Tahun 2016 industri movie Korea Selatan membikin gebrakan dan jadi perbincangan lewat movie karya sutradara Yeon Sang-ho ‘Train To Busan’. Film ‘Train to Busan’ sangat disukai lantaran sukses melakukan sesuatu nan jarang terjadi di aliran zombie: aksi menegangkan sekaligus drama emosional nan kuat. 10 Tahun kemudian, sutradara Yeon Sang-ho membikin movie zombie lagi berjudul ‘Colony’ nan mendapat kesempatan world premiere di Cannes Film Festival tepatnya dalam program Midnight Screenings. Sebagai fans ‘Train To Busan’ mendengar perihal itu membikin kami makin penasaran dengan karya terbaru sutradara Yeon Sang-ho.
Pertanyaan nan terdapat di pikiran banyak orang pastinya satu: Apakah ini bakal sebagus ‘Train To Busan’ alias sejelek ‘Peninsula’? Kabar baiknya ‘Colony’ jauh lebih baik dibanding ‘Peninsula’ namun tetap rasanya belum bisa lebih baik dari ‘Train To Busan’.
Inti cerita dari ‘Colony’ sebenarnya klise dengan sedikit twist. Saat konvensi ilmiah berubah menjadi musibah ketika virus misterius menyebar dan mengubah manusia menjadi zombie nan terus berevolusi semakin mematikan. Iya! Zombie-nya di movie ini berevolusi dan berkomunikasi.
‘Colony’ is a fresh take of a zombie films! Jujur, kami merasa cukup puas saat keluar teater. nan membikin movie ini menonjol adalah langkah mereka menggambarkan zombie-nya. Mereka bisa beradaptasi secara real-time, berlari, berkomunikasi, apalagi berpikir. Hal itu saja sudah membikin mereka terasa jauh lebih menakut-nakuti dibanding zombie pada umumnya.

Sutradara Yeon Sang-ho sukses membikin movie zombie nan seru dan menegangkan dari awal sampai akhir! Pace movie ini tergolong cepat, seperti kita diajak menaiki roller coaster apalagi memandang banyaknya penggunaan tindakan dan pengaruh praktikal. nan paling mencuri perhatian justru kerja keren para makeup artist, stunt performer, dan contortionist nan bikin teror pandemi virus di movie ini terasa semakin nyata.
Para cast movie ini seperti Jun Ji-hyun, Ji Chang-wook, Kim Shin-rok memerankan porsi mereka dengan baik meski sayangnya backstory para karakter tidak tereksplor dengan baik, membikin kami sedikit susah tersentuh di momen-momen nan emosional. Namun patut diakui karakter villain yang diperankan oleh Koo Hyo-hwan sukses mencuri perhatian movie ini (meski sama mempunyai rumor backstory), as gen z would say: He’s aura farming machine.
Lewat movie ini sutradara Yeon Sang-ho seperti memberikan jawaban atas komplain orang-orang mengenai meledaknya series dan movie zombie beberapa tahun ini. Ia mengerti apa nan kudu dilakukan dan apa nan kudu dimodifikasi untuk memberikan pengalaman nonton nan berbeda dan dia cukup sukses dalam melakukannya.
Namun, tetap inti dari sebuah movie merupakan cerita. Sayangnya, cerita movie ini kami rasa sedikit berantakan. Tapi, untungnya tetap sangat bisa dinikmati lantaran aspek-aspek lainnya seperti pacing, stunt dan choreograph yang mencuri perhatian sepanjang film, meskipun sangat disayangkan lantaran kekurangan segmen emosional nan bisa membikin movie ini setara alias apalagi lebih baik dibanding ‘Train To Busan’.
‘Colony’ betul-betul gaspol dari awal hingga akhir. Film ini seperti punya satu misi: memberikan tontonan seram tindakan nan seru serta penuh adrenalin, dan mereka sukses melakukannya.
‘Colony’ tayang di bioskop mulai 3 Juni 2026!
Penulis: Rafy Khilzy
4 / 5
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·