Anatomy of a Fall Review: Drama Persidangan Menantang Persepsi

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

“Anatomy of a Fall” merupakan movie legal drama nan sedang ramai di kalangan penikmat film. Setiap tahun, selalu ada satu dua movie Eropa nan menarik perhatian dikancah internasional.

Untuk musim ini, movie Prancis pengarahan sutradara Justine Triet ini nan banyak masuk nominasi penghargaan movie bergengsi. Dibintangi oleh Sandra Huller, Swann Arlaud, dan tokoh muda, Milo Machado. Sandra Voyter adalah seorang penulis asal Jerman nan tinggal di area terpencil berbareng suaminya, Samuel Maleski di Prancis.

Ketika suaminya meninggal lantaran jatuh dari genting rumah mereka, dia kudu menjalani persidangan, dengan putranya nan buta, Daniel, menjadi satu-satunya saksi mata. “Anatomy of a Fall” telah mengantongi Palme d’Or dari Cannes Film Festival 2023, masuk nominasi Golden Globe dan Critics’ Choice Movie Awards. Film ini barusan juga diumumkan masuk nominasi BAFTA Awards. “Anatomy of a Fall” akhirnya tayang juga di bioskop Indonesia Januari 2024.

Anatomy of a Fall

Legal Drama Padat Dialog dengan Produksi Otentik

“Anatomy of a Fall” langsung dibuka dengan babak utama nan menjadi premis dari filmnya; ialah kejadian jatuhnya Samuel Maleski dari genting rumah mereka di pagi bersalju. Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, Sandra langsung meminta support kawan lamanya nan seorang pengacara, Vincent Renzi, untuk membelanya di persidangan.

Dengan lama movie sepanjang 152 menit, plot didominasi dengan perbincangan strategi pembelaan dan persidangan dari kematian Samuel Maleski dengan Sandra nan dipertanyakan keterlibatannya dari kematian suamianya tersebut.

Dengan objektif mempertanyakan misteri dibalik kematian Samuel, sekilas movie ini menimbulkan dugaan bakal tema whodunnit. “Anatomy of a Fall” adalah movie legal drama nan padat perbincangan dengan presentasi otentik.

Arahan akting, sinematografi, dan scoring mempunyai pengarahan produksi nan dekat dengan kenyataan. Mulai dari footage wawancara, cuplikan liputan berita, hingga scoring nan menggunakan bunyi piano nan dimainkan oleh Daniel. Kalah ‘nyata’ film-film penyesuaian true crime nan sedang nge-trend, padahal ini movie naskah fiksi.

Anatomy of a Fall

Bukan Tentang Kebenaran Namun Persepsi di Sidang Terbuka

Daripada memastikan status Sandra sebagai pihak tersangka alias tidak bersalah, “Anatomy of a Fall” adalah movie tentang persepsi. Sayangnya, begitu ‘lah realitas persidangan terbuka di era modern ini. Seperti nan disebutkan pengacara Sandra; ini bukan tentang realita, namun tentang persepsi, gimana publik memandang Sandra di persidangan. Dibutuhkan lebih dari kejujuran untuk bisa membikin pengadil dan juri di persidangan untuk percaya bahwa Sandra tidak bersalah.

Dari perspektif pandang penonton, kita juga sama clueless-nya dengan pengadil dan juri dalam film. Film ini memberikan segala info untuk penonton simak. Kemudian menantang kita untuk memberikan verdic sendiri.

Sangat mungkin audience nan menonton bersama-sama di bisokop terbelah menjadi dua kubu, antara nan beranggapan Sandra bersalah dan tidak bersalah. Ini movie nan keseruannya tahan lama apalagi setelah selesai. Menimbulkan obrolan dan beragam teori nan bisa dibicarakan berbareng dengan penonton lainnya.

