10 Film Slasher Horror Klasik Terikonik

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Film slasher horror merupakan salah satu subgenre seram nan paling seru ditonton dalam suasana Halloween. Genre ini identik dengan satu sosok pembunuh berantai dengan topeng dan senjata tajam unik dalam melalukan aksinya, memangsa korbannya satu per satu.

Biasanya sekelompok anak remaja. aliran seram ini sebetulnya mulai muncul di Hollywood sejak era 50an akhir menuju 60an. Namun baru pada masa kejayaan dan disebut ‘slasher horror‘ ketika sedang ngetren di era 70an hingga 80an.

Horror slasher tak hanya tentang karakter pembunuh ikonik dan kill count nan banyak. Skenario slasher menciptakan teror melalui plot nan menegangkan, build up pada setiap adegan, kemudian didukung dengan jumpscare dan pengarahan musik nan tepat. Ada banyak movie slasher nan sekarang juga tetap diproduksi, namun koleksi klasik tetap tidak bisa dikalahan sebagai deretan movie ikonik nan tak lekang oleh waktu.

Psycho (1960)

“Psycho” oleh Alfred Hitchcock seringkali disebut sebagai slasher horror pertama di sinema modern. Pada dasarnya, dengan kehadiran pembunuh nan dirahasiakan identitasnya sepanjang cerita, bertindak dengan persona lain dan senjata tajam saja sudah memenuhi pengelompokkan sebagai movie slasher. Namun, subgenre tersebut belum ramai disebutkan sebagai label di bumi perfilman pada masanya.

Adegan pembunuhan di shower merupakan nan paling ikonik dan contoh sempurna dari segmen slasher. Dimana ada ketegangan nan bertahap, kemudian klimaks dieksekusi dengan jumpscare nan diiringin dengan musik latar violin nan berkesan pada segmen ini. Rumus ini akhirnya banyak kita lihat dalam movie slasher selanjut-selanjutnya.

Halloween (1978)

“Halloween” juga disebut-sebut sebagai movie slasher pertama dalam skenanya. Namun nan lebih tepat adalah, movie seram John Carpenter ini merupakan pertama kalinya julukan aliran slasher horror mulai dipopulerkan.

Dibintangi oleh Jamie Lee Curtis sebagai ‘final girl‘ legendaris, dia menghadapi teror pembunuh bertopeng berbahaya, Michael Myers. “Halloween” salah satu nan semakin membawa rumus movie slasher nan lebih menonjol dengan beragam elemen. Mulai dari pembunuh dengan topeng nan ikonik, final girl, hingga segmen kucing-kucingan nan lebih bertubi-tubi.

The Texas Chain Saw Massacre (1974)

Sebelum “Halloween”, “The Texas Chain Saw Massacre” juga menjadi movie slasher generasi klasik nan ikutan mendokrak subgenre ini. Namun ‘Texas Chain Saw’ mempunyai eksekusi nan lebih sadis dan sadis, berada di tengah-tengah spektrum aliran slasher dan splatter. Menceritakan family kanibal di pinggiran Texas nan membantai sekelompok pemuda pemudi nan sedang berlibur. Kalau movie ini menampilan pembunuh ikonik nan kita kenal sebagai Leatherface.

Film Tobe Hooper ini diproduski dengan budget rendah, dengan style sinematografi ala dokumenter untuk memberikan kesan nyata. ‘Texas Chain Saw’ jenis orisinal ini memang patut diakui sebagai salah satu nan terbaik. Bisa menjadi inspirasi bahwa seram budget rendah juga bisa “menawan” secara visual, lantaran cukup banyak segmen sinematik nan ikonik dari movie klasik ini.

Friday the 13th (1980)

Tidak semua movie klasik sungguh-sungguh bagus, salah satunya “Friday the 13th”. Ini menjadi movie pertama nan membangkitan karakter slasher ikonik Jason Voorhees, sosok pembunuh dengan topeng beruntung dan senjata parang panjang. Spoiler alert, movie ini tidak menunjukan bentuk Jason nan sudah terkenal di era modern ini. Jadi buat nan mau menonton dengan ekspektasi berjumpa Jason, dijamin bakal kecewa.

Film slasher klasik ini semakin kurang bisa diapreasiasi memandang sebelumnya sudah ada ‘Texas Chain Saw’ dan “Halloween” nan lebih bagus kualitas naskahnya. Namun, jika mau memandang sekelompok anak muda nan berkemah di musim panas tanpa pengalaman berkemah sama sekali, mungkin “Friday the 13th” bisa jadi movie nan konyol memandang keputusan-keputusan tolol nan diambil setiap karakter.

