foto: Facebook/anha.unyuunyu.35
- Siapa di sini fans jagung? Bulirnya nan kuning keemasan, rasanya nan manis, dan teksturnya nan renyah menjadikannya salah satu tanaman pangan favorit di beragam bagian dunia. Bukan hanya diolah jadi bubur, bakar, alias rebusan, jagung juga menjadi bahan dasar krusial untuk industri pakan ternak hingga bioenergi.
Di Indonesia, jagung memegang peranan krusial sebagai sumber karbohidrat pengganti setelah padi, serta menjadi komoditas strategis nan menopang ketahanan pangan nasional. Keberadaan jagung di meja makanmu alias apalagi sebagai pakan ternak di peternakan, tentu nggak lepas dari perawatan intensif nan diberikan para petani. Salah satu kunci utama keberhasilan panen jagung nan melimpah dan berbobot adalah pemupukan.
Pemberian pupuk pada tanaman jagung menjadi tahapan krusial nan menentukan seberapa optimal nutrisi diserap oleh tanaman. Pupuk berfaedah sebagai asupan gizi tambahan nan mendukung pertumbuhan akar, batang, daun, hingga pembentukan tongkol jagung nan berisi penuh. Tanpa pemupukan nan tepat, jagung condong tumbuh kerdil, mudah terserang (benih)penyakit penyakit, dan hasil panennya nggak maksimal
Nah, proses pemupukan ini seringkali memerlukan ketelitian dan tenaga ekstra, terutama jika lahan jagung sangat luas. Petani seringkali kudu membungkuk alias jongkok berulang kali di setiap batang jagung, sebuah pekerjaan nan melelahkan dan menyantap waktu.
Solusi Jenius Petani: Botol Bekas Jadi Alat Pemupuk Jagung Otomatis!
Namun, jangan remehkan produktivitas para petani. Di tengah tantangan pekerjaan nan menguras fisik, selalu ada ide-ide brilian nan muncul untuk mempermudah. Baru-baru ini, sebuah video beredar nan menarik perhatian banyak orang, menunjukkan sebuah penemuan sederhana namun sangat efektif dalam bumi pertanian.
Video nan diunggah akun FB anha.unyuunyu.35 itu menampilkan seorang petani yang, dengan cekatan, melakukan pemupukan tanaman jagung tanpa perlu membungkuk alias jongkok. Rahasianya? Sebuah perangkat buatan tangan nan memanfaatkan peralatan bekas, ialah botol air minum berukuran jumbo.
Botol jejak nan biasanya langsung Anda buang setelah isinya habis, di tangan petani ini disulap menjadi perangkat pemupuk jagung inovatif. Penasaran langkah membikin alatnya?
Langkah Pertama: Pemotongan Bagian Botol Air Minum
Petani itu menggunakan tiga buah botol air minum berukuran jumbo nan bagian bawahnya sudah dipotong rapi. Ketiga botol ini disusun terbalik dan bertumpuk, membentuk semacam cerobong panjang. Bagian leher botol paling bawah menjadi lubang pengeluaran pupuk, sementara mulut botol paling atas berfaedah sebagai cerobong masukan.
Alat Pertanian Sederhana
foto: Facebook/anha.unyuunyu.35
Langkah Kedua: Pembuatan Alat Pegang
Untuk mempermudah penggunaan, pada salah satu sisi tumpukan botol itu ditempeli sebuah gagang kayu sepanjang sekitar 1 meter lebih sedikit. Gagang kayu ini berfaedah sebagai pegangan, membikin si petani bisa dengan mudah memegang tumpukan botol jumbo tersebut sembari berdiri tegak.
Langkah Ketiga: Cara Kerja
Begini langkah kerjanya nan sangat cerdas: pupuk butiran dimasukkan ke dalam cerobong botol nan paling atas. Dengan posisi berdiri, si petani hanya perlu mendekatkan ujung perangkat ini ke pangkal batang tanaman jagung nan hendak dipupuk. Pupuk kemudian bakal meluncur turun melalui tumpukan botol dan keluar tepat di sekitar akar jagung.
