Apa itu tripofobia? Tripofobia adalah emosi jijik terhadap hal-hal seperti sekumpulan lubang, pola berulang, alias struktur nan rumit dan kecil. Beberapa contohnya adalah sarang lebah, spons, alias kulit bopeng. nan paling penting, kondisi ini tidak selalu berbentuk rasa takut nan sebenarnya, tetapi biasanya merupakan manifestasi dari emosi jijik alias penolakan.
Apa pemicu umum tripofobia?
- Karang
- Kelopak biji alias kembang matahari
- Gelembung sabun nan menggerombol
- Stroberi
- Serangga bermata banyak
- Titik-titik air hasil kondensasi
- Kulit alias sisik reptil
Apa indikasi umum tripofobia?
- Mual
- Gemetar
- Keluar banyak keringat
- Pernapasan dan degub jantung bertambah cepat
- Mulut kering alias susah menelan
- Kedinginan alias kulit memucat
Kenapa ada orang nan menderita tripofobia? Belum ada jawaban pasti mengenai apa penyebab tripofobia, tetapi sebagian orang memperkirakan bahwa kondisi ini mungkin corak respons alami terhadap bahaya, alias dianggap ancaman oleh seseorang. Suatu penelitian di tahun 2018 menemukan bahwa aktivitas otak peserta penelitian sering memberi reaksi nan sama terhadap gambar pemicu tripofobia seperti halnya reaksi mereka pada foto hewan berbahaya. Teori lain mengatakan bahwa ini merupakan respons perkembangan terhadap hal-hal seperti pandemi dan penyakit lantaran beberapa indikasi penyakit tertentu mempunyai tanda-tanda seperti ruam kulit dengan banyak lubang, alias kerumunan serangga seperti kutu nan bisa membawa penyakit. Teori lain menyebut bahwa tripofobia berangkaian dengan gimana otak memproses gambar berisi banyak lubang, nan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Apa pun itu, ada sekitar 1 dari 6 orang nan menderita beberapa level tripofobia, nan membikin kondisi ini menjadi fobia nan cukup umum.
Apa nan bisa dilakukan untuk menangani tripofobia?
Metode paling efektif untuk menangani tripofobia adalah berupaya menghindari pemicunya. Tindakan ini tentu saja tidak selalu bisa dilakukan. Jadi, jika Anda mengalami gejalanya, cobalah melakukan latihan pernapasan dalam untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Caranya: tarik napas selama 10 detik, kemudian embuskan napas selama 10 detik sampai sensasi itu hilang. Saat Anda melakukannya, alihkan pikiran dengan membayangkan beragam perihal nan Anda anggap menyenangkan, misalnya hewan kecil, kayu nan baru diserut, alias selimut nan lembut.
Apabila tripofobia Anda sudah parah alias membuatmu lemah, berkonsultasilah dengan psikolog untuk membicarakan indikasi dan pengalaman kamu, dan buatlah metode nan lebih intensif untuk mengelola reaksimu, alias apalagi untuk mengatasi emosi jijik kamu.
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·