Bacaan Shalawat Jibril Lengkap– Di tengah kehidupan umat Islam di Nusantara, shalawat selalu menempati ruang istimewa. Ia datang dalam majelis taklim, pembacaan wirid, angan sesudah salat, hingga lantunan pujian di langgar dan mushala. Dari sekian banyak lafaz shalawat nan dikenal, Shalawat Jibril menjadi salah satu nan paling terkenal lantaran redaksinya singkat, mudah dihafal, dan ringan dibaca berulang-ulang.
Anjuran utama untuk membaca shalawat terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya QS. Al-Ahzab ayat 56. Ayat ini menegaskan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, lampau kaum beragama diperintahkan untuk bershalawat dan memberi salam kepadanya.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang nan beriman! Bersalawatlah Anda untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Lebih jauh, keistimewaan shalawat ditegaskan dalam sejumlah hadis. Di antaranya, Nabi berfirman bahwa siapa nan bershalawat kepada beliau satu kali, Allah bakal membalasnya dengan sepuluh shalawat, menghapus sepuluh dosa, dan mengangkat sepuluh derajat
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Artinya; “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bakal bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh kesalahan (dosa), dan diangkat baginya sepuluh derajat.”
Ada pula sabda Ubay bin Ka‘b nan sangat masyhur. Ia bertanya kepada Rasulullah tentang porsi angan nan hendak dia khususkan untuk shalawat kepada Nabi. Ketika Ubay menyatakan bakal menjadikan seluruh doanya untuk shalawat, Rasulullah menjawab bahwa saat itu kegelisahannya bakal dicukupkan dan dosanya diampuni. Hadis ini diriwayatkan Imam Tirmidzi dan dinilai hasan.
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عشرا” ومنها ما رواه الترمذي عن أبي بن كعب – رضي الله عنه – أنه قال: «يا رسول الله إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي، فَقَالَ: مَا شِئْتَ قَالَ: قُلْتُ: الرُّبُعَ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قُلْتُ: النِّصْفَ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ: قُلْتُ: فَالثُّلُثَيْنِ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ: أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا، قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرَ لَكَ ذَنْبُكَ
Artinya; “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bakal bershalawat kepadanya sepuluh kali.” Di antaranya adalah riwayat nan dibawakan oleh Imam Tirmidzi dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memperbanyak shalawat untukmu, maka berapa bagian dari doaku nan hendaknya saya jadikan untuk bershalawat kepadamu?”
Beliau menjawab: “Terserah engkau.” Aku berkata: “Seperempat?” Beliau menjawab: “Terserah engkau, tetapi jika engkau menambahnya maka itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: “Setengah?” Beliau menjawab: “Terserah engkau, tetapi jika engkau menambahnya maka itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: “Dua pertiga?”
Beliau menjawab: “Terserah engkau, tetapi jika engkau menambahnya maka itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: “Kalau begitu, saya jadikan seluruh doaku untuk bershalawat kepadamu.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, kegelisahanmu bakal dicukupkan dan dosamu bakal diampuni.”.
Bacaan Arab Shalawat Jibril
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shallallāhu ‘alā Muhammad
Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad.”
Sebagian masyarakat juga melafazkannya dalam corak nan lebih umum, yaitu:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad wa sallimū taslīmā.
Artinya; “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada family junjungan kami Nabi Muhammad, serta limpahkanlah keselamatan dengan sebenar-benarnya.”
Shalawat Jibril adalah pintu nan sederhana menuju ibadah nan agung. Lafaznya pendek, tetapi kandungannya luas: cinta, doa, penghormatan, dan angan bakal limpahan rahmat Allah kepada Nabi Muhammad.
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·