BANGBARA.COM - Pasar aset mata uang digital Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada 2026, baik dari sisi volume transaksi maupun jumlah investor. Berdasarkan info Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi pasar spot hingga April 2026 telah mencapai Rp99,01 triliun, mendekati periode Rp100 triliun hanya dalam empat bulan pertama. Aktivitas perdagangan ini diperkuat oleh peningkatan jumlah akun konsumen aset digital nan pada April 2026 tercatat 21,70 juta, naik 1,57 persen dibanding bulan sebelumnya, menandakan minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meski pasar dunia tetap fluktuatif.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset digital, termasuk kripto, tetap terjaga dengan baik. Di tengah dinamika pasar, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) mulai menunjukkan keahlian positif. Beberapa pelaku usaha, seperti Tokocrypto, telah mencatat profitabilitas selama dua tahun berturut-turut, mencerminkan model upaya nan kuat, efisiensi operasional, dan kepercayaan pengguna terhadap platform.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menekankan pentingnya penguatan produk dan layanan, penemuan berkelanjutan, serta kepatuhan terhadap izin untuk mendukung pertumbuhan industri mata uang digital nan sehat. Tokocrypto menghadirkan beragam layanan, mulai dari perdagangan spot, staking, hingga Dollar Cost Averaging (DCA), nan masing-masing memberikan nilai tambah bagi pengguna sesuai strategi dan kebutuhan mereka. Spot trading tetap menjadi pilihan utama, sementara staking dan DCA membantu menghadapi volatilitas pasar secara lebih disiplin.
OJK menyoroti bahwa ketahanan industri tidak hanya tergantung profitabilitas, tetapi juga pada kualitas tata kelola, keandalan teknologi, keamanan siber, dan perlindungan konsumen. Dengan transaksi nan nyaris Rp100 triliun, pertumbuhan akun konsumen, dan mulai membaiknya keahlian PAKD, industri mata uang digital nasional berada di jalur nan kuat. Kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat serta penemuan produk dan edukasi publik menjadi kunci membangun ekosistem aset mata uang digital nan aman, sehat, dan berkelanjutan.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·