– Peningkatan nilai nan terjadi pada Bitcoin (BTC) beberapa jam lampau disambut meriah oleh para investor. Banyak prediksi dari para analis nan menyatakan bahwa Bitcoin bakal meraih kembali All Time High (ATH) tahun 2021 dalam waktu dekat. Namun, ada salah satu analis nan menyatakan bahwa Bitcoin tak bakal capai ATH begitu saja.
Siapa dia? Namanya adalah CryptoTony (nama samaran), seorang analis nan cukup dikenal di kalangan Crypto Twitter (CT). Dalam pemaparannya, Tony mengatakan bahwa kisaran US$ 47.000 – US$ 48.000 menandai puncak lokal untuk tahun 2022. Menurutnya nilai Bitcoin tak bakal capai ATH dalam ‘one shot’, mengingat bakal adanya ETF dan halving.

“Melampaui rekor tertinggi (ATH) sebelum akhir tahun mungkin tidak terjadi dalam ‘one shot’, terutama mengingat aspek seperti halving nan bakal datang dan perkembangan di Ethereum (ETH),” ungkap Tony.
Mengungkapkan kesulitan dalam menentukan puncak dan dasar dengan tepat, Tony menekankan sifat subyektif dari prediksinya tersebut. Ia juga mengakui bahwa sangat susah memprediksi puncak dan dasar dengan tepat. Sebagai gantinya, dia mengandalkan kajian sentimen untuk mengukur tren dan sentimen pasar.
Berita Bitcoin: Bitcoin Melesat Hingga US$ 44.000, Ada Campur Tangan Whale?
“Puncak semakin mendekati flush, tapi tidak untuk sekarang,” ujarnya.
The #Bitcoin 2022 yearly highs at $47,000 – $48,000 is a local top area if we are to fall short of ATHs this year. I do not think we push to ATH in one shot personally prior to halving and ETH news pic.twitter.com/LfjkIHtQvB
— Crypto Tony (@CryptoTony__) December 5, 2023Di sisi lain, seorang trader ahli dengan julukan Crypto Feras turut memaparkan prediksinya mengenai nilai BTC. Menurutnya, jika belum ada proposal ETF nan disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika (SEC), maka Bitcoin bakal mengalami koreksi.
Dalam diagram nan dia bagikan, tampak dia menandai area area US$ 38.161 hingga US$ 45.400 dengan kotak berwarna hijau. Area tersebutlah nan dia maksud jika tidak ada satupun persetujuan nan keluar dari SEC dalam beberapa minggu alias apalagi bulan kedepan.

Ia menjelaskan, rentang nilai US$ 44.500 – US$ 45.400 merupakan resisten dari High Time Frame (HTF). Sedangkan untuk support, bakal berada di area US$ 36.900 hingga US$ 38.100. Sementara untuk rentang tengah, adalah US$ 41.100.
“Pergerakan menuju nilai US$ 47.000 hingga US$ 48.000 dalam HTF ini berpotensi terjadi jika resisten tertembus,” pungkas Feras.
Muhammad Syofri
Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·