Bitcoin Uji US$ 71.500, Apakah Target US$ 80.000 Makin Dekat?

Sedang Trending 2 jam yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali menguji level krusial di kisaran US$ 71.500, sebuah area nan sekarang menjadi titik penentuan arah pasar dalam jangka pendek.

Dalam sepekan terakhir, nilai telah menguji level ini sebanyak empat kali. Meski belum sukses menembus secara meyakinkan, BTC tetap bisa memperkuat di atas EMA 50 pada timeframe 4 jam, nan memberi sinyal kekuatan jangka pendek tetap terjaga.

Namun di sisi lain, EMA 50 harian tetap menjadi resisten kuat nan menahan pergerakan naik.

Tekanan Menguat, Breakout Semakin Dekat

Trader mata uang digital Skew menyebut kondisi saat ini sebagai ‘compression zone’, ialah fase di mana nilai bergerak dalam rentang semakin sempit sebelum akhirnya menentukan arah dengan pergerakan besar.

Selain itu, pola inverse head and shoulders mulai terbentuk di chart 4 jam, dengan level US$ 71.500 sebagai neckline. Jika level ini sukses ditembus, sasaran terdekat berada di sekitar US$ 76.000, dengan potensi lanjutan hingga US$ 80.000 menurut beberapa analis.

Data on-chain juga menunjukkan sinyal nan mendukung. Penurunan volatilitas pengedaran oleh penanammodal jangka pendek mengindikasikan tekanan jual mulai mereda, kondisi nan dalam beberapa kasus sebelumnya mendahului reli sekitar 10 persen hingga 14 persen.

Baca Juga: CEO Indodax Kritisi Skema Pajak Kripto Terbaru

Reli Masih Didominasi Futures

Meski secara teknikal terlihat menjanjikan, struktur pasar tetap menunjukkan ketidakseimbangan.

Kenaikan nilai terbaru sebagian besar didorong oleh aktivitas di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, open interest BTC naik sekitar US$ 500 juta menjadi US$ 16,5 miliar, sementara funding rate berubah positif.

Sebaliknya, permintaan di pasar spot tetap terlihat lemah. Volume pembelian belum cukup kuat, apalagi parameter seperti Coinbase premium menunjukkan minat dari penanammodal AS condong menurun.

Artinya, reli saat ini tetap belum didukung oleh akumulasi nan solid.

Sentimen Global Masih Berpengaruh

Pergerakan Bitcoin juga tetap sangat dipengaruhi aspek eksternal, termasuk perkembangan geopolitik.

Optimisme sebelumnya sempat muncul dari wacana gencatan senjata di Timur Tengah. Namun, setelah Iran menolak proposal tenteram dari Amerika, pasar kembali dihadapkan pada ketidakpastian.

Menariknya, Bitcoin tetap relatif stabil di tengah berita tersebut. Ke depan, level US$ 71.500 menjadi area nan kudu diperhatikan.

Jika Bitcoin bisa menembus dan memperkuat di atas level ini dengan support volume nan kuat, kesempatan menuju US$ 76.000 hingga US$ 80.000 bakal semakin terbuka.

Namun jika gagal, nilai berisiko kembali masuk ke fase konsolidasi alias apalagi koreksi.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian