Cara Membaca Hasil Mengukur Tekanan Darah & Artinya

Sedang Trending 16 jam yang lalu

Seringkali banyak dari kita belum memahami langkah membaca hasil mengukur tekanan darah alias tensi. Saat diukur tensinya, seringkali kita hanya diberitahu oleh master alias petugas medis bahwa tekanan darah kita normal alias tinggi.

Pengukuran tensi ini dilakukan biasanya dengan perangkat ukur nan disebut dengan tensimeter. Tensimeter nan digunakan dapat berupa tensimeter raksa ataupun tensimeter digital. Kedua tensimeter ini mempunyai kegunaan nan sama dan digunakan untuk mengetahui apakah tekanan darah (tensi) Anda termasuk rendah, normal alias tinggi.

Dalam tulisan ini bakal dibahas dengan singkat gimana langkah membaca hasil tensi nan dapat Anda ukur dengan mudah di rumah dengan support tensimeter.

Cara Membaca Hasil Pengukuran Tekanan Darah

Apabila Anda melakukan pengukuran tekanan darah di rumah ataupun di klinik, biasanya menggunakan tensimeter model digital. Tensimeter ini cukup praktis lantaran Anda tinggal memakai dan menyalakan alatnya saja, lampau menunggu hingga hasilnya keluar.

tekanan darah rendah

Umumnya tensimeter bakal menampilkan hasil berupa nomor sistolik dan diastolik. Kedua nomor inilah nan dijadikan referensi apakah Anda mempunyai tekanan darah nan tinggi alias rendah.

Sistolik

Adalah tekanan pada saat jantung berdebar dan bekerja mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Diastolik

Adalah nomor tekanan pada saat jantung beristirahat alias tidak berkontraksi

Biasanya tensimeter bakal menampilkan nomor sistolik pada bagian atas layar dan menampilkan nomor diastolik pada bagian bawahnya. Baik nomor sistolik dan diastolik ini dinyakatan dalam satuan mmHg.

Macam Hasil Mengukur Tekanan Darah

Tekanan Darah / Tensi Normal

Tensi Anda dikatakan normal jika hasil pengukuran menunjukkan nomor kurang dari 120/80 mmHg. Artinya adalah andaikan nomor sistolik kurang dari 120 mmHg dan nomor diastolik nya kurang dari 80 mmHg

Prahipertensi

Kategori ini menunjukkan bahwa Anda berpotensi mempunyai tekanan darah tinggi. Yaitu andaikan hasil pengukuran menunjukkan nomor sistolik antara 120 – 129 mmHg dan nomor diastolik 80 mmHg. Pada kategori ini Anda belum sepenuhnya masuk dalam kategori hipertensi.

Perubahan pola makan dan memperbanyak makanan sehat, olahraga rutin serta tidak merokok dapat menurunkan tensi Anda kembali ke kategori normal.

Hipertensi Tingkat 1

Anda termasuk dalam kategori ini jika hasil pengukuran menunjukkan nomor 130 – 139 mmHg untuk nomor sistolik dan antara 80 – 89 mmHg untuk nomor diastoliknya.

Hipertensi Tingkat 2

Anda digolongkan hipertensi tingkat 2 andaikan beberapa pengukuran berulang secara konsisten menunjukkan hasil pengukuran di atas 140/90 mmHg. Pada kategori ini, selain dengan pola hidup sehat, umumnya master bakal meresepkan obat – obatan untuk membantu menurunkan tensi.

Darurat Hipertensi

Anda dikatakan darurat hipertensi andaikan hasil pengukuran berulang menunjukkan nomor diatas 180 / 120 mmHg

Dengan mengetahui batas – batas di atas, Anda diharapkan dapat menjadikannya referensi untuk menjaga agar tekanan darah Anda tetap berada dalam kisaran normal.

Namun perlu diingat bahwa pengukuran tensi hendaknya dilakukan saat Anda sedang santuy dan tidak setelah melakukan aktivitas bentuk berat setelah olahraga. Sejumlah aktivitas bentuk terutama olahraga alias makanan tertentu dapat mengakibatkan tekanan darah menjadi lebih tinggi untuk sesaat sehingga hasil nan Anda dapatkan menjadi kurang jeli alias tidak menunjukkan hasil nan sebenarnya.

Selengkapnya
Sumber Info Tekno Bhinneka
Info Tekno Bhinneka