A Nightmare on Elm Street (1984)

“A Nightmare on Elm Street” merupakan horror slasher klasik oleh Wes Craven. Diapreasiasi sebagai salah satu slasher dengan konsep nan lebih imajinatif lagi dalam skenanya. Memperkenalkan Freddy Krueger, sosok misterius, kejam, dan mengerikan, datang lantaran rasa takut para korbannya. Freddy mempunyai metode pembunuhan nan unik ialah melalui mimpi setiap korbannya. Ini memadukan komponen horor, psikologi, dan supranatural nan baru dalam skena slasher.

Film ini mempunyai presentasi segmen pembunuhan nan tak hanya menegangkan, namun juga brutal. Pada masanya, eksekusi pengarahan dan kualitas pengaruh visual nan disajikan dalam movie ini cukup untuk membikin penonton merasakan kengerian. Sampai saat ini, Freddy juga tetap menjadi salah satu karakter slasher ikonik nan relevan.

Child’s Play (1988)

Slasher horror selalu menarik ketika mempunyai konsep nan tak selalu ancaman dari manusia dengan perilaku psikopat. Namun juga bisa bermanifestasi sebagai karakter supranatural nan bisa melampaui batas dari karakter ‘hantu’. Selalu menjadi misteri gimana entitas hibrida ini lahir. Salah satu lagi nan ikonik adalah Chucky dari “Child’s Play”.

Sekarang sudah banyak karakter boneka pembunuh nan menyeramkan, namun Chucky adalah pelopornya. Meski konsep boneka mini nan jelas kalah fisik, mempunyai keahlian untuk membunuh manusia dewasa kurang masuk dinalar. “Child’s Play” termasuk koleksi slasher klasik dengan boneka sadis nan manipulatif dan berbahaya. Ini mungkin pertama kalinya semakin banyak orang mulai takut dengan boneka berbentuk manusia.

Candyman (1992)

“Candyman” orisinal merupakan rilisan era 90an oleh Bernard Rose. Kita bakal mengikuti Helen, menelusuri legenda urban tentang sosok pembunuh berjulukan Candyman. Entitas misterius terbentuk dari dendam nan bakal muncul jika namanya dipanggil lima kali di cermin.

Berlatar di Chicago, “Candyman” menjadi salah satu movie seram pertama dengan komentar sosial. Tentang kehidupan masyarakat urban, rumor rasisme, dan kekuatan dari mitos. Meski bukan karakter slasher top tier, Candyman menjadi salah satu nan ikonik dalam skena ini.

Black Christmas (1974)

Selain slasher horror belatar liburan musim panas dan Halloween, “Black Christmas” menjadi nan berlatar ada liburan Natal. Ini juga menjadi salah satu nan ikonik dan telah di-remake, jenis orisinalnya disutradarai oleh Bob Clark. Kali ini berlatar di kediaman golongan wanita universitas, dimana mereka diintai dan berpotensi dibantai oleh sosok Santa Claus psikopat.

“Black Christmas’ mempunyai lineup karakter perempuan, menampilkan mereka sebagai sosok-sosok berdikari dan kuat dalam menghadapi teror pembunuh. Film ini juga memberikan kontribusi pada perkembangan dan mempopulerkan tren slasher horror pada era 70an.

I Know What You Did Last Summer (1997)

Film sutradara Jim Gillespie ini selain mengadaptasi aliran slasher juga menjadi ikon klasik dari subgenre teen scream. Berkontribusi pada kebangkitan movie seram pada era 90an. Kisah berputar sekelompok kawan nan tidak sengaja membunuh seseorang dalam kejadian tabrakan mobil, diman mereka tak mau bertanggung jawab. Setahun kemudian, mereka diintai dan diteror oleh sosok misterius nan mengetahui rahasia gelap mereka.

“I Know What You Did Last Summer” merupakan titel nan ikonik, meski sosok pembunuh dengan tangan pengaitnya bukan primadona seperti di film-film slasher lainnya. Film ini telah mempelopori tren movie slasher remaja setelah melalui masa-masa kejayaan dari era 70an hingga 80an.

Scream (1996)

“Scream” bisa jadi movie meta seram terbaik nan pernah ada. Sebagai pelopor konsep meta, kesuksesannya nyaris susah diulang (dan sudah banyak nan mencoba). Plotnya sederhana, ialah pembunuh bertopeng nan kita kenal sebagai Ghostface, membunuh orang-orang di sekitar protagonis perempuan, Sidney Prescott. Pada titik ini, movie slasher sudah sangat banyak dan Wes Craven menciptakan latar movie dimana setiap karakter telah menonton banyak film slasher horror nan sebetulnya selalu mempunyai patokan main serupa.

Film ini bakal lebih menyenangkan jika penonton memang fans movie seram dan telah menonton beragam seram klasik. Karena intipati dari movie ini adalah mencoba selamat dari ancaman pembunuh slasher nan sebetulnya telah mempunyai patokan main nan bisa kita pelajari dari film-film slasher lain nan sudah kita tonton.

Selengkapnya
Sumber cultura
cultura