“Are You There God? It’s Me, Margaret.” merupakan movie drama coming of age nan sudah masuk Netflix untuk kita tonton. Film ini disutradarai oleh Kelly Fremon Craig, diadaptasi dari novel klasik berjudul serupa oleh Judy Blume nan terbit pada 1970, menjadi latar waktu juga untuk kisahnya.
Dibintangi oleh aktris muda, Abby Ryder Fortson sebagai Margaret Simon, gadis remaja 11 tahun nan pindah dari New York ke New Jersey lantaran pekerjaan ayahnya. Di tempat tinggal barunya tersebut, Margaret memulai babak baru masa remajanya nan penuh pengalaman pertama.
Abby Fortson mungkin tampak familiar, sebelumnya dia bermain sebagai Cassie Lang kecil, anak Scott Lang dalam dua movie pertama “Ant-Man”. Film drama kehidupan ini juga dibintangi oleh Rachel McAdams, Elle Graham, Benny Safdie, dan Kathy Bates. Ini bakal membawa kita kembali pada kehangatan movie drama coming of age untuk karakter di awal belasan tahunnya. Seperti “Little Manhattan” dan “Flipped” nan tak hanya diisi kisah drama remaja bermakna, namun juga komponen komedi nan menghibur.

Margaret Terlahir dari Pernikahan Beda Agama
Agama menjadi salah satu bagian dalam hidup kita nan datang untuk menentukan jati diri kita. Namun Margaret lahir dari pernikahan beda agama, ibunya berakidah Kristen sementara ayahnya adalah seorang Yahudi. Kedua orang tuanya sepakat untuk tidak mengajarkan kepercayaan apapun untuk Margaret, dia diberikan kebebasan untuk memilih agamanya sendiri ketika sudah dewasa. Meski demikian, Margaret kerap berbincang dengan Tuhan ketika sedang sendirian.
Topik ini menjadi subyek nan mengendarai keseluruhan plot dari “Are You There God? It’s Me, Margaret.”, membikin naskah mempunyai visi dan plot nan jelas meski bakal mencangkup beragam perihal selain tentang agama. Cerita nan disampaikan dari topik ini juga memberikan perspektif nan terasa baru sekaligus relevan di skena penonton Indonesia. Agama tetap menjadi subyek nan krusial dalam masyarakat kita terutama dalam menentukan identitas diri.
Margaret sebagai protagonis sekaligus narator kita mempunyai langkah nan sederhana dan jelas dalam memahami kejadian di sekitarnya. Sebagai anak dari pasangan nan selaras meski dengan perbedaan agama, Margaret jadi lebih netral dalam menuangkan opininya. Komunikasinya dengan siapapun Tuhan nan sedang berupaya dia jangkau juga membuatnya berbeda dari movie coming of age lain dengan style narasi serupa.

Drama Coming of Age nan Bermakna Sekaligus Jenaka
Pelajaran kepercayaan nan diterima oleh Margaret sebetulnya tetap level permukaan dalam kisah ini. Ini juga bukan movie religius nan melulu membahas agama. Ada banyak pengalaman dan momen keseharian Margaret nan sangat menarik untuk kita simak. Membuat kita kembali mengingat masa-masa remaja dulu, terutama untuk penonton perempuan. Mulai dari pengalaman cinta pertama, pembicaraan seputar apa nan dialami wanita ketika melalui masa pubertas, dan beragam pesta serta liburan nan menyenangkan berbareng teman-teman.
Interaksi antara remaja laki-laki dalam movie lebih terkenal kekonyolan dan kelucuannya. Sementara remaja wanita biasanya berupaya menjaga image mereka dan tidak diperlihatkan melakukan banyak perihal konyol. Namun geng Margaret dan teman-temannya tak pernah kandas membikin kita tertawa dengan perbincangan sok dewasa mereka.
Anak wanita juga bisa konyol dan sadis dalam mengeluarkan pemikiran mereka. Rasa penasaran mereka bakal perihal tabu juga tak kalah menggebuh-gebuh. Ini selalu menjadi plot nan kocak bagi penonton dewasa nan dulu pernah muda.
Penampilan Berkesan dari Abby Ryder Fortson dan Rachel McAdams
“Are You There God? It’s Me, Margaret.” bisa digolongkan sebagai movie feel-good. Memang bakal muncul beberapa bentrok dalam plot, namun tidak nan berkembang menjadi bentrok dramatis dan terlalu merusak suasana hati. Semua masalah nan dihadapi oleh Margaret adalah masalah-masalah nan wajar dan sebetulnya tidak serumit itu, apalagi di mata penonton dewasa. Namun tetap mempunyai presentasi topik nan sangat menarik untuk dieksplorasi.
Ini menjadi penampilan akting Abby Ryder Fortson nan bisa menjadi batu loncatan untuknya di Hollywood. Sang aktris tetap muda, dia tetap mempunyai masa depan di industri ini. Ia membikin Margaret menjadi karakter nan relevan sekaligus spesial. Margaret bukan anak nan mencolok dan berani mengungkapkan pendapatnya setiap saat, namun dia tahu kapan suaranya kudu didengar. Ia anak nan ceria, mau relevan dan tidak tertinggal, namun tetap mempunyai moral kompas nan benar.
Selain Fortson, Rachel McAdams sebagai ibu Margaret, Barbara, juga tampil menarik. Kisahnya menjadi side plot dari kisah utama Margaret nan juga menarik untuk disimak. Barbara adalah wanita nan terlalu baik, berupaya untuk membahagiakan semua orang, dan ini menjadi kisahnya menemukan kebebasan batinnya sendiri. Skala konfliknya sangat kecil, justru membuatnya relevan dengan wanita nan posisinya sama dengan karakter ini.
Secara keseluruhan, “Are You There God? It’s Me, Margaret.” merupakan movie drama coming of age nan sangat menghibur sekaligus memberikan perspektif baru tentang agama. Memasuki musim liburan akhir tahun, movie drama seperti bisa jadi tontonan menyenangkan di Netflix.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·