Hack Twitter SEC Ciptakan Roller Coaster di Bitcoin, Gimana dong Nasib ETF?

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

– Gegara berita Bitcoin ETF Spot nan katanya disetujui rupanya palsu, berakibat signifikan pada nilai Bitcoin. Melansir dari cointelegraph.com, akun Twitter X milik Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika (SEC) awalnya memposting bahwa persetujuan ETF sudah ketok palu, dan menyebabkan nilai mata uang digital utama tersebut naik hingga US$ 47.800. 

Namun, kegembiraan itu tidak berjalan lama. Pasalnya, ketua SEC berjulukan Gary Gensler memberikan berita mendadak bahwa rupanya akun SEC telah dibobol dan nan menulis postingan persetujuan tersebut adalah hacker. Berdasarkan laporan dari akun platform X Cointelegraph Market and Research, Bitcoin mengalami penurunan pada kisaran nomor US$ 45.000.

Dalam perihal ini, SEC nan terkejut dengan cuitan hacker tersebut dihadapkan pada tuduhan potensi manipulasi pasar. Tudingan tersebut dilemparkan oleh Senator Bill Hagerty, nan menuntut jawaban dari lembaga izin tersebut. Bukan tanpa sebab, Hagerty melemparkan tudingan tersebut lantaran persetujuan tiruan itu menyebabkan hilangnya hingga US$ 1 miliar dalam minat terbuka di pasar berjangka Bitcoin.

Momentum Bullish Bitcoin

Di tengah drama nan berlanjut, Bitcoin telah menunjukkan kekuatan nan luar biasa, dengan beberapa analis memprediksi potensi breakout hingga US$ 50.000. Seperti pentolan dari perusahaan perangkat lunak MicroStrategy, Michael Saylor memandang spot Bitcoin ETF sebagai peristiwa transformatif, menyerupai signifikansi peluncuran S&P 500.

Meskipun kekuasaan Bitcoin di pasar dan melampaui Berkshire Hathaway dalam kapitalisasi pasar, SEC tetap berhati-hati, mengeluarkan peringatan terhadap FOMO (Rasa Takut Ketinggalan) ke dalam kripto.

Berita Bitcoin: Bitcoin Naik Secara Mendadak! Terpengaruh Kabar ETF?

Prospek Persetujuan ETF dan Prediksi Pasar

Laporan menunjukkan bahwa persetujuan ETF dapat menghasilkan permintaan baru nan mencengangkan hingga US$ 600 miliar. Analis dari CryptoQuant meyakini bahwa perihal tersebut dapat mengakibatkan peningkatan kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar US$ 1 triliun. 

Selain itu, prediksi dari Galaxy Digital menunjukkan potensi kenaikan nilai sebesar 74 persen dalam tahun pertama setelah peluncuran spot BTC ETF. Bahkan, Standard Chartered memperkirakan nilai US$ 200.000 per BTC pada akhir 2025.

Perang Biaya Spot Bitcoin ETF

Saat pengajuan terakhir untuk persetujuan spot Bitcoin ETF berlangsung, muncul potensi “perang biaya” di antara lembaga-lembaga, nan masing-masing berupaya menjadi nan terendah. Biaya terendah nan diajukan per 8 Januari lampau adalah 0,2 persen.

Minat Institusional dan Ritel

Investor institusional telah melakukan langkah-langkah signifikan pada tahun 2023, dengan mengalokasikan sebesar US$ 2,25 miliar ke dalam biaya kripto. Angka ini merupakan peningkatan nan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah ini, US$ 1,93 miliar mengalir ke Bitcoin secara khusus, dan mengukuhkan posisinya sebagai mata uang digital dominan dengan US$ 36,17 miliar dalam aset di bawah pengelolaan.

Tidak hanya itu, minat ritel terhadap Bitcoin juga meningkat, dengan jumlah dompet Bitcoin nan memegang jumlah non-nol mencapai rekor tertinggi pada 2 Januari. Ada lebih dari 51,6 juta dompet Bitcoin nan memegang jumlah non-nol.

Meskipun kapitalisasi tercapai meningkat, pasokan Bitcoin aktif relatif terhadap pasokan nan disimpan di brankas menurun. Hal ini menunjukkan bahwa pemegang belum melepaskan koin nan tidak aktif ke dalam peredaran. Pasokan nan disimpan menunjukkan tren bullish di luar pemegang jangka panjang, lantaran koin-koin ini tidak bergerak sama sekali dalam jaringan BTC. 

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian