“Goosebumps” serial terbaru di Disney+ Hotstar sekarang telah menyelesaikan 10 bagian lengkapnya. Diadaptasi dari novel R. L. Stine, jenis terbaru ini mempunyai nuansa nan lebih gelap dan diisi dengan geng remaja terbaru. Dibintangi oleh Miles McKenna, Isa Briones, Ana Yi Puig, Zack Morris, Will Price, dan tokoh Justin Long.
Jika Episode 1-5 konsentrasi pada kisah masing-masing karakter nan terjadi secara dalam kurun waktu nan nyaris bersamaan, dengan presentasi semi-anthology, “Goosebumps” Episode 6-10 mulai melibatkan orang tua karakter remaja dan ancaman terbesar dalam semesta “Goosebumps”, Slappy.
Bagi fans berat karya R. L. Stine, pastinya tidak bisa memikirkan final boss selain boneka ventriloquist ikonik tersebut. Slappy adalah karakter buatan R. L. Stine nan paling rawan lantaran penokohannya nan licik, manipulatif, dan murni jahat. Kini ditunjukan gimana serial ini memerlukan 5 bagian terakhir hanya untuk melawan Slappy. Namun tetap dengan cerdas menyelipkan titel bagian dari penyesuaian novelnya, kemudian disesuaikan dengan episode-episode nan disajikan. Ada upaya dari penulis naskah serialnya nan sejauh ini mencoba untuk hadirkan modifikasi terbaru.

5 Episode Terakhir Didominasi oleh Teror Slappy
Episode 5 berhujung dengan hint kehadiran Slappy nan sudah dinanti-nanti oleh fans “Goosebumps”. Penggemar pasti sudah memprediksi bahwa ini tidak bakal menjadi pertarungan nan tidak mudah. Berbeda dengan boneka nan dikuasi oleh roh jahat seperti Chucky alias Annabelle, Slappy mempunyai kekuatan nan terbatas namun lebih mengerikan lantaran lebih memungkinkan terjadi di kenyataan. Slappy hanya boneka dengan tanpa kekuatan fisik, dia apalagi memerlukan support manusia untuk menghadirkan musibah dan teror.
Hal nan mengerikan tentang Slappy adalah gimana dia bisa mengatakan apapun nan dia inginkan, namun orang hanya bakal mengira bahwa perihal tersebut normal bagi boneka ventriloquist. Ia bisa membikin pemiliknya mendapatkan nan mereka inginkan. Namun ketika mulai manipulatif dan memahami sungguh dirinya dibutuhkan, dia bisa menjadi berita jelek bagi reputasi pemiliknya.
Kini giliran geng remaja di Port Lawrence nan merasakan teror dari Slappy. Dalam plot terbaru ini, teror Slappy diturunkan oleh orang tua pada anak-anak mereka, dimana sekarang mereka kudu menghadapinya bersama. Masih dengan Biddle nan menjadi “puppet” dari Slappy. Berbeda dengan lima bagian sebelumnya, “Goosebumps” Episode 6-10 ini tidak lagi menggunakan format semi-anthology, lantaran ancamannya hanya konsentrasi pada Slappy.
Semakin Suram, Semakin Seram, dan Namun Tetap Offbeat Ala Goosebumps
Slappy tidak pernah lebih dari boneka dengan roh jahat nan memanipulasi pikiran pemiliknya, setidaknya sebelum serial terbaru “Goosebumps” ini. Dengan tema nan lebih gelap dan berani menerapkan kekerasan, maka Slappy mendapatkan boost kekuatan dalam serial penyesuaian kali ini. Elemen supranatural dan latar belakang Slappy semakin diperkuat. Ia juga semakin tidak terhentikan dengan meninggalkan belenggu medium kitab anak-anak oleh R. L. Stine. Ia mengutuk, memusnahkan, hingga bangkit dari kematian untuk mewujudkan mimpi jelek nan lebih besar lagi.
Namun “Goosebumps” juga tidak lupa dengan aplikasi lawakdan keseruan petualangan geng Port Lawrence dalam lima bagian terakhir ini. James nan diperankan oleh Miles McKenna tetap menjadi comedy relief nan lucu, begitu pula Justin Long nan semakin banyak tampil dan krusial dalam kelanjutan episode-episode terakhir ini. Cerita “Goosebumps” kerap mempunyai akhir nan terasa offbeat, tidak pernah sepenuhnya happy ending maupun bad ending. Sesuatu terasa tidak benar, namun tidak bisa kita salahkan juga. Hal ini juga diadaptasi untuk akhir dari serial Disney+ ini.
Kualitas Drama antar Karakter Sedikit Menurun
Cinta segi tiga antara Margot, Isaiah, dan James menjadi bagian nan cukup menonjol dalam plot “Goosebumps”. Sayangnya, dalam episode-episode terakhir ini pasang surut dari kisah romansa mereka mempunyai bentrok nan terasa dipaksakan. Hanya sebagai “jembatan” mereka kembali pada masalah supranatural nan mereka tinggalkan. Satu perihal nan baik bisa diambil dari plot ini adalah penampilan dari Isa Briones sebagai Margot. Aktris muda ini perlu muncul di lebih banyak lagi movie alias serial remaja bergenre komedi romantis.
Dinamika drama antara anak dan orang tua dalam babak kedua serial ini juga semakin kehilangan arah. Hingga akhirnya Mr. Bratt sebagai karakter paling tidak stabil dalam kisah ini.
Sepertinya “Goosebumps” sengaja menghadirkan open ending untuk potensi season berikutnya. Namun siapa nan bisa menjamin, sekarang serial apapun bisa di-cancell begitu saja tanpa konklusi. Sayangnya, “Goosebumps” juga tidak sebesar serial di Disney+ lainnya saat ini seperti “Only Murders in the Building” dan “The Bear”.
Goosebumps Review: Episode 1-5
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·