- Jangan campurkan cuka dengan deterjen berbasis pemutih lantaran bisa merusak serat kain
- Pastikan handuk betul-betul kering sebelum dilipat dan disimpan — handuk nan disimpan dalam kondisi lembap adalah penyebab utama aroma apek
- Idealnya, handuk dicuci setiap 3–4 kali pemakaian. Untuk handuk dapur nan bergesekan langsung dengan makanan, sebaiknya dicuci setiap 2 hari sekali
FAQ
1. Apakah garam kondusif digunakan untuk semua jenis handuk, termasuk microfiber?
Ya, garam kondusif untuk nyaris semua jenis kain termasuk microfiber. Tidak berkarakter korosif dan tidak merusak serat halus.
2. Cuka putih alias cuka apel, mana nan lebih baik untuk mencuci handuk?
Cuka putih lebih disarankan lantaran tidak berwarna, sehingga tidak berisiko meninggalkan noda pada handuk — terutama nan berwarna putih alias terang.
3. Berapa kali idealnya handuk dicuci agar tidak sigap aroma apek?
Para mahir merekomendasikan mencuci handuk setiap 3–4 kali pemakaian. Untuk handuk dapur, lebih sering lebih baik — idealnya setiap 2 hari lantaran sering bergesekan dengan makanan dan minyak.
4. Kenapa handuk tetap tetap aroma apek meski sudah dicuci dengan deterjen?
Penyebab utamanya adalah sisa deterjen nan menumpuk di serat kain. Residu inilah nan menjadi tempat tumbuhnya kuman penghasil bau. Penambahan cuka saat pembilasan membantu memecah dan mengangkat residu tersebut.
5. Bolehkah mencampur garam, cuka, dan deterjen sekaligus dalam satu cucian?
Sebaiknya tidak dicampur berbarengan sekaligus. Ikuti langkah secara berurutan: garam untuk perendaman, deterjen untuk pencucian, dan cuka di tahap pembilasan. Ini agar masing-masing bahan bekerja optimal tanpa saling mengganggu.
(brl/tin)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·