10 Film Bradley Cooper Terbaik dan Terpopuler

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Bradley Cooper merupakan salah satu tokoh papan atas Hollywood nan miliki jejak karir paling variatif di industri perfilman global. Mulai dari movie komedi level B, perlahan tapi pasti mulai menaiki tangga ketenaran dan koleksi movie nan lebih bergengsi hingga titik ini. Kini Cooper telah mengantongi 12 nominasi Oscar sepanjang karirnya. Termasuk 3 nominasi terbaru pada Oscar 2024 untuk movie biopik “Maestro”.

Tak hanya menggeluti bagian seni peran, Bradley Cooper juga mencoba bangku sutradara. Sejauh ini, tampaknya dia tidak main-main dan terus mengeksplorasi talentanya di bagian tersebut. Ketertarikan besarnya pada bumi musik juga terpancar melalui beberapa filmnya. Berikut sederet movie Bradley Cooper terbaik dan terpopuler.

The Hangover (2009)

Meskipun bukan movie terbaik secara objektif, baik untuk Bradley Cooper sebagai salah satu tokoh utama dan Todd Phillips sebagai sutradarany, “The Hangover” mempunyai kepopuleran nan terelakan di skenanya.

Dibintangi pula oleh Ed Helms, Zach Galifianakis, dan Justin Bartha, empat sekawan melakukan perjalanan ke Las Vegas untuk pesta lajang Doug nan bakal menikah. Namun, setelah pesta nan gila dan liar, tiga dari mereka bangun keesokan hari tanpa ingatan bakal apa nan terjadi. Keadaan semakin pelik ketika Doug menghilang.

“The Hangover” memang kacau, liar, dan vulgar. Namun ditengah kekalutannya, chemistry antara ketiga aktornya seru untuk diikuti. Berbagai skenario nyelenehnya tetap kocak dan eksekusi humornya tetap dapat.

The A-Team (2010)

Dalam “The A-Team”, Bradley Cooper memerankan karakter berjulukan Templeton “Faceman” Peck, personil dari tim elit mantan Satuan Khusus nan dituduh atas tindakan pidana nan tidak mereka lakukan.

Cooper mempunyai karisma dan daya tarik dalam memerankan Faceman nan cerdas dan lihai. Dalam movie ini dia juga beradu akting dengan tokoh senior seperti Liam Neeson, Dwight Schultz, dan Dirk Benedict. Dimana golongan cast ini mempunyai chemistry sebagai tim.

Tak hanya karisma, peran sebagai Faceman juga kembali menantang Cooper untuk mengeksekusi komponen lawakdi latar nan serius. Tak jauh berbeda dengan “The Hangover”, ini menjadi tipikal movie nan mengandalkan performa cast sebagai sekelompok tokoh dengan peran ‘bros being bros’.

Limitless (2011)

“Limitless” adalah movie sci-fi thriller tentang Eddie Morra, seorang penulis. Ia mengkonsumsi obat terlarang baru nan membikin keahlian kognitifnya di luar batas. Hal tersebut membikin Eddie menjadi sasaran dari para pebisnis dan komplotan pembunuh nan membahayakan hidupnya.

Bradley Cooper sebagai Eddie Morra mempunyai karisma sebagai penulis nan mengalami lonjakan rasa percaya diri dan intelektual. Tak hanya menarik mengeksplorasi karakter nan diperankan, tindakan Cooper dalam skenario thriller nan menegangkan juga sukses memikat penonton dalam skena aliran ini.

The Place Beyond the Pines (2012)

Dalam “The Place Beyond the Pines”, Bradley Cooper memerankan Avery Cross, seorang polisi nan memilki bentrok moral ketika kehidupannya mulai terhubung dengan stunt rider sepeda motor, Luke Glanton nan diperankan oleh Ryan Gosling.

Film bergenre thriller crime ini lebih berpusat pada Luke, sementara karakter Cooper adalah pendukung. Luke seorang stunt rider nan beranjak menjadi perampok demi kehidupan sejahtera berbareng istri dan anaknya. Kehidupan serta family Luke dan Avery terkena dampaknya ketika dua karakter ini bersinggungan.

Silver Linings Playbook (2012)

“Silver Linings Playbook” menjadi movie nan membawa karir Bradlet Cooper ke level selanjutnya di Hollywood. Setelah menjadi tokoh di movie komedi kelas B, kemudian thriller pidana nan generik, akhirnya Cooper mulai dikenal melalui penampilan dalam movie drama Oscar-worthy. Film ini membawa Cooper pada nominasi Oscar pertamanya untuk kategori Best Actor.

Dalam movie ini, dia berkedudukan sebagai Pat Solitano, laki-laki nan depresi pasca perceraian nan traumatis. Ia kemudian berjumpa dengan Tiffany, diperankan oleh Jennifer Lawrence, nan juga mengalami kegagalan pernikahan dan menderita masalah mental. Bukan movie romansa biasa, namun ini menjadi awal dari kerjasama tak terelakan antara Jennifer Lawrence dan Bradley Cooper.

American Hustle (2013)

Dalam “American Hustle”, Bradley Cooper berkedudukan sebagai Richie DiMaso, seorang pemasok FBI ambius nan terjerat dalam operasi penipuan kompleks. Ia kembali berjumpa dengan Jennifer Lawrence dalam movie ini, namun chemistry-nya lebih nampak kuat dengan Christian Bale nan menjadi protagonis dan Amy Adams sebagai karakter nan kerap bersenggolan dengan karakternya.

Bradley Cooper mendapatkan nominasi Oscar keduanya melalui penampilannya dalam “American Hustle”. Kali ini untuk kategori Best Supporting Actor. Mulai dari sini, tampaknya pamor Cooper sebagai seniman movie semakin meningkat dan terlihat pada proyek-proyek berikutnya.

American Sniper (2014)

“American Sniper” menjadi movie biopik Chris Kyle, seorang ahli tempak Amerika Serikat nan mengabdi pada perang di Iraq selama beberapa tahun. Setelah kembali ke rumah untuk melanjutkan hidup berbareng istri dan anak mereka, Kyle mengalami trauma pasca perang nan mulai menggerogoti mental dan kestabilan keluarganya.

Bradley Cooper memberikan penampilan berkesan sebagai Chris Kyle dengan trauma dan paranoianya. Lagi-lagi Cooper masuk dalam nominasi Best Actor Oscar untuk penampilannya dalam movie ini. Tak hanya menjadi bintang utama, kali ini Cooper juga menjadi produser berbareng Clint Eastwood nan juga menjadi sutradara.

Guardians of the Galaxy (2014)

Setiap tokoh A-list Hollywood selalu mempunyai satu slot dalam filmografinya di movie superhero, baik MCU alias DCEU. Bradley Cooper menemukan perannya dalam skena ini sebagai Rocket Racoon di “Guardians of the Galaxy”. Meskipun tidak tampil dalam bentuk mutan rakun CGI, Cooper memberikan karakter cerdas dan tengil nan unik pada Rocket Racoon melalui voice acting-nya.

Ini menjadi kesempatan nan spesial bagi Cooper, unjuk talenta dalam voice acting. Karena mungkin sebagaian besar dari kita tidak bakal menduga bahwa Bradley Cooper adalah sosok di kembali Rocket Racoon tanpa credit. Seperti karakter-karakter lainnya, Racoon jelas menjadi salah satu favorit penonton, terutama setelah movie ketiganya.

A Star is Born (2018)

“A Star Is Born” menjadi movie debut penyutradaraan dari Bradley Cooper. Film ini sempat menggemparkan panggung utama lantaran adu akting antara Bradley Cooper dan Lady Gaga sebagai pasangan kekasih musisi. Ketika Lady Gaga dapat kesempatan eksplorasi keahlian akting, Cooper sebaliknya unjuk gigi dengan talenta menyanyinya.

Mereka juga tampil menyanyi live pada Oscar 2019 dengan chemistry nan memikat. Tak hanya masuk dalam nominasi Best Actor Oscar, namanya juga masuk nominasi Best Picture dan Best Adapted Screenplay. Bisa disebut sebagai debut sutradara nan solid dari Bradley Cooper. Setelah ini, Cooper juga menjadi produser dari “Joker” dan “Nightmare Alley”.

Maestro (2023)

Melampaui kualitas movie debutnya, “Maestro” adalah movie kedua nan Bradley Cooper sutradarai dengan hasil melampaui “A Star Is Born” dalam segi produksi. Cooper juga mengambil posisi tokoh utama dalam biopik komposer dan konduktor legendaris, Leonard Bernstein. Beradu akting dengan Carey Mulligan sebagai Felicia Montealegre, Cooper kembali tunjukan keahliannya dalam membangun chemistry dengan musuh main wanitanya.

Bradley Cooper menghabiskan waktu selama 6 tahun latihan unik sebagai konduktor, hanya untuk segmen berdurasi 6 menit. Dimana dia menjadi konduktor dan tampil langsung berbareng London Symphony Orchestra. Cooper kembali masuk dalam beragam nominasi Oscar 2024, mulai dari Best Actor, Best Director, Best Original Screenplay.

Selengkapnya
Sumber cultura
cultura