5 Film Pendek untuk Memahami Situasi di Palestina

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Ada banyak media nan bisa kita konsumsi untuk memahami apa nan sedang terjadi bumi saat ini, salah satu media nan artistik adalah film. Banyak movie pendek Palestina nan bisa kita tonton untuk memahami kehidupan penduduk Palestina di tengah-tengah bentrok dengan Israel. Meski kebanyakan dari movie selalu mengangkat latar perbatasan di wilayah Palestina nan memengaruhi style hidup mereka.

Komunitas filmmaker Palestina pastinya tidak sebesar Hollywood, apalagi perfilman Indonesia tetap lebih jaya. Dimana kesempatan untuk mengeksplorasi materi sosial untuk menyampaikan pesan maupun sekadar aliran seram sebagai intermezo sangat bebas.

Sementara sutradara Palestina dengan situasi bangsa mereka, lebih memilih menggunakan kesempatan mereka untuk menyampaikan pesan nan krusial kepada bumi melalui karya mereka. Semua movie pendek Palestina dalam daftar ini bisa ditonton di Netflix.

Like Twenty Impossibles (2003)

Durasi: 17 Menit

“Like Twenty Impossibles” merupakan movie nan ditulis dan disutradarai oleh Annemarie Jacir sebagai tugas akhirnya saat di Columbia University. Film pendek Palestina ini bercerita tentang crew movie Palestina daam perjalanan mereka menuju Yerusalem. Namun ketegangan mulai terjadi ketika sekelompok tentara tidak terduga melakukan patroli dan menghentikan perjalanan mereka. Akan ada banyak movie Palestina tentang kejadian di perbatasan. Baik antar kota, apalagi di dalam kota nan bakal sangat menyulitkan warganya.

Ini bisa jadi 17 menit paling menegangkan nan bakal kita tonton. “Like Twenty Impossible” dieksekusi seperti mockumentary, ketika karakter utamanya adalah sekelompok filmmaker.

Mulai dari sutradara, tokoh nan sedang merintis karir, soundman, hingga cameraman nan mengabadikan perjalanan crew mereka. Ini menjadi salah satu skenario nan paling sering kita temukan dalam movie Palestina, gimana para warganya menglami kesulitan terutama dalam traveling di area perbatasan. Terkadang masalah sepele bisa menjadi masalah besar nan terasa mencengkam tanpa jelas apa masalah sesungguhnya.

The Present (2020)

Durasi: 24 Menit

“The Present” juga menjadi movie pendek Palestina nan bercerita tentang ribetnya menjalani kehidupan di area perbatasan bagi penduduk Palestina. Dalam skenario kali ini, kita bakal memandang seorang ayah berbareng anak perempuannya nan mau shopping dan membeli bingkisan untuk istrinya. Namun mengalami kesulitan ketika hendak melalui gerbang berbatasan nan dijaga oleh tentara.

Film ini hendak menunjukan gimana aktivitas sesederhana shopping saja bisa dibuat sulit, apalagi jadi masalah besar di gerbang perbatasan untuk para penduduk Palestina. Kita bisa memandang gimana ayah dan anak dalam kisah ini kudu mengalami turbulensi perasaan. Mulai dari antusias, tegang, bahagia, lelah, hingga akhirnya mencapai pemisah kesabaran mereka.

“The Present” mempunyai naskah dan penampilan tokoh nan dengan meyakinkan menjadi potrait rasa frustrasi nan kudu dialami penduduk Palestina hanya untuk memenuhi rutinitas sederhana.

The Crossing (2017)

Durasi: 11 Menit

“The Crossing” mempunyai lama terpendek dalam deretan movie pendek ini, hanya 11 menit. Sesuai dengan judulnya, objektif dari ketiga karakter Palestina dalam skenario movie ini adalah menyebrang ke sisi lain kota dan kudu melalui gerbang perbatasan. Gerbangnya sangat ketat dan butuh izin, apalagi izin saja terkadang tidak cukup. Ini menjadi kisah tiga berkerabat nan mau mengunjungi kakek mereka.

Kita bakal memandang kakak bungsu merasa resah dan tidak bisa santuy meski perjalanan mereka harusnya menjadi perjalanan nan menyenangkan. Sementara kedua adiknya lebih santuy dan perihal tersebut menggangu kakak mereka. Hingga akhirnya terjadi perbincangan nan berkarakter bercanda, namun sang adik tidak sensitif dengan keadaan.

Skenario sederhana “The Crossing” membikin kita memandang sedikit angan dari penduduk Palestina untuk menolak menormalisasi style hidup mereka nan sulit. Bahkan untuk sesuatu nan sifatnya hanya “candaan”.

Bonboné (2017)

Durasi: 15 Menit

“Bonboné” menjadi movie Palestina nan bentrok dan konsepnya cukup berbeda dengan film-film sebelumnya. Kali ini bercerita tentang sepasang suami istri nan mau mempunyai anak. Namun niat mereka nan didasari oleh cinta kudu terhalang tembok penjara Israel. Meski di tengah ketidakmungkinan, sang istri kemudian mempunyai buahpikiran nan cukup nekad dan bandel demi mengabadikan cintanya dengan sang suami.

“Bonboné” memuat konten seksual, namun tidak ditunjukan dengan vulgar dalam adegannya. Film nan sempat tayang di Toronto International Film Festival ini terinspirasi dari kisah nyata. Banyak pasangan sukses mempunyai anak meski dengan metode nan tidak biasa, beradaptasi dengan keadaan. Berbeda dengan film-film sebelumnya, ini mungkin menjadi movie nan menunjukan kisah cinta tak biasa di tengah situasi nan susah bagi penduduk Palestina.

Maradona’s Legs (2019)

Durasi: 23 Menit

Satu lagi movie pendek Palestina nan unik adalah “Maradona’s Legs”. Berlatar pada momen Piala Dunia 1990, dua bocah berkerabat di Palestina berupaya mencari sticker ‘kaki Maradona’. Tinggal satu sticker terakhir untuk melengkapi koleksi mereka, agar bisa ditukar dengan konsol Atari. Film ini mempunyai konsep naskah metafora. Meminjam semangat juang, revolusi, optimisme, dan kesetiaan dari dua bocah nan menjagokan Tim Brazil.

“Maradona’s Legs” bakal mengingatkan kita pada movie seperti “Jojo Rabbit” dan “Belfast”. Tidak seserius dan semenegangkan movie bertema bentrok Israel-Palestina lainnya, movie ini juga mempunyai komponen humor. Meski dengan sentuhan lawakdan nyaris sama sekali tidak menyebut bentrok nan “menghantui” tempat tinggal kedua bocah ini, movie ini tetap sukses sampaikan pesan menyingung bentrok di Palestina.

Selengkapnya
Sumber cultura
cultura