foto: freepik.com
Meskipun sudah jelas dilarang oleh otoritas kesehatan, namun penggunaan boraks dalam pembuatan bakso tetap menjadi praktik nan mengkhawatirkan di beberapa tempat. Boraks sebenarnya senyawa kimia untuk industri non-pangan. Namun sejumlah produsen sengaja menambahkannya ke dalam adonan bakso untuk menghasilkan tekstur nan lebih kenyal, meningkatkan masa simpan, dan memberikan penampilan nan lebih menarik.
Padahal bakso nan mengandung pengawet boraks ini sangat rawan jika dikonsumsi. Boraks dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan menyebabkan beragam gangguan kesehatan serius. Efek jangka pendek meliputi mual, muntah, dan diare, sementara pengaruh jangka panjang dapat mencakup kerusakan ginjal, hati, dan sistem saraf pusat.
Dilansir dari webmd.com, boraks juga diketahui mempunyai potensi karsinogenik nan dapat meningkatkan akibat kanker. Untuk mencegah akibat kesehatan serius seperti itu, konsumen kudu lebih selektif saat hendak mengonsumsi bakso. Pasalnya hingga kini, tetap banyak orang nan kebingungan dalam membedakan bakso nan mengandung boraks dan tidak.
Salah satu langkah nan paling sering dilakukan adalah dengan mengecek kekenyalannya. Memang salah satu karakter bakso nan mengandung boraks adalah teksturnya nan sangat kenyal. Namun selain tekstur, ada ciri-ciri lain nan wajib diketahui untuk membedakan bakso boraks dan nan tidak. Nah, perbedaan ini pernah dijelaskan oleh seorang pedagang bakso melalui akun YouTube Bongas bakso.
Dilansir BrilioFood pada Selasa (23/7), dia mengaku ada karakter lain nan cukup signifikan untuk membedakan bakso dengan kandungan boraks dan nan tidak. Menurutnya, perihal tersebut bisa dideteksi dari bau, rasa, dan tekstur bakso saat dikonsumsi.
(brl/mal)
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·