
TikTok/@tokomastian
- Bakso memang jadi salah satu makanan favorit banyak orang, dari anak mini sampai orang dewasa. Rasanya nan gurih dan kenyal membuatnya cocok disantap kapan saja, baik sebagai camilan hangat maupun lauk makan utama. Tak heran jika di beragam daerah, bakso selalu punya penggemarnya sendiri dengan ragam bentuk, isi, dan kuah nan khas.
Bahan utama bakso biasanya adalah daging nan digiling lembut lampau dicampur dengan jenis ramuan dan bahan tambahan. Untuk memastikan kualitasnya, banyak orang memilih membikin bakso sendiri di rumah. Selain bisa menyesuaikan rasa, tingkat kekenyalan, dan kadar garam, proses ini juga memberi agunan bahwa daging nan digunakan betul-betul segar dan legal sesuai keinginan.
Meski terlihat sederhana, proses membikin bakso rupanya punya beberapa tahap krusial nan tidak boleh disepelekan. Salah satunya adalah saat merebus bakso nan sudah dicetak. Banyak orang tanpa sadar merebus terlalu lama hingga baksonya overcooked dan teksturnya jadi alot. Biasanya, solusi nan dipakai adalah merendam bakso dalam air es agar kenyalnya kembali, tapi langkah ini sering kali kurang efektif jika bakso nan dibuat jumlahnya banyak.
Untuk mengatasi perihal tersebut, Anda bisa memerhatikan proses perebusan bakso dan trik agar tidak overcooked tanpa perlu direndam air es. Berikut tutorialnya lebih lanjut nan telah BrilioFood rangkum dari TikTok @tokomastian pada Rabu (5/11).
Trik merebus bakso biar nggak overcooked.
Saat hendak merebus bakso, ada tiga fase nan perlu diperhatikan. Nah, setiap fase perebusan ini menentukan kematangan bakso. Dengan begitu, Anda bisa tahu kapan waktu perebusannya selesai dan bakso siap diangkat.
1. Fase adukan mentah, rebus dengan air hangat kuku.

foto: TikTok/@tokomastian
Di tahap pertama ini, adukan bakso tetap betul-betul mentah dan baru saja dibentuk. Air nan digunakan sebaiknya bukan air mendidih, tapi cukup nan bersuhu hangat kuku, sekitar 60–70°C. Tujuannya agar bagian luar bakso sigap padat dan tidak hancur saat direbus lebih lanjut, tapi bagian dalamnya tetap bisa matang sempurna nanti.
2. Fase bakso mulai mengapung tapi belum matang sempurna.

foto: TikTok/@tokomastian
Setelah beberapa menit, bakso bakal mulai naik ke permukaan air — ini tanda bahwa bagian luarnya sudah mulai matang. Tapi jangan langsung diangkat, lantaran di fase ini bagian dalamnya tetap separuh matang dan bisa membikin bakso sigap berlendir setelah dingin. Biasanya, di fase ini juga muncul busa alias kotoran daging di permukaan air, jadi sebaiknya buang busa tersebut agar hasil rebusan lebih bersih.
3. Fase bakso matang dan siap diangkat.

foto: TikTok/@tokomastian
Fase terakhir ini ditandai dengan air rebusan nan mulai banyak uapnya, tapi belum sampai betul-betul mendidih bergolak. Di titik ini, tekstur bakso sudah lembek sempurna dan tidak terlalu keras. Begitu kotoran daging mulai pecah dan air terlihat jernih, segera angkat baksonya. Hasilnya kenyal, lembut, dan tidak perlu lagi direndam di air es lantaran kematangannya sudah pas.
"Nah, kadang suka ada lenyap rebus taruh ke es batu biar tetap kenyal. Sebenarnya langkah tersebut menghentikan proses pemasakan ya agar baksonya tidak overcook. Tp jika kalian pakai langkah ini, tidak perlu nyiapin es batu lagi, deh," tulis akun TikTok @tokomastian.
Pertanyaan nan kerap diajukan seputar langkah membedakan bakso sapi dan ayam.
Banyak orang tetap bingung membedakan antara bakso sapi dan bakso ayam lantaran bentuknya nan mirip. Padahal, keduanya punya karakter unik tersendiri dari segi warna, aroma, tekstur, hingga rasa nan bisa dikenali jika tahu triknya.
1. Apa perbedaan warna antara bakso sapi dan bakso ayam?
Bakso sapi umumnya berwarna abu-abu muda hingga agak kecokelatan lantaran pengaruh pigmen alami daging sapi. Sementara itu, bakso ayam condong berwarna lebih pucat alias kekuningan. Kalau dilihat berdampingan, warna bakso ayam terlihat lebih cerah dan lembut.
2. Bagaimana langkah membedakan dari aroma khasnya?
Bakso sapi punya aroma daging nan lebih kuat dan sedikit “gurih berat”, terutama saat baru direbus alias dipotong. Sedangkan bakso ayam aromanya lebih ringan dan agak manis unik daging unggas. Kalau penciuman cukup peka, perbedaan ini bisa langsung terasa apalagi sebelum dicicipi.
3. Apakah tekstur keduanya juga berbeda saat digigit?
Iya, bakso sapi biasanya terasa lebih padat dan kenyal lantaran serat daging sapinya lebih kasar. Sedangkan bakso ayam teksturnya lebih lembut dan mudah digigit, tidak sekenyal bakso sapi. Itulah kenapa bakso ayam sering jadi pilihan untuk anak mini alias orang nan tidak suka tekstur keras.
4. Dari segi rasa, mana nan lebih gurih?
Rasa bakso sapi jelas lebih gurih dan kaya, lantaran kandungan lemak serta proteinnya lebih tinggi. Sementara bakso ayam punya rasa nan lebih ringan dan agak manis alami. Kalau mau rasa kuat dan berisi, bakso sapi lebih cocok, tapi jika mau nan lembut dan ringan di mulut, bakso ayam jadi pilihan ideal.
5. Apakah ada perbedaan dalam kuah nan digunakan untuk keduanya?
Ada, lantaran kuah bakso sapi biasanya lebih keruh dan berminyak akibat lemak dari dagingnya. Kuah bakso ayam condong lebih cerah dan beraroma lembut, mirip kaldu ayam biasa. Jadi, apalagi tanpa mencicipi baksonya, warna dan aroma kuah bisa jadi petunjuk sederhana untuk membedakan keduanya.
(brl/ola)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·