– Setelah 10 tahun berurusan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika (SEC), nampaknya Bitcoin Spot ETF bakal segera datang di Amerika Serikat, dengan analis menyatakan kemungkinan persetujuan sebesar 90 persen pada 10 Januari 2024. Melansir dari decrypt.co, SEC sekarang terlihat lebih terbuka terhadap konsep ETF tersebut.
Namun, alangkah lebih baik jika menyimak skenario kemungkinan terhadap Bitcoin Spot ETF. Berikut kami beberkan 3 skenario utamanya:

1. Bagaimana Jika Bitcoin ETF Tidak Disetujui?
Meskipun tidak terlalu mungkin, penolakan tetap bisa terjadi. Namun, dengan perubahan terkini dan partisipasi lembaga finansial terkemuka, kemungkinan penolakan tampak lebih kecil. Sebuah hasil negatif bisa berakibat besar pada pasar, seperti nan baru-baru ini terjadi saat laporan pesimis mengakibatkan penurunan nilai Bitcoin sebesar 7 persen.
2. Kinerja Mungkin Kurang Mengejutkan

Meskipun banyak nan percaya bahwa Bitcoin ETF jangka panjang bisa sukses, tetap ada kekhawatiran tentang akibat langsungnya. Dengan potensi peluncuran beberapa ETF secara bersamaan, aliran modal awal mungkin tersebar, menyebabkan hari pertama nan kurang dramatis.
Analis juga memperingatkan agar tidak terlalu berambisi pada lonjakan nilai nan besar, mengingat pasar mata duit mata uang digital sudah mengalami kenaikan nan signifikan dalam antisipasi ETF.
3. Satu Penerbit Mungkin Jadi Sorotan
Saat ini, ada 14 perusahaan berprofil tinggi nan berupaya mendapatkan persetujuan dari SEC, termasuk BlackRock, WisdomTree, dan VanEck. Jika persetujuan diberikan untuk semuanya, ada kekhawatiran bahwa minat penanammodal bakal tersebar di beragam ETF. Terutama, Grayscale, dengan Bitcoin Trust (GBTC) nan populer, bisa menjadi perhatian utama jika mendapatkan izin untuk berubah menjadi ETF spot.
Sementara itu melansir dari fool.com, potensi persetujuan SEC dapat merubah langkah orang berinvestasi dalam Bitcoin, tanpa kudu repot dengan bursa mata uang digital alias pialang. Meskipun tidak menyelesaikan semua masalah di bumi kripto, langkah ini bisa memudahkan baik penanammodal institusional maupun individu, membikin pembelian dan penyimpanan Bitcoin lebih kondusif dan sederhana.
Berita Bitcoin: Kenapa Harga Bitcoin Turun Dari US$45.000 Menjadi US$40.800?
Berbeda dengan keamanan sekuritas di rekening pialang alias duit tunai di bank, aset mata uang digital tidak punya perlindungan serupa. Menyimpan aset mata uang digital di bursa dapat membikin investornya kehilangan segalanya jika bursa tersebut kandas alias diretas. Penggunaan dompet mata uang digital sebagai pengganti memerlukan pengetahuan dan membawa akibat sendiri.
Sebaliknya, saham dalam ETF, termasuk ETF Bitcoin, bakal disimpan di rekening pialang dan dilindungi oleh asuransi SIPC (Securities Investor Protection Corporation). Asuransi SIPC memberikan perlindungan hingga $500,000 untuk aset pengguna jika pialang mengalami kegagalan.
Namun, perlu diingat bahwa asuransi SIPC tidak melindungi dari perubahan nilai nan naik turun alias performa pasar nan buruk. Jadi, jika nilai Bitcoin betul-betul turun, penanammodal tetap bakal mengalami kerugian, baik melalui ETF Bitcoin alias corak investasi lainnya.
Muhammad Syofri
Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·