Bitcoin Melonjak Lewati US$ 42.000, Bloomberg Prediksi Adanya Siklus Super Baru Untuk Aset Kripto

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

– Pada hari Selasa (5/12/2023), Bitcoin (BTC) bergerak naik sebesar 4,35 persen dalam kurun waktu 24 jam, dengan capaian posisi pada saat ini adalah US$ 41.832. Berdasarkan pergerakan naik ini, analis dari perusahaan Bloomberg memprediksi adanya siklus super baru untuk aset mata uang digital utama ini. 

Seperti diketahui, beberapa jam sebelumnya nilai Bitcoin melonjak lewati US$ 42.000 dan saat ini sedang mengalami koreksi tipis. Melansir dari watcher.guru, lonjakan ini menandai puncak 19 bulan seiring terus meningkatnya nilai aset ini. 

Analis Bloomberg sekarang menyatakan bahwa lonjakan ini hanyalah awal dari siklus super mata uang digital baru nan bisa mendorong Bitcoin melampaui nilai US$ 500.000. Menurutnya, ini menjadi awal dari apa nan para fans yakini sebagai pergeseran revolusioner dalam lanskap finansial nan sedang menarik perhatian Wall Street.

Berita Bitcoin: Doctor Profit Sebut Bull Bitcoin Miliki  5 Tahapan Utama, Apa Itu? 

Peningkatan nilai Bitcoin akhir-akhir ini disebabkan oleh nafsu penanammodal nan semakin meningkat terhadap untung dari Bitcoin, seiring dengan perbaikan tren makroekonomi. Dengan adanya persetujuan Bitcoin Spot ETF nan dikabarkan bakal terealisasi di bulan Januari, banyak orang tidak mau ketinggalan dari hype ini. 

Selain itu, pada Desember ini Bitcoin mencatatkan bulan ketiga kenaikan berturut-turut, dengan lonjakan sebesar 11 persen lagi. Selain itu, kapitalisasi pasar mata uang digital utama ini melampaui nomor US$ 800 miliar pada tanggal 4 Desember. 

Analis Bloomberg sekarang mengantisipasi pandangan lebih bullish untuk prediksi BTC, pasca Bitcoin melonjak lewati US$ 42.000. Spekulasi tentang persetujuan Spot ETF dalam beberapa bulan mendatang semakin memanas, memicu kehebohan seputar potensi kenaikan Bitcoin hingga US$ 500.000. 

Bloomberg menduga kuat bahwa jika disetujui, peningkatan nilai dapat bereaksi lebih liar dengan adanya Bitcoin Halving nan dijadwalkan pada April 2024, apalagi mencapai nomor tiga digit. Penilaian saat ini untuk Bitcoin, nan melampaui US$ 40.000, belum pernah terlihat sejak era pra-pandemi, menunjukkan ketahanan dan minat baru dalam aset digital ini.

Kendati demikian, komentar terbaru CEO Coinbase Brian Armstrong telah menambahkan lapisan kompleksitas pada narasi nan berkembang. Matt Maley, chief market strategist di Miller Tabak & Co, memberikan komentarnya mengenai perubahan sigap dalam sentimen. 

“Peran krusial aliran likuiditas selama pandemi mendorong reli kuat Bitcoin pada tahun 2020 dan 2021,” ungkap Maley. 

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian