Pada 2015 silam, George Miller memboyong banyak penghargaan melalui “Mad Max: Fury Road”. Film berlatar post-apocalyptic tersebut dibintangi oleh Tom Hardy sebagai Max Rockatansky dan Charlize Theron sebagai Imperator Furiosa.
2024 ini, peran Furiosa diberikan pada Anya-Taylor Joy untuk movie prekuel “Furiosa: A Mad Max Saga”. Film ini menjadi instalasi pertama Mad Max Saga nan tidak konsentrasi pada karakter Max. Meskipun banyak nan sebetulnya setuju Furiosa adalah karakter nan mendominasi narasi ‘Fury Road’.
Film terbaru ini lebih konsentrasi pada latar belakang cerita Furiosa nan dibesarkan di tanah berkelimpahan. Setelah masa kecilnya direnggut oleh Dementus nan dibintangi Chris Hemsworth, Furiosa mendedikasikan hidupnya untuk menuntut balas. Jika skala cerita dalam ‘Fury Road’ terasa lebih luas, “Furiosa: A Mad Max Saga” mempunyai narasi lebih konsentrasi pada eksplorasi dan perkembangan karakter Furiosa nan penuh petualangan.

Anya Taylor-Joy dan Chris Hemsworth Berikan Penampilan Berkesan
Respon publik sempat beragam ketika Anya Taylor-Joy diumumkan sebagai Furiosa. Kebanyakan fans Mad Max nan sudah jatuh hati dengan portrait karakter oleh Charlize Theron kurang merestui pergantian aktris ini. Namun penampilan Taylor-Joy sebagai Furiosa dalam movie ini patut diberikan apreasiasi nan serupa dengan Charlize Theron. Sebetulnya Taylor-Joy baru tampil di layar sekitar separuh lama film. Sementara Furiosa nan lebih muda lagi diperankan oleh Alyla Browne nan tak kalah memukau.
Justru lantaran minim dialog, penampilan Anya Taylor-Joy dan Alyla Browne lebih banyak mengandalkan ekspresi wajah. Taylor-Joy merupakan salah satu aktris Hollywood kawakan saat ini nan mempunyai fitur wajah ekspresif ketika berakting. Telah membintangi jenis peran, dari korban dalam “Split” hingga diva dalam “Last Night in Soho”, Taylor-Joy rupanya juga bisa terlihat garang sebagai Imperator Furiosa.
Chris Hemsworth sebagai villain utama dalam “Furiosa: A Mad Max Saga” juga tampil mengesankan. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai Thor, Hemsworth sebagai Dementus adalah villain nan menyenangkan sekaligus menyebalkan dalam kisah ini. Meskipun dengan segala kualitas jelek pada karakternya, Dementus adalah villain dengan gambaran jenaka, dan Hemsworth sukses menerjemahkan penokohan Dementus nan unik.
Tak ketinggalan Tom Burke sebagai Praetorian Jack juga tampil sebagai karakter berkharisma. Duetnya dengan Anya Taylor-Joy bisa menghadirkan chemistry kuat meski hanya setelah satu sekuen laga dalam plot. Interaksi kedua karakter ini bisa jadi nan paling meninggalkan akibat emosional.

Pertempuran War Rig Epik Ala Mad Max Saga
Bicara tentang Mad Max Saga pastinya penonton mempunyai ekspektasi tinggi untuk sekuen laga jalanan dengan latar Wasteland nan epik juga dari “Furiosa: A Mad Max Saga”. Sejak babak pertama, penonton langsung disajikan tindakan pengejaran nan skalanya tetap kecil, namun tetap menegangkan lantaran konteks narasinya. Kemudian sekuen laga bakal semakin besar seiring berjalanannya lama film.
Sekuen laga pertempuran War Rig dengan Furiosa dan Praetorian Jack adalah salah satu segmen ikonik dalam instalasi Mad Max Saga kali ini. Mulai dari pengarahan sekuen laga, tindakan stunt, hingga pengarahan visualnya sudah sesuai dengan standard epik Mad Max Saga. Untuk musiknya kali ini digarap oleh Tom Holkenborg, berbeda dengan ‘Fury Road’ oleh Junkie XL.
Namun tidak kalah sukses menyuntik adrenalin pada setiap adegan-adegan laga bergerak dan penuh ledakannya. Karena musik latar adalah aspek nan esensial untuk menjaga pacing dari movie seperti ini.
Apakah “Furiosa: A Mad Max Saga” Berhasil Tandingi “Mad Max: Fury Road”?
“Mad Max: Fury Road” pada 2015 telah memberikan standard baru dalam Mad Max Saga. Film keempat dalam warabala ini menjadi instalasi dengan pendapatan box office tertinggi dan mendapat 10 nominasi Academy Awards, termasuk Best Picture pada 2016. Berhasil membawa pulang 6 piala Oscar. Tentu saja cukup susah untuk tidak membandingkan “Furiosa: A Mad Max Saga” dengan ‘Fury Road’.
‘Furiosa’ memang unggul dalam beragam aspek produksi seperti ‘Fury Road’. Mulai dari sinematografi, musik latar, kreasi latar dan tata busana/tata rias, kreasi produksi secara keseluruhan sudah nan terbaik. Namun pada akhirnya “Mad Max: Fury Road” tetap lebih bagus dari “Furiosa: A Mad Max”. Terutama pada visual effect dan musik latarnya. Kualitas practical visual effect pada ‘Furiosa’ ini tetap kalah tajam dengan ‘Fury Road’.
Membandingkan dua segmen pertempuran jalanan dengan War Rig dari kedua film, jenis ‘Fury Road’ tetap lebih ikonik. Sulit melupakan segmen pertempuran epik dengan penampilan The Doof Warrior dengan gitar apinya, serta para War Boys termasuk Nux nan diperankan oleh Nicholas Hoult. Tidak banyak momen-momen mikro seperti ‘Fury Road’ nan berkesan di ‘Furiosa’. Namun nampaknya instalasi ini juga bisa menjadi pembuka jalanan untuk fans baru Mad Max Saga dari generasi baru.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·