Saat melakukan transaksi crypto di blockchain, semua orang bisa memandang info mengenai transaksi tersebut. Hal ini disebabkan hatikecil blockchain nan transparan sehingga semua info nan terbuka bisa dilihat oleh semua orang, termasuk info transaksi.
Transparansi ini dapat dimanfaatkan untuk para pengguna blockchain agar dapat melacak transaksi, entah itu milik diri sendiri alias milik orang lain.

Ethereum merupakan salah satu blockchain nan juga mempunyai sifat ini, sehingga memandang transaksi crypto saat ini paling banyak berada di Ethereum, transparansi ini membikin nyaris semua transaksi crypto bisa dilihat oleh semua orang.
Ingin bisa memandang transaksi kalian sendiri alias transaksi orang lain di Ethereum? Yuk Simak pedoman berikut ini!
- Buka Etherscan.io
Langkah pertama adalah membuka Etherscan.io untuk memulai mencari transaksi nan diinginkan. Etherscan memberikan tampilan seluruh info nan ada di blockchain Ethereum, mulai dari nilai ETH itu sendiri, kapitalisasi pasar ETH, jumlah transaksi nan ada, biaya transaksi, hingga kecepatan transaksi.

Selain itu, Etherscan juga memberikan informasi-informasi mengenai berapa banyak transaksi nan terjadi dalam kurun waktu 14 hari terakhir serta apa saja transaksi terbaru dan block terbaru nan baru saja dibentuk.
Etherscan juga memberikan info mengenai apa saja sektor jenis crypto nan diperdagangkan di Ethereum termasuk info transaksi NFT dan beberapa token alias koin nan unik.
Platform ini menjadi salah satu tempat nan komplit untuk mencari nyaris seluruh info nan diperlukan oleh penanammodal untuk melacak transaksi nan terjadi.

- Tulis Informasi Transaksi
Langkah berikutnya adalah menuliskan info mengenai transaksi nan mau dicari. Informasi ini bisa dituliskan pada kolom pencarian nan tertera seperti gambar di atas.
Jenis info nan bisa dituliskan dapat berbentuk beberapa perihal termasuk transaction hash alias transaction id, alamat wallet pengirim dan penerima, alias jenis token melalui Alamat smart contractnya.
Namun, untuk mempermudah pencarian transaksi, info nan paling sering digunakan adalah transaction id alias transaction hash. Contoh transaction hash adalah urutan kata huruf dan nomor seperti berikut,
“0xc5ff89122c3b9bd75ac73238307e48171ea316692d8e66ff5f1fdf79689c02f4”
Ini merupakan salah satu contoh transaction hash nan memperlihatkan transaksi transfer antar wallet. Umumnya pengguna bakal mencari transaksi ini untuk melakukan konfirmasi apakah alamat nan dikirim betul dan apakah transaksi sudah terkirim alias belum.
- Periksa Rincian Transaksi
Setelah memberikan info tersebut ke Etherscan, nantinya pengguna bakal ditampilkan info seperti pada gambar di bawah.
Dalam tampilan tersebut bakal ada beberapa info mulai dari jumlah crypto nan dikirimkan, jenis crypto nan digunakan, apakah sudah diterima alias belu, kapan transaksi itu terjadi, biaya transaksi, dan alamat penerima serta pengirim crypto tersebut.
Seluruh info ini dapat digunakan sebagai bukti transaksi seperti layaknya nota alias resi transaksi untuk membuktikan kepada seseorang bahwa transaksi sudah terjadi.
Selain itu, seluruh info ini juga dapat menjadi langkah untuk memastikan berapa biaya transaksi nan diperlukan pada saat transaksi sebaga referensi apakah waktu transaksi tersebut adalah waktu nan tepat untuk melakukan transaksi lagi di kemudian hari.
Hal ini disebabkan biaya transaksi alias gas fee pada sebuah blockchain umumnya bakal bergerak naik dan turun nan dipengaruhi oleh volume transaksi nan terjadi pada saat itu.
Jadi info biaya transaksi bisa digunakan sebagai referensi apakah pada waktu tersebut blockchain sedang ramai alias tidak agar di kemudian hari bisa memilih waktu nan lebih tepat dengan biaya transaksi nan lebih rendah.
Selain itu banyak info lain nan bisa didapatkan mulai dari berapa ETH nan terkena burn dari transaksi tersebut hingga alamat wallet untuk melacak isi wallet tersebut.
Saat ini Ethereum menggunakan sistem burn sehingga dari info tersebut bisa terlihat berapa banyak ETH nan terkena burn per transaksi.
Terakhir, alamat wallet nan tertera juga bisa menjadi langkah untuk melacak apa isi wallet tersebut lantaran ada banyak perangkat bantu lain untuk memandang isi wallet seseorang.
Secara menyeluruh Etherscan merupakan perangkat bantu nan baik terutama jika seorang penanammodal sering melakukan transaksi dengan Blockchain Ethereum.
Muhammad Syofri
Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·