Istilah "psikopat" sudah sering menjadi bahan obrolan sehari-hari, nan diartikan sebagai "orang nan sangat jelek dan mengerikan". Namun, apa sih sebenarnya makna psikopat?
Psikopat adalah orang nan senang memanipulasi, tidak punya perasaan, tidak bisa berempati terhadap orang lain, dan secara emosional tidak peduli dengan orang di sekitarnya. Di dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), alias kitab pegangan resmi psikiatri nan digunakan untuk mendiagnosis dan mengategorikan kondisi kesehatan mental, Anda tidak bakal menjumpai psikopat dalam daftarnya. Namun, perihal ini tidak membikin psikopat menjadi tidak nyata. Pada tahun 1970-an, psikolog Robert Hare membikin kuis untuk mengenali orang nan mempunyai perilaku psikopat (yang tetap digunakan sampai sekarang).
Apa ciri-ciri umum psikopat?
-
Empati nan rendah: Empati adalah menempatkan diri di posisi orang lain dan berupaya memahami pengalaman dan emosi mereka dengan sungguh-sungguh. Psikopat biasanya hanya punya sedikit empati dan susah terhubung dengan orang lain secara emosional.
-
Sering bohong: Psikopat tidak pernah ragu membelokkan (atau mengubah) kebenaran sesuai kebutuhan mereka. Sebaliknya, mereka lebih berfokus untuk melakukan segala perihal agar bisa mendapatkan kemauan mereka.
-
Kompas moral rendah: Kebanyakan orang mempunyai sejenis "kompas moral", ialah emosi betul dan salah nan melekat dalam diri dan terus mereka ikuti sepanjang hayat. Psikopat biasanya tidak punya kompas moral seperti itu dan condong tidak mau menggunakan emosi baik dan buruk.
-
Punya sifat narsistik: Narsisisme dan psikopat adalah dua kondisi nan betul-betul terpisah, tetapi psikopat pasti punya beberapa sifat narsistik, misalnya emosi dahsyat nan palsu, suka memanipulasi orang, egois, dan banyak lagi lainnya.
-
Gaslighting: Gaslighting adalah suatu corak kekerasan emosional ketika seseorang membikin orang lain meragukan realitasnya. Psikopat biasanya tidak merasa bersalah melakukan teknik ini untuk mengendalikan seseorang dan mencapai keinginannya.
- Rasa penyesalan nan rendah: Selain tidak punya kompas moral, psikopat juga tidak merasa menyesal mengenai akibat nan mereka timbulkan terhadap orang lain. Jika pun ada, mereka biasanya melakukan playing victim ketika dituduh melakukan sesuatu.
Tidak selalu! Walaupun psikopat kadang-kadang melakukan tindak kriminal, tidak semua psikopat menjalani kehidupan nan penuh dengan masalah dan kekerasan.
Apa nan kudu dilakukan jika Anda merasa punya karakter psikopat?
Konsultasikan kekhawatiran Anda dengan psikiater. Profesional kesehatan mental berlisensi (misalnya psikiater) bisa menilai indikasi Anda dengan akurat, melakukan pemeriksaan secara tepat, dan membantu Anda menetapkan langkah selanjutnya. Namun, kemungkinan besar Anda bukan psikopat andaikan Anda betul-betul cemas mengenai perilakumu dalam menyakiti orang lain.
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·