Penjelasan Ending Anatomy of a Fall

(Spoiler Alert!) “Anatomy of a Fall” merupakan movie nan memiliki open ending. Jadi, buat penonton nan selalu memerlukan jawaban solid di akhir film, mungkin bakal kurang puas dengan ending movie ini. Namun justru disitu ‘lah keseruannya menonton movie legal drama ini. Buat nan penasaran dengan apa nan mungkin terjadi, berikut ini beberapa pendapat dan verdic jenis Cultura tentang penjelasan ending “Anatomy of a Fall”.

Apakah Sandra membunuh suaminya, Samuel? Menurut kita, tidak.  Setelah dinyatakan tidak bersalah oleh persidangan, Sandra merayakan dengan makan malam berbareng tim hukumnya. Kemudian dia mengungkapkan pada pengacaranya, Vincent, bahwa dia tidak merasa seperti memenangkan apapun, meskipun telah memenangkan persidangannya. Karena dia berpikir, kemenangan disertai oleh hadiah, namun Sandra tidak merasa dia mendapatkan hadiah. Semuanya hanya telah berakhir.

Sandra hanya bisa memeluk kemenangannya jika dia memang membunuh Samuel. Karena jika dia memang membunuh suaminya, kemudian dinyatakan tidak bersalah, kebebasan adalah hadiahnya. Namun Sandra tak merasakan perihal tersebut lantaran suaminya meninggal dan putranya kudu melalui masa-masa susah selama persidangan.

Daniel jelas mendusta pada testimoni terakhirnya di persidangan. Ketika ada segmen flashback, kita betul-betul kembali ke peristiwa tersebut dengan masing-masing karakter menggunakan bunyi mereka sendiri. Namun segmen flashback nan dideskripsikan oleh Daniel tentang perbincangan berbareng ayahnya di mobil mempunyai presentasi nan berbeda. Daniel seperti men-dubbing ayahnya tersebut. Secara harfiah dalam pernyataan bahasa Inggris, putting his own words to his father’s mouth.

Selama ini dia menyimak sidang dengan cermat, apalagi mendengar perdebatan antara orang tuanya nan selama ini dia hindari. Dari segala info nan dia dapatkan tentang ayahnya melalui persidangan, Daniel merangkai orasi tiruan nan disampaikan oleh ayahnya. Mengarah pada dugaan bahwa ayahnya memang bunuh diri. Di sini bagian tricky-nya, Sandra tidak bersalah hanya lantaran Daniel berbohong. Sandra sendiri telah mendorong putranya untuk jujur dan tidak mengubah memorinya.

Mengapa Daniel berbohong? Sudah jelas dari awal bahwa dia berupaya melindungi ibunya. Namun lebih dari perlindungan atas dasar cinta buta, pertama-tama Daniel juga melakukan segalanya untuk memastikan bahwa ibunya tidak bersalah. Bahkan sampai nekat melakukan percobaan beresiko dengan memberikan pil pada anjingnya. Sesuai dengan info dari pendamping hukumnya, Daniel sampai pada konklusi bahwa dia kudu menciptakan motif kuat dari kematian ayahnnya meskipun sifatnya subyektif.

Ada kebenaran subtil nan sebetulnya ditampilkan oleh naskah pada segmen ending-nya. Sekalipun penulis berupaya untuk menulis naskah dengan tujuan open ending, pasti ada petunjuk sesubtil mungkin nan bisa kita tangkap. Jika Sandra bersalah, segmen penutup pasti dieksekusi dengan tone nan lebih terasa mengganjal serta menimbulkan kegelisahan. Namun “Anatomy of a Fall” menunjukan ketenangan pada segmen penutupnya.

Visual nan memperlihatkan Snoop si anjing tidur dengan nyaman di sisi Sandra menjadi segmen nan memberikan ketenangan. Keramahan hewan kerap diartikan sebagai pertanda bahwa manusia nan berinteraksi dengannya bukan orang jahat.

Selengkapnya
Sumber cultura
cultura