Inovasi sederhana ini memungkinkan petani memupuk jagung secara efisien, menghemat banyak tenaga, dan mengurangi akibat sakit punggung akibat kudu jongkok alias membungkuk terus-menerus.
Dengan buahpikiran imajinatif ini, menginspirasi kita bahwa limbah botol nggak kudu selalu berhujung di pembuangan sampah. Kita tetap bisa memanfaatkannya untuk kegunaan lainnya, dalam perihal ini di bagian pertanian. Cara ini bisa Anda tiru di rumah, lho.
FAQ Seputar Pemupukan Tanaman Jagung
1. Mengapa pupuk jagung sering terlihat berwarna putih?
Pupuk berwarna putih nan paling umum digunakan untuk jagung adalah Urea. Warna putih pada Urea menunjukkan kandungan nitrogen nan tinggi, sangat krusial untuk pertumbuhan vegetatif jagung, seperti pembentukan daun dan batang nan kuat.
2. Apakah semua jenis pupuk bisa digunakan dengan perangkat botol jejak ini?
Alat ini paling efektif untuk pupuk padat berbentuk butiran alias serbuk. Untuk pupuk cair, mungkin perlu modifikasi lain alias langkah aplikasi nan berbeda.
3. Seberapa sering jagung kudu dipupuk?
Frekuensi pemupukan jagung bervariasi tergantung jenis tanah, varietas jagung, dan fase pertumbuhan. Umumnya, pemupukan dilakukan pada fase awal pertumbuhan (sekitar 7-14 hari setelah tanam) dan fase vegetatif aktif (sekitar 30-45 hari setelah tanam).
4. Apakah pemakaian pupuk kudu tepat di pangkal batang jagung?
Ya, pupuk sebaiknya diberikan di sekitar pangkal batang jagung agar akar tanaman mudah menyerapnya. Hindari menabur pupuk terlalu jauh dari tanaman alias terlalu dekat hingga mengenai daun, lantaran bisa menyebabkan daun gosong.
5. Bagaimana langkah memastikan botol jejak ini kuat dan tidak mudah patah saat digunakan?
Gunakan botol dengan bahan plastik nan cukup tebal dan pastikan sambungan antar botol serta pemasangan gagang kayu dilakukan dengan perekat alias pengikat nan kuat agar perangkat tahan lama.
FAQ Menanam Jagung
1. Apa saja tanda-tanda jagung kekurangan nutrisi?
Jagung nan kekurangan nutrisi biasanya menunjukkan indikasi pada daun, seperti menguning, pertumbuhan melambat, alias perubahan warna pada ujung daun. Setiap kekurangan nutrisi spesifik (misalnya nitrogen, fosfor, alias kalium) mempunyai tanda-tanda nan khas.
2. Bagaimana langkah memilih letak nan tepat untuk menanam jagung?
Jagung memerlukan sinar mentari penuh (minimal 6-8 jam sehari) dan tanah nan subur, berdrainase baik, dengan pH antara 6.0 hingga 7.0. Hindari letak nan terlalu teduh alias rawan genangan air.
3. Apakah jagung bisa ditanam di pot alias wadah besar?
Ya, jagung bisa ditanam di pot alias wadah besar, asalkan ukurannya cukup besar untuk menampung perakaran dan disediakan nutrisi nan cukup. Varietas jagung nan berukuran lebih mini (jagung manis varietas mini) lebih cocok untuk penanaman di wadah.
4. Bagaimana langkah mengatasi (benih)penyakit umum pada tanaman jagung secara alami?
Beberapa (benih)penyakit umum jagung adalah ulat grayak dan penggerek batang. Mengatasi (benih)penyakit secara alami bisa dengan penyemprotan larutan sabun, menanam tanaman pengusir (benih)penyakit di sekitar jagung (misalnya marigold), alias secara manual membuang (benih)penyakit nan terlihat.
5. Berapa lama waktu nan dibutuhkan jagung dari tanam hingga panen?
Waktu panen jagung sangat bervariasi tergantung varietasnya. Jagung manis biasanya bisa dipanen dalam 60-90 hari setelah tanam, sementara jagung pipil (untuk pakan alias bahan baku) memerlukan waktu sekitar 90-120 hari.
(brl/tin)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·